Gerak Nilai Apresiasi Mata Uang Jepang Menguat, Rusia dan OPEC Berpeluang Kerja Sama

yen-mata-uang-jepang-ayotradingGerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, dilaporkan bergerak menguat terhadap mata uang USD. Hal tersebut terjadi, pasca laporan hasil pertemuan Federal Reserve dan laporan penurunan penjualan ritel tahunan di Jepang untuk bulan Desember.

Dalam pernyataan yang dirilis Federal Open Market Committee (FOMC), dilaporkan bahwa pasar menyoroti adanya indikasi kewaspadaan para pejabat bank sentral dalam memonitor kondisi ekonomi global. Hal ini membuat Greenback tertekan karena membuka peluang suku bunga akan bertahan di level rendah untuk waktu yang lebih lama.

Pada bulan Desember, dilaporkan bahwa penjualan ritel di Jepang berkontraksi 0,2% untuk periode bulanan, lebih baik dari penurunan 2,5% bulan November. Kondisi tersebut tetap turun 1,1% dibandingkan setahun sebelumnya, sesuai ekspektasi dari para pelaku pasar.

Meski demikian, namun kedua angka aktual tersebut masih berada di bawah ekspektasi para pelaku pasar. Kondisi ini mengindikasikan akan rendahnya tingkat permintaan konsumen negara perekonomian terbesar ketiga dunia tersebut meskipun tingkat keyakinan konsumen untuk bulan Desember berada di level tertinggi 2-tahun.

Bank of Japan (BoJ) hari ini akan memulai rapat selama dua hari, dan akan mengumumkan hasilnya pada Jumat besok. Para pihak berwenang Bank of Japan (BoJ) akan memulai pertemuan 2-harinya dan pada hari Jumat akan mengumumkan keputusan kebijakan moneter terbarunya.

Pertemuan tersebut sekaligus juga memberikan gambaran terbaru terkait proyeksi inflasi serta konferensi pers dengan Gubernur BoJ. Para pelaku pasar berekspektasi bahwa BoJ akan mempertahankan kebijakan yang berjalan. Meski demikian, namun dengan adanya gejolak di dalam perdagangan pasar saham, penguatan gerak nilai apresiasi mata uang Yen, serta ekspektasi hambatan pertumbuhan inflasi, para ekonom mengingatkan bahwa tetap akan ada peluang untuk stimulus tambahan.

Gerak nilai harga di bursa saham dan indeks Jepang, yaitu Nikkei, dilaporkan telah bergerak melemah pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis (28/ 01/ 2016) ini. Kondisi tersebut terjadi, akibat mengikuti gerak penurunan gerak nilai harga saham di bursa Wall Street pada sesi perdagangan pasar Amerika di hari Rabu kemarin.

Setelah sempat melemah 1%, gerak nilai harga indeks saham spot Nikkei dilaporkan telah berhasil memangkas pelemahan menjadi 0,2% di level 17126,25. Gerak nilai harga indeks saham Nikkei Futures dilaporkan telah diperdagangkan di kisaran level 17150.

Keadaan tersebut terjadi dengan mengabaikan pelemahan gerak nilai apresiasi mata uang Yen terhadap Greenback. Selain itu gerak penurunan nilai penjualan ritel Jepang juga turut menyeret gerak nilai harga di bursa melemah.

Gerak nilai harga saham di bursa Wall Street Amerika bergerak melemah, setelah Federal Reserve Amerika di akhir rapat moneter pertama tahun ini menunjukkan kecemasan akan kondisi ekonomi dan finansial global. The Fed dalam rapat tersebut mempertahankan suku bunga <0,5% sesuai dengan perkiraan pelaku pasar.

Kementerian Perekonomian Jepang telah melaporkan bahwa nilai penjualan ritel Jepang di bulan Desember turun 1,1% dari periode yang sama tahun 2014. Jika dibandingkan bulan sebelumnya, nilai penjualan ritel Jepang di bulan Desember turun 0,2%.

Kondisi tersebut telah mencerminkan dampak dari rendahnya gerak nilai harga minyak. Selain itu, kondisi tersebut juga menunjukkan lemahnya demand rumah tangga di negara dengan tingkat perekonomian terbesar ketiga di dunia tersebut.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah berakhir menguat untuk 2-sesi beruntun. Hal tersebut terjadi, setelah berita terkait peluang kerja sama antara pihak Rusia dan Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC). Faktor lain yang mendukung kondisi tersebut adalah, adanya penurunan suplai minyak mentah di pusat penyimpanan terbesar Amerika, dan berkurangnya persediaan minyak hasil penyulingan.

Penurunan suplai di Cushing, Oklahoma, telah menarik perhatian para pelaku pasar karena menjadi yang pertama sejak bulan Oktober. Suplai minyak hasil penyulingan atau distillates seperti minyak pemanas juga menunjukkan penurunan terbesar sejak bulan Oktober 2014 yaitu pengurangan lebih dari 4 juta barel.

Penguatan gerak nilai harga minyak di pasar sempat berkurang, setelah adanya laporan hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC), mengikuti koreksi gerak nilai harga di pasar saham Amerika. Meski demikian, namun gerak nilai harga minyak mampu berbalik naik kembali menjelang penutupan.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah juga sudah menguat sebelum berita Rusia mengemuka. Berdasarkan laporan departemen energi Amerika, suplai minyak mentah domestik mencapai rekor tertingginya pada pekan lalu dengan penambahan 8,4 juta barel pada sepekan sampai dengan tanggal 22 Januari menjadikan total suplai menjadi 494,9 juta barel. Gerak nilai harga minyak mentah dilaporkan berakhir naik sekitar 5,4% di level $32.16 US/ barel jika dibandingkan dengan gerak nilai harga penutupan di sesi perdagangan pasar sebelumnya.

Menteri Energi Rusia mengatakan bahwa adanya peluang koordinasi dengan OPEC akan menjadi salah satu topik diskusi dalam pertemuan dengan perusahan minyak Rusia pada hari Rabu. Negara Rusia yang adalah merupakan negara produsen minyak non-OPEC terbesar tersebut, telah mengungkapkan keengganannya untuk memangkas produksinya. Hal tersebut dikarenakan, terkait dengan kompetisinya untuk mempertahankan pangsa pasar menghadapi negara produsen besar lain, yaitu negara Arab Saudi.

About author

You might also like

Pasar Berharap FOMC Bisa Membawa Perubahan Suasana Pasar Komoditi Emas

Pada akhir perdagangan kemarin, pergerakan harga baik emas spot maupun berjangka komoditi emas tampak mengalami penurunan untuk tiga kali dalam empat sesi (09/10/ 2013). Dini hari tadi, gerak harga emas

Berita 0 Comments

Gerak Nilai Harga Minyak Terjerembab, Jepang Terbeban Pajak Tinggi

Gerak nilai apresiasi mata uang uni Eropa, yaitu mata uang Euro, pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis (08/ 10/ 2015) ini, tampak bergerak agak jatuh terhadap Greenback. Hal tersebut

Komoditas 0 Comments

Kondisi Yunani Dipantau Para Pelaku Pasar, Gerak Harga Emas Cenderung Lemah

Pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Rabu (22/ 04/ 2015) ini, dilaporkan bahwa gerak harga emas tengah terpantau menurun. Hal ini terjadi karena para pelaku pasar yang mengamati perkembangan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image