BOK Rilis Kebijakan Defensif, Kondisi China Masih Jadi Perhatian Global

0a0a_0a0_0002_12651_0a0aaa01_00100504_02665418_nGerak nilai apresiasi mata uang Australia dan Selandia Baru/ New Zealand, yang lazim disebut dengan istilah Aussie dan Kiwi, dilaporkan bergerak menguat terhadap Greenback. Gerak penguatan nilai apresiasi ke dua mata uang tersebut terjadi, karena merespons hal-hal yang mendukung gerak koreksi nilai apresiasi mata uang USD.

Gerak positif Aussie dan Kiwi terjadi, karena merespon baik atas kenaikan gerak nilai harga minyak mentah. Telah dilaporkan bahwa, gerak nilai harga komoditas minyak bergerak menguat, dari level terendah 12-tahun. Kondisi lain yang mendukung keadaan tersebut adalah, adanya data surplus perdagangan China yang lebih tinggi dari ekspektasi. Keyakinan para pelaku pasar juga bertumbuh setelah Beijing menjaga kestabilan gerak nilai apresiasi mata uang China, yaitu mata uang Yuan untuk hari keempat beruntun.

Aussie dan Kiwi termasuk dalam kelompok mata uang komoditas dan China merupakan salah satu konsumen komoditas terbesar dunia. Dilaporkan bahwa, tingkat impor China turun 7,6% pada akhir tahun lalu, namun masih lebih baik dari ekspektasi penurunan 11,5% oleh para analis. Disamping itu, perdagangan Aussie juga merespon positif kenaikan 17,2% impor bijih besi pada bulan Desember. Bijih besi merupakan produk ekspor utama Australia dengan China menjadi salah satu konsumen terbesarnya.

Gerak nilai harga saham utama di bursa Asia dilaporkan tengah bergerak melemah, anjlok pada awal sesi perdagangan pasar di hari Kamis ini. Kondisi tersebut terjadi seiring terpukul oleh sentiment pasar. Para pelaku pasar dilaporkan telah melakukan aksi jual masif di bursa Wall Street pada sesi perdagangan pasar Amerika hari Rabu semalam. Langkah tersebut dilakukan oleh para pelaku pasar, karena adanya kekhawatiran perlambatan gerak laju ekonomi global dan gerak nilai harga komoditas minyak yang rendah.

Gerak nilai harga di Shanghai Composite Indeks (SSEC) dilaporkan kembali bergerak negatif pada awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis. Gerak nilai harga SSEC dengan merosot sekitar 1,1%.

Kondisi tersebut terjadi, setelah dihantam aksi jual para pelaku pasar menjelang akhir perdagangan pasar di hari Rabu, di tengah meningkatnya keraguan tentang komitmen regulator dalam menopang pasar saham dan mengontrol volatilitas di pasar keuangan. Sentimen bearish di pasar China daratan tersebut juga menyeret gerak nilai harga indeks Hang Seng33 di Hongkong hingga terkoreksi turun sekitar 1,6%.

Dilaporkan juga bahwa gerak nilai harga indeks saham Jepang, yaitu indeks Nikkei225, terkoreksi kuat dan bergerak melemah anjlok sekitar 3,66%. Kondisi tersebut telah menghapus perolehan keuntungan sekitar 2,88% yang ditorehkan pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu. Kondisi tersebut terjadi, seiring memburuknya kinerja sektor usaha komoditas.

Sektor industry mesin juga dilaporkan, telah tergerus setelah data menunjukkan pesanan mesin inti Jepang merosot sekitar 14,4% pada bulan November. Angka tersebut menjadi penurunan pertama dalam kurun waktu 3 bulan. Sedangkan pelemahan gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY berpotensi membebani gerak nilai harga saham eksportir Jepang.

Dilaporkan juga bahwa, gerak nilai harga indeks saham Korea Selatan, yaitu indeks saham KOSPI, telah kehilangan keuntungan sekitar 1,25%. Hal tersebut terjadi, setelah Bank of Korea (BoK) memberlakukan kebijakannya. Kebijakan BoK tersebut adalah, dengan memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan di rekor terendah.

Bank of Korea (BoK) dilaporkan pada hari Kamis ini, bahwa telah memberlakukan kebijakan dengan mempertahankan tingkat suku bunga utamanya tidak berubah untuk bulan ke-7 berturut-turut. Langkah tersebut diambil oleh BoK, di tengah kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari volatilitas pasar global dan perlambatan laju ekonomi China.

Keputusan BoK untuk mempertahankan tingkat pembelian kembali 7-hari sebesar 1,5%, tampaknya sudah diperkirakan sebelumnya oleh sebagian besar para pelaku pasar. Pada hari Kamis ini, pihak berwenang BoK juga dijadwalkan untuk merilis update proyeksi pertumbuhan dan inflasi tahun 2016, setelah menyajikan proyeksi pertumbuhan 3,2% dan inflasi 1,7% pada bulan Oktober.

Lee Ju Yeol, Gubernur BoK, mengemban tugas berat untuk memacu inflasi ke target baru 2% dan menopang perekonomian Korea Selatan di tengah penurunan nilai ekspor. Tugas tersebut diperberat dengan minimnya ruang bagi BoK untuk melakukan pelonggaran moneter. Kondisi tersebut terjadi, mengingat utang rumah tangga yang berada di level rekor dan meningkatnya resiko arus keluar modal menyusul kenaikan suku bunga Amerika dan ketidakstabilan di China.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah rebound dari level terendah 12-tahun yakni senilai $29.93 US/ barel. Keadaan tersebut juga telah meredakan kecemasan para pelaku pasar terkait gejolak dalam pasar komoditas.

Data resmi jumlah suplai minyak mentah di Amerika untuk periode pekan lalu akan menjadi perhatian pasar selanjutnya. Pada sesi perdagangan pasar hari Rabu kemarin, dilaporkan bahwa para pelaku pasar dikejutkan dengan laporan penurunan sekitar 3,9 juta barel atas suplai minyak mentah Amerika.

Laporan tersebut dirilis dengan berdasarkan dari data American Petroleum Institute (API). Kondisi tersebut terjadi, saat para pelaku pasar memperkirakan bahwa akan ada kenaikan sekitar 2,5 juta barel atas suplay minyak Amerika. Data aktual yang mengonfirmasi penurunan jumlah suplai minyak mentah di Amerika berpotensi memberikan dorongan penguatan tambahan untuk gerak nilai harga minyak mentah yang diduga akan ikut berdampak dalam perdagangan produk komoditas lain.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Gerak Nilai Harga Komoditas Minyak dan Bijih Besi Anjlok, Indeks Saham Asia dan Major Currencies Tertekan

Mata uang Australia, yang lazim disebut dengan Aussie, dilaporkan tampak masih akan memperpanjang gerak kerugian terbesar mereka dalam lebih dari sebulan. Aussie dilaporkan telah bergerak melemah nilai apresiasinya terhadap Greenback.

CFD News 0 Comments

Jerman dan China Bergerak Tumbuh, Emas Ikut Menguat

Dilaporkan bahwa semangat bisnis Jerman melonjak naik ke rekor tertinggi di bulan November, karena perusahaan meningkatkan prospek mereka untuk beberapa bulan ke depan, terlepas dari situasi politik Jerman yang tidak

Fundamental 0 Comments

Terorisme Berimbas Pada Pasar, Loonie Terkoreksi Greenback

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD/ CAD tampak masih diperdagangkan naik sekitar 0,08% di kisaran level $1.3424 pada awal sesi perdagangan pasar di hari Kamis. Hal tersebut terjadi,

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image