Aussie Terkoreksi Kembali, Arab Saudi dan Rusia Sepakat

aussieDilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Australia, yang lazim disebut dengan istilah Aussie, telah bergerak melemah turun sekitar 0.5%. Gerak nilai apresiasi mata uang Aussie telah bergerak melemah menuju ke kisaran level 0.7653.

Hal tersebut terjadi seteklah dirilisnya data GDP Australia yang berada di bawah estimasi. dDilaporkan bahwa hasil rilis data GDP bertumbuh sebesar 0.5% di kuartal kedua, menurut data pemerintah pada hari Rabu. Laju pertumbuhan berada di bawah estimasi analis sebesar 0.6%.

Sebelumnya, Reserve Bank of Australia (RBA) telah mengambiil tindakan dengan mempertahankan suku bunga di rekor rendah 1.5% pada hari Selasa menyusul 2 kali pemangaksan dalam 4 bulan terakhir. Telah dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD sempat diperdagangkan pada kisaran level 0.7670, kembali rebound seiring pelemahan dollar pasca data ISM sektor jasa Amerika yang mengecewakan semalam, memangkas potensi kenaikan suku bunga tahun ini.

Telah dilaporkan bahwa, industri manufaktur Jerman kembali bertumbuh pada bulan Juli meski dengan laju yang lebih rendah dari ekspektasi. Pada bulan Juli, pesanan pabrik Jerman naik 0,2%, lebih rendah dari ekspektasi kenaikan 0,5%, setelah sempat menurun 0,3% pada bulan sebelumnya.

Konsumen internasional bantu memulihkan aktivitas manufaktur negara perekonomian terbesar Eropa tersebut dan menutupi penurunan pesanan domestik. Detail laporan menunjukkan permintaan ekspor terdongkrak kenaikan 12,% pesanan dari area Euro. Pesanan domestik sendiri turun 3%, penurunan terbesar sejak bulan Agustus tahun lalu.

Data ini menambahkan sinyal penurunan mementum pertumbuhan Jerman. Meskipun demikian Bundesbank masih yakin dalam laporan bulanannya yang terakhir pertumbuhan ekonomi Jerman akan terpacu pada kuartal saat ini.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga komoditas minyak mentah mampu memangkas kerugian untuk ditutup melemah tipis pada sei perdagangan pasar di hari Selasa. Hal tersebut terjadi, di tengah menyusutnya harapan akan tercapainya kesepakatan antara 2 produsen utama untuk membatasi produksi sebagai upaya mengatasi banjir pasokan global.

Pihak dari Arab Saudi dan Rusia pada hari Senin kemarin telah setuju untuk bekerjasama di pasar minyak dunia, namun Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan jika pembatasan output belum diperlukan saat ini. Sementara Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan dirinya akan mempertimbangkan ide-ide untuk membatasi produksi dan jangka waktu pelaksanaan hal tersebut.

Dilaporkan bahwa Menteri Perminyakan Iran, Bijan Zanganeh, setelah melangsungkan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal OPEC Mohammed Barkindo. Bijan Zanganeh, mengatakan bahwa ia akan mendukung setiap tindakan untuk menstabilkan harga minyak mentah di kisaran $50-$60 US/ barrel.

Di pasar AS, para pelaku pasar mengatakan jika laporan Genscape telah membantu harga minyak mengurangi pelemahan. Stok minyak di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman minyak mentah berjangka Amerika, dilaporkan turun sekitar 700.000 barrel pada pekan lalu.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Dollar AS Terpantau turun terhadap Dollar Kanada

24-desember-2013 – Dollar AS dini hari ini terpantau turun terhadap Dollar Kanada . Dibuka pada kisaran 1.0640 di awal perdagangan (00.00 GMT), mata uang tersebut melemah sekitar -25 pips atau

Forex News 0 Comments

Euro dan Emas Tengah Dalam Kondisi Kelam, Amerika Mulai Berbenah

Pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat (12/ 06/ 2015) ini, telah dilaporkan bahwa gerak harga emas masih bergerak dalam kondisi harga mengalami pelemahan. Gerak pelemahan harga emas ini

Forex News 0 Comments

Yen Anjlok terhadap Dolar; Deflasi Masih Bertahan

Yen Jepang menyentuh level terendah dalam 2.5 tahun belakangan sebelum gubernur BoJ Masaaki Shirakawa berbicara hari ini. Sebelumnya hari Selasa kemarin bank sentral Jepang sudah mengumumkan rencana untuk pembelian aset

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image