Zona Eropa Dijadikan Perhatian Pelaku Pasar

Zona Eropa Dijadikan Perhatian Pelaku Pasar

Euro diperdagangkan mendekati kisaran level harga 1.30 atas USD pada perdagangan hari Rabu (24/ 04/ 2013). EUR/ USD diperdagangkan $1.3016, naik dari sebelumnya di $1.2997. Mata uang euro sempat terkoreksi turun apresiasinya terhadap USD. Hal ini dipicu optimisme akan segera terbentuknya pemerintahan koalisi di negara Italia. Koreksi pelemahan juga dikarenakan oleh rilis data negara Jerman yang telah mengembalikan ekspektasi tentang penurunan suku bunga ECB. Sentimen Jerman merosot untuk bulan ke-2 berturut-turut pada bulan April, sehingga memicu kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi terbesar di zona euro itu.

Fokus utama pasar saat ini adalah pada zona eropa. Berbagai data ekonomi yang buruk dari Eropa semakin memperbesar peluang pemangkasan suku bunga euro. ECB di saat jauh sebelumnya, telah mengisyaratkan bahwa mereka akan memangkas suku bunga manakala perekonomian zona eropa memburuk. Data terkini dari eropa menunjukkan penurunan index sentiment bisnis di Jerman untuk bulan April (ifo) pada level terendah dalam empat bulan ini ke angka 104.4 dibulan Maret dari sebelumnya sebesar 106.7. Data sebelumnya menunjukkan sector swasta di Jerman mengalami kontraksi. Banyak investor berspekulasi atas kemungkinan pemangkasan suku bunga ECB dalam pertemuan yang dijadwalkan pada awal bulan depan. “Rilis data Ifo Jerman yang lemah telah memicu penurunan singkat pada Euro, meskipun kemudian mampu mengurangi pelemahan. Seiring meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter ECB, fokus pelaku pasar telah beralih ke pertemuan hari Kamis pekan depan,” demikian kata Eric Theoret, analis forex pada Scotiabank di Toronto. Suku bunga ECB saat ini masih bertahan di rekor terendah 0,75%. Yield oblogasi 2 tahun Italia menurun, menunjukkan kondisi pasar yang nyaman dengan apa yang menjadi kebijakan ECB saat ini, dan pasar memang berharap ECB bisa melakukan kebijakan lain dalam jangka waktu dekat ini. Pada perdagangan cross mata uang EUR/ JPY berakhir di 129.37 yen dari sebelumnya di 129.33 yen. Kondisi ini dipicu peningkatan minat pelaku pasar Jepang atas yield obligasi eropa dibanding yield obligasi mereka sendiri yang jatuh akibat kebijakan ekonomi saat ini. USD sendiri tidak bisa menembus 100 Yen setelah data ekonomi AS menunjukkan kondisi ekonomi domestic Amerika, data permintaan barang tahan lamanya mengalami penurunan. USD/ JPY diperdagangkan di 99.41 yen dari 99.45. Pada perdagangan GBP/ USD dibeli di 1.5265 dari 1.5241. Indek Dolar Amerika turun 82.930 dari 83.024.

AUD/ USD diperdagangakan di $1.0271 dari sebelumnya di $1.0266. Mata uang negara Australia merosot apresiasinya terhadap USD. Australia mencatat pertumbuhan harga konsumen inti paling lambat dalam 14 tahun terakhir pada kuartal pertama lalu, yang memperkuat spekulasi bahwa RBA akan memangkas suku bunga ke rekor terendah pada bulan depan. Indeks yang sering digunakan bank sentral untuk mengukur inflasi turun menjadi 0,3% dari kuartal sebelumnya, menurut laporan Biro Statistik, yang merupakan pertumbuhan terendah sejak kuartal ke-3 tahun 1998. Hasil itu juga mementahkan ekspektasi kenaikan 0,5%. “Nilai tukar mata uang telah meredam inflasi impor,” kata Joshua Williamson, ekonom senior pada Citygroup Inc. di Sydney. “Fakta itu telah membuka peluang untuk penurunan suku bunga sebelum pertengahan tahun.”

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Gerakan Euro 1.3200 Masih Menyimpan Potensi Koreksi

Walau masih kekurangan volume dan aksi hindar resiko disela-sela pergerakan pasar keuangan, Euro berhasil meraih gain terhadap dollar AS dan siap menutup sesi AS diatas 1.3200. Masih naik diatas 0.4%

Fundamental 0 Comments

FOMC Rilis Ditunggu Pasar, Para Pelaku Pasar Tengah Waspada

Pada hari Rabu (17/ 09/ 2014) ini, harga emas bergerak menguat setelah sempat diperdagangkan lebih rendah tadi pagi. Harga emas dan perak terpantau diperdagangkan lebih rendah pada awal sesi setelah

Berita 0 Comments

Data China Kembali Tenggelamkan Aussie

Aussie melemah pada sesi Asia setelah survei awal manufaktur China menunjukkan hasil penurunan dan itu cukup menyebabkan kegelisahan tentang nilai impor terhadap komoditas utama Australia seperti bijih besi. Indeks awal

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image