Aussie Paling Banyak Mereaksi Greenback, Minyak Terus Bergerak Menguat

Australian dollar_3Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Dollar Australia, yang lazim disebut dengan istilah Aussie, bergerak menguat menuju angka kenaikan terbesar dalam kurun waktu empat pekan. Hal tersebut terjadi, setelah perilisan laporan dari pemerintah yang menunjukkan jumlah ekspor yang lebih besar ke dalam perekonomian di kuartal pertama lebih tinggi dari perkiraan para analis sebelumnya.

Gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD bergerak naik sebesar 0.8% dari harga penutupan hari Senin, ke kisaran level 0.7240, menuju kenaikan terbesar sejak 2 Mei. Gerak nilai apresiasi mata uang Aussie memiliki level resisten terdekat di kisaran level 0.7300 dan level support di kisaran level 0.7200.

Gerak nilai apresiasi mata uang Aussie menjadi mata uang yang mengalami penguatan gerak nilai apresiasi paling besar terhadap Greenback diantara 16 major currencies lainnya. Hal tersebut terjadi, setelah biro statistik Australia mengatakan bahwa ekspor berkontribusi 11.1% terhadap produk domestik bruto.

Angka tersebut lebih tinggi dari perkiraan untuk pertumbuhan sebelumnya, yaitu di kisaran 0.7%. Gerak nilai apresiasi Aussie bergerak menguat untuk hari kedua setelah jumlah izin pembangunan secara tak terduga naik di bulan April.
Analis mata uang di Commonwealth Bank of Australia mengatakan bahwa data ekonomi cukup kuat. Data ekonomi hari ini telah mengurangi kesempatan untuk RBA memangkas suku bunga pada pekan depan. Data tersebut telah berikan dukungan terhadap Aussie.

Gerak nilai harga di bursa saham Nikkei, Jepang, dilaporkan terkoreksi melemah di sesi perdagangan pasar dalam waktu perdagangan yang sepi. Gerak nilai harga indeks patokan dilaporkan turun dari level tertinggi dalam sebulan.

Hal tersebut terjadi, karena menguatnya gerak nilai apresiasi mata uang Yen telah menyeret turun gerak nilai harga saham perusahaan sektor eksportir . Hal yang turut mendukung kondisi tersebut adalah, juga karena para pelaku pasar menunggu waktu kenaikan suku bunga Amerika.

Gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225 dilaporkan bergerak melemah dan sempat bergerak sekitar 0.09% di kisaran level level 17.065. Gerak nilai apresiasi mata uang Yen sdilaporkan telah bergerak menguat sekitar 0.3%, diperdagangkan di kisran 110.85. Hal tersebut terjadi, setelah kemarin gerak nilai apresiasi mata uang Yen bergerak melemah sebesar 0.7% terhadap mata uang USD.

Kepala analis di SMBC Friend Securities Co di Tokyo mengatakan bahwa kami mungkin akan melihat harga saham tidak akan bergerak banyak karena Nikkei telah melewati level 17.000 di dalam volume perdagangan yang tipis. Di saat semua mata tertuju ke kebijakan moneter Amerika, para pelaku pasar akan melihat-lihat terlebih dahulu untuk mengukur kemana pasar akan berjalan selanjutnya.

Gerak nilia harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah berada di jalur untuk penguatan bulanan terpanjang dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Hal tersebut terjadi, karena terjadinya gangguan suplai mulai dari Nigeria sampai dengan dari Kanada, yang mengurangi pasokan global sebelum OPEC bertemu pada hari Kamis nanti di Vienna untuk membahas kebijakan produksi.

Gerak nilia harga komoditas minyak WTI tidak banyak berubah dari penutupan pasar hari Senin, berada di jalur unruk kenaikan bulanan keempat. Gerak nilia harga komoditas minyak WTI dilaporkan telah bergerak di kisaran level harga $49.45 US/ barel, naik sekitar 0.3%. Gerak nilia harga komoditas minyak kemungkinan akan menemukan level support terdekat di kisaran level harga $49.00 dan level resisten di kisaran level harga $50.30.

Serangan milisi di Nigeria telah mengurangi pasokan negara tersebut ke level terendah dalam lebih dari dua decade. Dilaporkan juga bahwa, produksi minyak Kanada turun karena kebakaran hutan. Para produsen akan mulai beroperasi kembali setelah kebakaran mereda.

Gerak nilia harga komoditas minyak telah melonjak lebih dari 85% sejak turun ke level terendah 12 tahun di bulan Februari karena tanda-tanda berkurangnya surplus minyak global di tengah penurunan produksi mulai dari Amerika sampai Nigeria. The Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) kemungkinan tidak akan mencapai kesepakatan untuk membatasi output ketika mereka bertemu pada tanggal 2 Juni karena pemimpin kelompok Arab Saudi masih berkonflik dengan salah satu anggota OPEC.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

USD Masih Perkasa, Pasar Perhatikan Zona Eropa

Mata uang USD pada hari ini (Senin, 06/ 05/ 2013), masih berada di kisaran level harga penutupan hari Jumat (03/ 05/ 2013) lalu, sekaligus mempertahankan penguatan yang diraihnya akhir pekan

Forex News 0 Comments

Cemaskan Yunani, Euro Tampil Defensif

Euro tampil defensif pada hari Senin pagi, tertekan oleh stimulus dari European Central bank yang mendorong yield obligasi di zona euro turun dan kecemasan mengenai diskusi antara Yunani dengan pihak

Berita 0 Comments

Pernyataan RBA’s Stevens Bebani Kinerja Aussie

Aussie terlihat kesulitan mempertahankan momentum penguatan setelah RBA’s Stevens kembali memperingatkan resiko pelemahan Dollar Australia. “Pasar terlalu remeh menghadapi resiko pelemahan Dollar Australia. Akan cukup mengejutkan jika aussie dapat mempertahankan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image