China Rebound, Jelang FOMC Meeting Pengaruhi Positif USD

0a1y01e8719Gerak harga emas diperdagangkan pada kisaran yang sempit mencatatkan keuntungan tipis kurang dari $1 dipasar emas spot. Para pelaku pasar nampaknya masih menunggu hasil akhir pertemuan FOMC Minutes Amerika pada dini hari nanti. Perlu diwaspadai oleh para pelaku pasar bahwa, dalam beberapa pernyataan kepala The Fed, Janet Yellen, telah mengungkapkan adanya kemungkinana kenaikan suku bunga awal akan terjadi pada tahun ini dan diperkirakan akan terjadi pada periode September mendatang.

Gerak harga emas hanya mengalami kenaikan tipis diawal sesi perdagangan pasar Amerika. Gerak harga emas mencapai level tertinggi hariannya menyusul dirilisnya data harga perumahan Amerika oleh S&P yang mencatatkan kenaikan yang lebih rendah dari periode sebelumnya yakni sebesar 1.1% selama periode Mei, data dirilis lebih rendah dari perkiraan pada 1.3% (F). Namun harga pasar kembali berangsur turun menyusul data Service PMI Amerika yang dirilis naik pada level 55.2, lebih tinggi dari perkiraan dan data sebelumnya yaitu pada 55.0 (F) dan 54.8 (P).

Dilaporkan bahwa gerak harga emas spot menyelesaikan sesi perdagangan Selasa (28/ 07/ 2015), dengan keuntungan sebesar 80 sen atau 0.07% berakhir pada level $1,094.300 per troy ounce, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,098.860 dan serendah $1,091.490. Dalam sepekan lalu, emas spot mencatatkan kerugian sebesar $33.90 atau 2.99%. Dilaporkan bahwa gerak harga emas berjangka kontrak Agustus di Divisi Comex New York Mercantile Exchange telah menyelesaikan sesi perdagangan Selasa (28/ 07/ 2015) dengan kerugian sebesar 20 sen atau 0.02% berakhir pada level $1,096.200 US/ ons. Memasuki perdagangan pekan ini, pasar akan kembali terfokus pada pertemuan FOMC Minutes Amerika pada sesi perdagangan pasar hari Kamis dini hari.

Gerak nilai apresiasi mata uang USD dilaporkan masih mempertahankan gerak penguatan moderatnya dari semalam pada awal sesi perdagangan pasar hari Rabu. Penguatan nilai apresiasi ini terjadi di saat para pelaku pasar mencari setiap petunjuk yang ada dari The Fed untuk indikasi waktu dan estimasi laju kenaikan suku bunga ke depan. Indeks USD bergerak menguat ke kisaran 96.65, rebound dari level terendah dua pekan di 96.28 yang dicapai pada hari Senin. Euro kembali melemah dari level tertinggi hari Senin di $1.1129 untuk ke level $1.1075.

Dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang USD kembali menguat pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa. Nilai indeks USD atas major currencies berhasil bangkit setelah sempat merosot di sesi perdagangan pasar di awal pekan. Perhatian para pelaku pasar kini tertuju pada meeting Federal Open Market Commitee (FOMC) The Fed yang memulai rapat kebijakan moneter pada hari Selasa, dan berakhir pada Rabu waktu setempat. Gerak nilai apresiasi mata uang USD pada sesi perdagangan pasar hari Selasa menguat terhadap mata uang Jepang, Yen dan mata uang Euro. Meski demikian, mata uang USD sebaliknya melemah terhadap mata uang Inggris, Poundsterling. Nilai apresiasi mata uang USD flat terhadap mata uang Franc. Indeks USD pada sesi perdagangan pasar hari Selasa menguat sekitar 0,08%, setelah melemah 0,75% di hari Senin.

Meski belum akan menaikkan suku bunga pada rapat kali ini, namun akan sangat krusial mengingat pasar berekspektasi suku bunga akan dinaikkan bulan September, sementara di bulan Agustus The Fed tidak mengadakan rapat kebijakan moneter. Kondisi pasar saham China yang terus merosot disertai dengan isu melambatnya ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut membuat proyeksi kenaikan suku bunga di bulan September menjadi tanda tanya lebih besar. Rumor beredar jika Federal Reserve dapat menunda kenaikan suku bunga akibat gejolak pasar saham China serta penurunan harga komoditas. Data yang telah dirilis oleh Conference Board menunjukkan tingkat keyakinan konsumen Amerika di bulan Juli merosot ke level terendah sejak September 2014. Angka indeks turun menjadi 90,9 dari sebelumnya 99,8, sementara ekspektasi ekonom sebesar 100,1. Penurunan tersebut diakibatkan kurang optimisnya para konsumen terhadap kondisi pasar tenaga kerja Amerika saat ini dan yang akan datang.

