Aussie Waspadai Kondisi Perekonomian Australia

Aussie Waspadai Kondisi Perekonomian Australia

Aussie melemah setelah publikasi data penjualan ritel dan neraca perdagangan Australia isyaratkan masih rapuhnya momentum pertumbuhan ekonomi negeri Kangguru tersebut. Penjualan ritel Australia hanya mencatatkan kenaikan 0,2% untuk bulan Februari; lebih buruk dari prediksi kenaikan 0,3% dan publikasi sebelumnya yang naik sebesar 1,2%. Meski surplus neraca perdagangan Australia yang mencapai A$1,2 miliar lebih baik dari estimasi A$850 juta namun tidak setinggi revisi publikasi sebelumnya A$1,39 miliar. Kinerja ekspor Australia juga mengalami stagnan di bulan Februari setelah mengalami kenaikan 4% di Januari.

Data non-manufaktur Cina yang baru dirilis juga menegaskan ancaman perlambatan ekonomi mitra dagang utama Australia tersebut. Indeks non-manufaktur Cina turun ke level 54.5 untuk bulan Maret; lebih rendah dari publikasi sebelumnya 55.0. Dengan kondisi perekonomian Australia dan Cina yang masih rapuh maka ini dapat mendorong RBA untuk tetap mempertahankan kebijakan moneter longgar meski pasar kini memprediksikan potensi kenaikan suku bunga RBA menjelang penutupan tahun 2014. AUD/USD kini diperdagangkan 0.9218; menjauhi level tinggi harian 0.9251

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Pasar Lebih Memilih Emas Dibanding Aussie, Minyak Turut Berimbas Pada Saham Asia

Gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD tengah memasuki kondisi konsolidasi tanpa ada peristiwa penting yang akan mempengaruhi gerak nilai apresiasi Aussie. Ada sedikit risiko sehingga para pelaku pasar beralih

Berita 0 Comments

Mayoritas Bursa Asia Masih Libur, Pasar Lebih Melirik Yen

Dilaporkan bahwa para pemberi pinjaman pada negara Yunani masih perlu dipersuasi. Hal tersebut perlu dilakukan, karena kondisi yang masih terjadi. Kondisi tersebut adalah, bahwa Athena dapat mengatasi kesenjangan fiskal yang

Forex News 0 Comments

Sterling Terkoreksi, Nantikan GDP

Sterling diperdagangkan melemah di perdagangan sesi Asia hari ini setelah menguat tajam dalam dua hari beruntun terhadap dollar. Naiknya inflasi dan penjualan ritel Inggris menopang pergerakan sterling sebelumnya. Office for

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image