Cadangan Minyak Amerika Bagus, Pasar Masih Pantau Perkembangan Konflik Dunia

Cadangan Minyak Amerika Bagus, Pasar Masih Pantau Perkembangan Konflik Dunia

16249_506996652707703_964692965_nKemarin, para pelaku pasar juga pantau data perkembangan terakhir di Ukraina dan Libya, serta data ekonomi makro seperti indeks manufaktur Amerika, yang naik di atas expektasi pasar. Hal ini juga memicu penguata mata uang USD terhadap major currency lainnya. Selain itu, ada hal menarik seputar industri minyak Amerika. Perkembangan ekonomi di bidang industri minyak di Amerika, dilaporkan bahwa cadangan minyak mentah Amerika melonjak dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini adalah berkat strategi ketahanan energi yang bagus yang telah dilakukan oleh pemerintah. Berbeda dengan empat dasawarsa lalu, pihak Washington sebaliknya kini diminta untuk mencabut larangan ekspor ke negara luar sesegera mungkin.

Menurut Chief Executive Officer Shell, Ben van Beurden, para pemegang kebijakan di Amerika harus mulai menerapkan liberalisasi, diversifikasi dan kerjasama luar negeri dalam mengelola kebijakan energinya. Salah satu cara yang sebaiknya dilakukan adalah dengan membuka kembali akses ekspor minyak ke negara - negara konsumen. Hal ini perlu dilakukan oleh pemerintah agar stabilitas harga tetap terjaga. “Ekspor (minyak) akan meningkatkan neraca perdagangan dan membantu terciptanya sistem ketahanan energi dunia,” ujarnya dalam konferensi energi di Columbia University. Ben van Beurden berpendapat, bahwa arus produksi dan distribusi minyak akan lebih stabil apabila sebagian diekspor ke perusahaan penyulingan di luar negeri. “Hal itu juga akan mencegah lonjakan harga secara tiba-tiba,” tambah van Beurden. Sampai sekarang, baik pihak kongres maupun Gedung Putih belum memberi sinyal akan dicabutnya larangan ekspor minyak. Kedua lembaga tidak mau disalahkan apabila nantinya harga minyak meroket tiba-tiba karena faktor lain yang tidak terkait dengan volume persediaan dalam negeri. Sejak embargo minyak Arab tahun 1970-an, Amerika memberlakukan larangan ekspor energi ke luar negeri untuk menjaga kesejahteraan warganya. Akan tetapi, kebijakan itu sekarang dianggap tidak relevan lagi karena cadangan minyak Amerika sangat berlimpah. Kelimpahan cadangan minyak ini khususnya berkat penggunaan teknologi shale dengan menggali sumber minyak dari permukaan keras. Dalam waktu yang tidak lama lagi, Amerika akan segera menyalip Arab Saudi dan Rusia sebagai produsen minyak mentah terbesar dunia.

Pada bulan Juni lalu, pemerintah memberikan sedikit pelonggaran kepada dua perusahaan, yakni Enterprise Product Partners (EPD.N) dan Pioneer Natural Resources (PXD.N), untuk mengekspor minyak jenis ultra light dari produk minyak kondensasi. Namun sejak saat itu, permintaan untuk ekspor dari perusahaan lainnya belum juga dikabulkan oleh Departemen Perdagangan. Sementara untuk produk gas alam, otoritas energi sudah memperbolehkan beberapa perusahaan melakukan ekspor ke luar negeri mulai awal tahun depan. Beberapa negara sudah antri untuk membeli produksi minyak Amerika karena sumber energi dunia mulai berkurang. Delegasi Korea Selatan sempat bertemu langsung dengan pejabat legislatif di Washington untuk membahas soal kemungkinan ini. Sementara pemerintah Jepang dan Meksiko dalam posisi ‘stand-by’ menunggu lampu hijau soal kapan dicabutnya larangan ekspor Amerika. Harga minyak untuk pengiriman bulan Oktober jatuh $3,08 USD, atau 3,2%, untuk $92.88 USD/ barel di New York Mercantile Exchange. Level harga tersebut merupakan level harga terendah sejak 14 Januari. Minyak Brent untuk pengiriman Oktober turun $2,45 USD, atau 2,4% menjadi $100.34 USD / barel.

Selain imbas ketegangan yang meningkat dalam konflik antara Ukraina dan Rusia, kondisi Libya pun terjadi kendala, bahwa negara telah kehilangan kontrol atas modal Tripoli ke milisi sekutu Islam, yang mempertaruhkan produksi minyak dengan rata-rata hasil sekitar 500.000 barel/ hari pada akhir Agustus. Ketegangan geopolitik berlangsung di seluruh dunia, tetapi para pedagang minyak mentah terfokus pada prospek permintaan. Sementara itu, Nymex blendstock untuk Oktober jatuh 8 sen US, atau 3,1%, untuk $2.5430 USD/ gallon.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Yen Masih Tekan Performa USD

Dengan indeks Nikkei yang dibuka dibawah 10800 dengan kejatuhannya sebanyak 1% dan menguatnya Yen terhadap sebagian besar mata uang rival lainnya dalam 2 hari terakhir, Yen sepertinya masih akan terbebani

Penguatan Harga Emas Diperkirakan Hanya Sementara, Pasar Masih Amati Fundamental

Harga emas tampak telah bisa bergerak menguat pada perdagangan hari ini (25/ 09/ 2013) meskipun dalam area gerak yang sempit. Pergerakan harga yang cukup fluktuatif di tengah kekhawatiran bahwa The

Fundamental 0 Comments

Gerak Nilai Harga Pasar Amerika Tunggu Yellen, Indonesia Ambil Langkah

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD masih berada di bawah tekanan. Kondisi tersebut terjadi, karena para pelaku pasar tengah menantikan petunjuk dari Janet Yellen mengenai arah kebijakan Amerika

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image