Kondisi pasar tenaga kerja merupakan salah satu acuan The Fed untuk menaikkan suku bunga, kurang optimisnya konsumen terhadap sektor tersebut kemungkinan akan menjadi perhatian oleh The Fed. Meski tingkat pengangguran Amerika turun di bulan Juni menjadi 5,3% dari sebelumnya 5,5%, namun data non-farm payrolls Juni lebih rendah dari ekspektasi (223K vs 231k). Selain itu data dua bulan sebelumnya juga direvisi turun, dengan pertumbuhan gaji yang stagnan. Penurunan tingkat penganguran sendiri disebabkan keluarnya masyarakat dari angkatan kerja.

Telah dilaporkan bahwa saham China bergerak rebound dan memimpin pemulihan pasar Asia pada sesi perdagangan pasar hari Rabu, seiring sentimen terbantu oleh penutupan positif Wallstreet pada sesi perdagangan pasar hari Selasa kemarin. Saham Amerika mampu menghentikan penurunan 5 hari beruntun pada hari Selasa, dengan ke-3 indeks utama mencatat gain sekitar 1%. Kendati demikian investor terlihat cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi menjelang pengumuman kebijakan Federal reserve nanti malam, yang mungkin akan menyajikan sinyal tambahan tentang waktu kenaikan suku bunga.

Indeks Shanghai Composite China dibuka 0,8% lebih tinggi di tengah harapan bahwa Beijing akan dapat membendung gejolak di pasar saham. China Securities Regulatory Commission pada awal pekan kemarin telah mengatakan bahwa pemerintah daerah akan meningkatkan pembelian saham sebagai upaya mendukung pasar ekuitas, sementara bank sentral juga akan menyuntikkan likuiditas ke pasar uang dan mengisyaratkan pelonggaran moneter lebih lanjut. Sentimen positif di pasar China daratan tersebut membantu indeks Hang Seng di Hong Kong naik 0,4% di awal sesi.
Di Jepang, indeks Nikkei225 berbalik negatif satu jam setelah bel pembukaan perdagangan menyusul penurunan tajam saham kelas berat Fanuc. Saham Fanuc dilaporkan bergerak merosot 12% setelah produsen robot industri itu memangkas proyeksi keuntungan tahunan. Indeks saham Jepang juga terbebani oleh data penjualan ritel bulan Juni, yang meskipun menunjukkan pertumbuhan di atas ekspektasi, namun melambat tajam jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Sementara indeks KOSPI Korea Selatan terapresiasi 0,4% seiring investor berfokus ke saham-saham tertentu. Saham Lotte Shopping mengungguli peritel lainnya dengan melonjak 7% pasca sebuah berita menyebutkan jika Shin Kyuk-ho, General Chairman Lotte Holdings Jepang, telah diberhentikan dari jabatannya dalam rapat pemegang saham darurat pada hari Selasa. Sedangkan saham produsen obat Hanmi Pharmaceutical rally 9,9% setelah mengumumkan kesepakatan lisensi senilai 850 milyar Won ($728,8 milyar) dengan raksasa farmasi Jerman, Boehringer Ingelheim.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Greenback Tampak Stabil Jelang Pemilu Capres Amerika, Pihak FBI Lepas Hillary Clinton

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD tampak bergerak stabil di sesi perdagangan pasar Asia pada hari Selasa. Greenback tampak tengah mempertahankan gerak penguatan gerak nilai apresiasinya yang dibukukan

Fundamental 0 Comments

USD Terkoreksi, Aussie Berupaya Bertahan Terimbas China

Nilai apresiasi mata uang USD mencoba bangkit terahadap mata uang Jepang, Yen, setelah mengalami koreksi kuat. Nilai apresiasi mata uang USD terkoreksi kuat terhadap Yen, melemah tajam pada sesi perdagangan

Komoditas

Pasar Nantikan Pertemuan Bank Sentral, Minyak Koreksi Kembali

jordan release dates december 2017jordan 9 space jam 2016buy jordan 11 space jam onlinegrey suede 11s onlinespace jam 11s flight club pricejordan 11 space jam 2016 on feetjordan 11 space

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image