Emas Tampak Perkasa Minggu Lalu, Index USD Bisa Menguat Kembali

Emas Tampak Perkasa Minggu Lalu, Index USD Bisa Menguat Kembali

gold bricks 1Telah dilaporkan bahwa dalam sepanjang minggu lalu, gerak harga harga emas di divisi Comex New York Exchange berhasil naik 2,31 % ke level $ 1.184,6 US/ ons. Gerak harga emas menguat awal pekan ini, meskipun sesaat sebelum The Fed menggelar pertemuan FOMC, keperkasaan mata uang USD sempat menarik turun gerak harga emas hingga ke level harga rendah di $ 1.146 US/ ons. Gerak harga emas menguat saat terbandingkan dengan indeks USD yang bergerak melemah turun. Index USD dilaporkan telah mencatatkan angka kerugian sebesar 135 poin atau 1.38% berakhir pada kisaran 97.78 pada sesi perdagangna Jum’at.

Telah dilaporkan bahwa gerak harga emas diperagangkan melonjak tajam pada sesi perdagangan Jum’at (20/ 03/ 2015) lalu, dengan mencatatkan keuntungan lebih dari $10 US setelah nilai indeks USD melemah tajam bertahan dibawah level 98. Senior Market Analyst di CMC Markets Colin Cieszynksi mengatakan, dia yakin harga emas dapat menembus level $ 1.200 US/ ons pekan ini. Tapi mungkin saja tidak cukup momentum untuk menembusnya. “Mata uang USD telah menunjukkan penguatan yang spektakuler jadi saya rasa, saat ini waktunya mata uang tersbut melemah, dan tentu saja itu positif untuk harga emas,” terang Cieszynksi. Sementara itu Head of Comodity Strategy di Saxo Bank Ole Hansen meerangkan, dirinya yakin harga emas dapat setidaknya menyentuh $ 1.190 US/ ons mengingat levelnya yang sudah mencapai $ 1.150 US. Dia yakin USD akan mengalami penurunan dan berdampak besar pada harga emas. “Terlalu awal mengatakan jika ini merupakan awal harga emas yang lebih tinggi. Tapi setidaknya gerak harga emas dapat bertahan di kisaran $ 1.140 US - $ 1.193 US/ ons pekan ini,” tutur Hensen. Beberapa Press conference diantaranya dari Charles Evams, selaku The Chief of The Federal Reserve Bank of Chicago Branch, mengungkapkan bahwa dirinya mendukung untuk mempertahankan suku bunga tetap tidak berubah setidaknya hingga tahun 2016. Mengutip laman Kitco, Senin (23/ 03/ 2015), para pelaku pasar mengatakan, naiknya harga emas pekan lalu merupakan dampak dari respons para pelaku pasar terhadap keputusan The Fed. Itu terjadi setelah FOMC merilis data yang lebih rendah dari prediksi dan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah. Meski The Fed mengatakan akan bersabar untuk menaikkan suku bunga, tapi Gubernur The Fed mengatakan, komite tak akan berlama-lama sebelum akhirnya mengambil kebijakan moneter tersebut.

Pada sesi awal perdagangan minggu ini, gerak harga emas dibuka dengan gap up, meskipun segera turun karena USD nampak kembali menguat. Beberapa jadwal press conference dari beberapa member FOMC dan Kepala ECB Mario Draghi akan jadi fokus para pelaku pasar hari ini. Para pelaku pasar dalam minggu ini memperkirakan bahwa jika USD masih terus bergerak melemah, maka gerak harga emas ada kemungkinan untuk dapat kembali naik dan menembus level harga $ 1.200 US/ ons. Pergerakan harga di minggu ini, dengan sedikitnya data ekonomi Amerika yang akan dirilis, para pelaku pasar memperkirakan gerak harga emas akan menguat dan memanfaatkan gerak apresiasi mata uang USD yang melemah. Kebanyakan para pelaku pasar komoditas melihat ruang bagi harga emas bergerak menguat lebih tinggi mengingat banyaknya para pelaku pasar yang akan melakukan tindakan aksi ambil untung.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Pasar Respons Positif Emas, Yunani Dalam Kondisi Berbahaya

Pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa (30/ 06/ 2015) pagi ini harga emas spot LLG tampak melemah. Gerak harga emas dilaporkan sempat diperdagangkan pada kisaran level harga $ 1.776,90

CFD News 0 Comments

Yen Terdukung Perkembangan di Perancis, Laporan EIA Dinantikan Pasar

Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY dilaporkan telah diperdagangkan stabil pada awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis ini. Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Yen telah

Forex News 0 Comments

Data China Kembali Tenggelamkan Aussie

Aussie melemah pada sesi Asia setelah survei awal manufaktur China menunjukkan hasil penurunan dan itu cukup menyebabkan kegelisahan tentang nilai impor terhadap komoditas utama Australia seperti bijih besi. Indeks awal

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image