Aussie Menguat Tipis, Minyak Cenderung Flat

Mat0014d66a20f4d4c1d4d4efa8458712442a uang Australia, yang lazim disebut dengan Aussie, dilaporkan bergerak menguat tipis gerak nilai apresiasinya di awal sesi perdagangan pasar hari Kamis ini. Apresiasi mata uang AUD/ USD diperdagangkan di kisaran level 0.7346, dengan menguat sekitar 0.63%. Sementara itu untuk gerak nilai apresiasi mata uang Jepang, atau USD/ JPY dilaporkan telah bergerak di kisaran 119.03, hanya naik sekitar 0.16%.

Gerak penguatan nilai apresiasi mata uang Aussie terjadi meskipun data kerja yang dirilis hasilnya lebih lemah dari perkiraan para pelaku pasar karena mereka fokus pada penurunan di jumlah pengangguran secara keseluruhan. Jumlah pekerja di Australia dilaporkan sebanyak 5,100 di bulan September. Angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan ekspektasi untuk kenaikan 5,000. Namun, tingkat pengangguran turun sebesar 6.2%, lebih rendah dari ekspektasi untuk penurunan 6.3%, karena tingka partisipasi kerja turun menjadi 64.9% dari 65%. Sebelumnya, data ekspektasi inflasi MI terbaru naik menjadi 3.5% dari 3.2%.

Gerak nilai harga minyak mentah bergerak cenderung flat pada sesi perdagangan pasar Asia hari Kamis ini. Hal tersebut terjadi, seiring kekhawatiran para pelaku pasar tentang banjir pasokan global mengimbangi optimisme tentang penurunan produksi minyak shale Amerika dalam beberapa minggu terakhir.

Gerak nilai harga minyak mentah tercatat telah kehilangan sekitar 6% sepanjang pekan ini, setelah produksi Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) meningkat 110.000 barrel per hari pada bulan September dari bulan Agustus. Yang menghantarkan level produksi OPEC menjadi hampir 2 juta barrel/ hari lebih tinggi dibandingkan proyeksi permintaan untuk tahun 2015.

OPEC juga telah memangkas estimasi pertumbuhan permintaan minyak untuk tahun 2016. Estimasi OPEC sebelumnya adalah sebesar 40.000 barrel/ hari, direvisi menjadi 1,25 juta barrel/ hari. KondisiĀ  ini menyusul kian suramnya outlook China. Pertumbuhan negara konsumen minyak terbesar ke-2 di dunia itu diperkirakan akan tergelincir di bawah 7% untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan global.

Sementara sebuah laporan industri yang dirilis Rabu malam menunjukkan pasokan minyak mentah Amerika kembali meningkat pada pekan lalu. American Petroleum Institue (API) mengatakan stok minyak Amerika melonjak 9,3 juta barrel dalam pekan yang berakhir 9 Oktober. Sebuah hasil yang biasanya dijadikan indikasi untuk data resmi yang akan dipublikasikan Energy Information Administration (EIA) Amerika nanti malam.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

USD Sementara Masih Akan Terkoreksi Valuta Major

USD mengalami koreksi atas apresiasinya dari berbagai mata uang major. Secara fundamental, kondisi Amerika yang cenderung kondusif masih dilihat oleh pasar merupakan valuta aman. Meski demikian, valuta yang lain dengan

Forex News 0 Comments

Yen Tampak Menguat, Pasar Respon Trump

Gerak nilai apresiasi mata uang Yen tampak terus menguat pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis, dengan dibuka di level 115.40. Hal tersebut terjadi, pasca dirilisnya data niaga Jepang yang

Berita 0 Comments

Oversold Pound Akan Menguji Level Tinggi 6 Tahun Atas Pandangan Suku Bunga

Pound bersiap untuk menguji level tertinggi dalam enam tahun terhadap dollar, kata analis dari Barclays Plc, seiring para trader berjangka bertaruh bahwa pound akan menguat setelah mata uang jatuh terlalu

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image