Aussie Tertekan Akibat China, Minyak Sedikit Menguat Di Awal Sesi Perdagangan Pasar

0a0a_0aa_0002_12751_0a0aaa01_0021175_06785550_nGerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, telah mengalami awal terbaik diantara major currencies sejak di awal sesi perdagangtan pasar di tahun ini. Gerak nilai apresiasi mata uang Jepang tersebut bergerak menguat terhadap 16 major currencies setidaknya sekitar 1% di tahun 2015 lalu, dan mencapai level terkuat dalam empat bulan terakhir terhadap Greenback pada sesi perdagangan pasar hari Kamis kemarin. Hal tersebut terjadi, seiring China yang mentoleransi pelemahan yuan yang memperbaharui kecemasan perlambatan ekonomi global.

Gerak nilai apresiasi mata uang Yen menguat sebesar 2.4% pada pekan ini menjadi 117.47 USD pada sesi perdagangan pasar hari Jumat ini. Gerak nilai apresiasi mata uang Yen pada sesi perdagangan pasar hari Jumat ini. Hal tersebut terjadi, setelah gerak nilai apresiasi mata uang Jepang tersebut sempat menguat ke 117.33 pada hari Kamis kemarin.

Gerak nilai apresiasi mata uang Yen menuju arah level tersebut yang merupakan pencapaian gerak terkuat sejak 24 Agustus lalu. Gerak nilai apresiasi mata uang Jepang ini, telah menguat sekitar 2% terhadap mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro dalam kurun waktu lima hari terakhir menjadi 128.54. Gerak nilai apresiasi mata uang Yen hanya sedikit berubah terhadap Euro pada hari Jumat.

Untuk gerak nilai apresiasi mata uang Australia, yang lazim disebut dengan istilah Aussie, justru sebaliknya. Gerak nilai apresiasi mata uang Australia tersebut, bergerak melemah dengan merosot sekitar 3.9% pada pekan ini menjadi $0.7003. Gerak penurunan nilai apresiasi Aussie ini adalah merupakan gerak penurunan terbesar sejak pekan yang berakhir 23 Januari 2015. Gerak nilai apresiasi mata uang Aussie turun ke $0.6981 pada hari Kamis, itu adalah level terendah sejak 29 September.

Gerak nilai apresiasi Aussie tengah berada di jalur untuk penurunan satu minggu terbesar dalam 11 bulan. Hal tersebut terjadi, oleh karena gejolak di China yang menyebar ke pasar keuangan seluruh dunia. Gerak nilai apresiasi Aussie turun ke level terendah sejak September karena harga komoditas ekspor negara tersebut anjlok.

Analis di Amplifying Global FX Capital di Colorado mengatakan bahwa China mungkin akan mengambil langkah untuk menstabilkan pasar mereka setelah penurunan tajam sepanjang tahun ini. Sebuah periode dari aksi hindar aset beresiko secara global kemungkinan akan membebani komoditas dan mata uang negara berkembang, dapat memperkuat gerak nilai apresiasi mata uang Yen dalam jangka pendek.

Dilaporkan bahwa gerak nilai aharga saham China telah mampu untuk bergerak berbalik positif di awal sesi perdagangan pasar hari Jumat ini, dengan volatilitas yang cenderung berkurang. Kondisi tersebut terjadi, seiring regulator bursa menangguhkan penggunaan mekanisme circuit breaker baru yang terbukti gagal untuk meredakan gejolak.

Gerak nilai harga indeks saham China, Shanghai Composite Indeks, dilaporkan tengah mengurangi gerak penguatannya hingga menjadi sekitar 1,2%. Gerak nilai harga indeks saham China tersebut sempat melesat sekitar 2,2% pada saat pembukaan. Kondisi tersebut terjadi, setelah China Securities Regulatory Commission (CSRC) pada hari Kamis kemarin malam telah mengumumkan akan menghentikan mekanisme circuit breaker yang telah memicu 2 kali suspend sepanjang pekan ini.

Sentimen juga terbantu oleh langkah dari pihak berwenang dari PBoC. Pihak berwenang PBoC telah mematok nilai tengah gerak apresiasi mata uang Yuan sedikit lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya, sehingga membantu mengikis kekhawatiran para pelaku pasar tentang perlambatan laju ekonomi China yang semakin mendalam.

Sementara konsentrasi tinggi investor individu China telah membuat gerak nilai harga di pasar saham bergerak volatile, pergerakan ekstrim di awal tahun ini juga telah menghidupkan kembali kekhawatiran lain. Para pelaku pasar mulai meragukan kemampuan Partai Komunis berkuasa dalam mengelola ekonomi yang tengah menuju perlambatan terburuk sejak tahun 1990.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga minyak telah sedikit menguat di awal sesi perdagangan hari Jumat ini. Meski demikian, namun gerak nilai harga minyak masih di dekat level terendah 12 tahun. Kondisi tersebut terjadi di tengah terguncangnya pasar keuangan di China di saat para pelaku pasar sudah mengkhawatirkan minyak global yang kelebihan suplai.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga minyak WTI, telah diperdagangkan sekitar 47 sen lebih tinggi di kisaran harga $33.72 US/ barel, setelah berakhir di kisaran harga $33.27 US/ barel pada hari Kamis kemarin. Pada sesi terakhir perdagangan pasar hari Kamis, gerak nilai harga minyak WTI menyentuh level terendah sejak akhir 2003 di $32.10 US.

Juga telah pula dilaporkan bahwa, gerak nilai harga minyak Brent telah berakhir turun sekitar 48 sen di kisaran harga $33.75 US/ barel pada sesi perdagangan pasar sebelumnya. Hal tersebut terjadi, setelah gerak nilai harga minyak Brent tergelincir ke level terendah di kisaran harga $32.16 US/ barel, sebuah level yang terakhir terlihat di bulan April 2004.

Analis ANZ pada hari Jumat mengatakan bahwa gerak nilai harga minyak masih berada di bawah tekanan di tengah kecemasan terhadap laju ekonomi China dan depresiasi gerak nilai Yuan. Dia juga menambahkan bahwa dengan meningkatnya ketegangan di Timur tengah yang saat ini semakin memanas, gerak nilai harga minyak kemungkinan akan menguji ke $30 US/ barel di tengah meningkatnya kecemasan pada dampak dari pelemahan gerak nilai apresiasimata uang Yuan yang mana itu akan mempengaruhi permintaan dari China.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Aussie Melambung berkat data perdagangan dari china

Dollar Australia melonjak ke level tertinggi 3-minggu versus Greenback setelah data China menunjukkan impor naik ke rekor tertinggi. Ekspor China tumbuh 14,1% pada bulan Desember, sementara impor naik 6%. Yang

Fundamental 0 Comments

Laporan The Fed Jelang Masa Akhir Yellen Dirilis, Emas Dan Minyak Koreksi Harga

Telah dilaporkan bahwa Janet Yellen, Kepala Federal Reserve Bank, mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang kuat, kenaikan cepat upah dan pasar tenaga kerja yang solid. Hal tersebut berarti bahwa The Fed

Komoditas

Hasil Rilis Data Jepang Positif, Produksi OPEC Diperkirakan Turun

christian louboutin outlet Dilaporkan bahwa hasil rilis data harga grosir Jepang meningkat di laju tercepat tahunan hampir sembilan tahun di bulan Agustus. Hal tersebut terjadi, karena permintaan China yang kuat

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image