Dollar Rebound Pada Sesi Asia

Dollar Rebound Pada Sesi Asia

Dollar kembali pulih pada sesi perdagangan Asia pasca pelemahan semalam akibat data penjualan ritel AS yang lemah, sementara dollar Australia melemah pada hari Rabu akibat data ekonomi China yang negatif. Laju pertumbuhan ekonomi tahunan China melambat menuju level rendah 6-tahun pada 7.0% di kuartal pertama, dengan indikator kunci lain anjlok ke level rendah dalam beberapa tahun. Penjualan ritel, output industri dan pertumbuhan investasi aset tetap semuanya berada di bawah ekspektasi analis, dengan investasi aset tetap, pemicu permintaan ekonomi di China, berada pada level terendah sejak tahun 2000, sementara output industri mencetak kenaikan terendah sejak krisis keuangan global di tahun 2008.

Masashi Murata, strategis mata uang senior pada Brown Brothers Harriman di Tokyo, mengatakan bahwa sejumlah rincian pada data tersebut mengecewakan, namun secara keseluruhan data China tidak mengubah ekspektasi investor. Pelaku pasar lainnya mengatakan bahwa pasar lega bahwa data GDP tidak lebih buruk dari ekspektasi, dan hal tersebu tmembantu mendorong yield obligasi AS naik dan menopang dollar. Dollar Australia anjlok dari level tinggi sesi, mendekati level rendah 6-tahun yang dicapai bulan ini seiring investor mencemaskan ekspor sumber daya alam jika tingkat permintaan China terus melambat. Rilis data penting AS selanjutnya adalah data CPI pada hari Jumat, di mana laju inflasi telah berada di bawah target bank sentral sebesar 2%, yang dianggap menghalangi rencana bank sentral untuk menaikkan suku bunga.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

Minat Para Pelaku Pasar Sementara Tidak Ke Pasar Emas

Emas diperkirakan hari ini (09/042013) akan diperdagangkan pada kisaran $1,585.50 – $1,566.50. Harga emas yang berada di bawah level 1736.40 menempatkan emas pada wilayah negatif dan cenderung akan bearish lagi.

Ada Peluang Perbaikan Kondisi Amerika, Apresiasi Yen Alami Koreksi

Pada perdagangan hari ini (Jumat, 11/ 10/ 2013), apresiasi mata uang Jepang, yen, terhadap mata uang USD kembali terkoreksi negatif. Nilai apresiasi bergerak melemah melanjutkan penurunannya. Mata uang yen telah

Amerika Pertahankan Pertumbuhan, Indeks Saham Wall Street Menguat

Telah dilaporkan bahwa John William, Presiden Federal Reserve cabang San Francisco, kembali menegaskan pandangannya. Pandangan dari John William tersebut adalah bahwa, perekonomian Amerika telah mempertahankan laju pertumbuhan stabil. Hal tersebut

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image