Gerak Harga Emas Alami Banyak Faktor Tekanan

Gerak Harga Emas Alami Banyak Faktor Tekanan

Pada sesi perdagangan Asia hari Jumat (12/ 12/ 2014) ini, gerak harga emas diperdagangkan lebih rendah. Hal ini terjadi setelah dirilisnya laporan industri Jepang. Tekanan bagi gerak harga emas dan perak muncul setelah sebuah laporan industri Jepang belum mampu mengimbangi penguatan ekonomi di wilayah Amerika. Hasil tersebut cenderung menekan apresiasi mata uang yen terhadap USD sehingga berdampak kembali menurunnya harga logam berjangka, mengingat pergerakan harga baik untuk emas dan perak berlawan terhadap mata uang USD.

Telah dilaporkan dengan berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh METI menyatakan bahwa hasil produksi industri mengalami kenaikan 0.4% di bulan Oktober, dengan merevisi kenaikan awal sebesar 0.2%, sedangkan untuk index pengiriman telah mengalami kenaikan sebesar 0.6% di bulan Oktober, dengan merevisi kenaikan awal sebesar 0.4%. Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, emas berjangka pengiriman Februari diperdagangkan lebih rendah 0.16% di level $1.223.70 per troy ounce di divisi Comex, New York Mercantile Exchange. Pada pagi ini, gerak harga emas telah bergerak menyentuh level $1.222.90 untuk sesi terendah harian dan level $1.229.50 untuk sesi tertinggi harian. Untuk perak berjangka pengiriman Januari juga terpantau diperdagangkan lebih rendah 0.05% di level $17.105 per troy ounce dengan menyentuh level $17.072 untuk sesi terendah harian dan level $17.148 untuk sesi tertinggi harian. Harga emas bergerak merosot lemah meski akhirnya sesi ditutup dengan mencatatkan angka keuntungan tipis pada sesi perdagangan Kamis (11/ 12/ 2014) kemarin. Hal tersebut terjadi karena dipicu oleh adanya penguatan data Ritel Sales penjualan Amerika. Hal tersebut yang terjadi sehingga menekan permintaan dan mendorong kenaikan bursa saham Amerika. Selain itu, tekanan atas gerak harga emas juga karena jumlah klaim pengangguran Amerika dirilis turun pada angka 294K minggu lalu. Data dirilis lebih baik dari data sebelumnya pada 297K. Peneliti Charles Nenner, David Gurwitz mengharapkan, harga emas dapat kembali pulih. Akan tetapi hal itu tidak dalam waktu ini. “Level terendah sepertinya dalam jangka waktu lama,” ujar David, seperti dikutip dari Marketwatch, Jumat (12/ 12/ 2014). Departeman Perdagangan merilis data ritel penjualan yang melebihi harapan sehingga menekan ketertarikan para pelaku pasar terhadap harga emas. Selain itu, klaim pengangguran mingguan menjadi 294 ribu. Bursa saham Amerika menguat pada perdagangan saham hari Kamis waktu setempat setelah sempat dilanda aksi jual. Para pelaku pasar pun mencari investasi relatif aman seperti emas di tengah bursa saham global yang di bawah tekanan. Dilaporkan bahwa harga emas berjangka kontrak Februari di Divisi Comex New York Mercantile Exchange menyelesaikan sesi perdagangan Kamis (11/ 12/ 2014) kemarin dengan mencatatkan angka keuntungan sebesar $3.8 atau 0.3% berakhir pada $1,225.60 US/ ons. Harga emas berjangka telah mencatatkan angka kerugian sebesar $7.70 US atau 0.64% selama sepekan terakhir. Harga emas spot telah dilaporkan ditutup naik sebesar $2.10 US atau 0.17% berakhir pada level $1,227.70 US/ troy ons, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,232.590 US dan serendah $1,215.805 US. Selama seminggu lalu, harga emas spot mencatatkan angka keuntungan sebesar $24.72 US atau 2.11%. Dilaporkan juga bahwa harga perak turun sebesar 8 sen atau 0,4% ke level harga $ 17,11 US/ ons.

Memasuki sesi perdagangan hari Jumat (12/ 12/ 2014) ini, grak harga emas diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran yang lebih besar. Pada sesi perdagangan hari ini, gerak harga emas diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran $1,233.100 US - $1,212.600 US. Gerak harga emas berada pada level yang cukup tinggi dan memasuki area netral peralihan dari fase negatif dalam tiga bulan terakhir. Apabila harga emas mampu bergerak lebih tinggi, maka akan berpotensi menguji level resistance berikutnya pada kisaran level harga $1,245.10 US - $1,258.00 US. Apabila gerak harga emas mampu menembus level supports pada kisaran harga $1,180.00 maka harga emas akan berpotensi melanjutkan penurunan hingga target jangka panjang yaitu pada kisaran level harga $926.70 US - $984.00 US. Para pelaku pasar akan fokus pada jadwal pemilu Jepang. Pemilu Jepang dijadwalkan akan dirilis pada 14 Desember mendatang. Jika Shinzo Abe kembali memenangkan pemilu maka mata uang yen akan berpotensi melemah tajam diawal sesi perdagangan minggu depan dan berdampak melemahkan gerak harga emas juga.

About author

You might also like

Kecenderungan Pelaku Pasar Beresiko Tak Lirik Emas, Indonesia Rilis Kebijakan

Telah dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar hari kamis (27/ 08/ 2015) ini, gerak nilai apresiasi mata uang Yen, mata uang milik Jepang, tengah tertekan terhadap USD. Hal ini terjadi

Fundamental 0 Comments

Dampak Rilis Data NFP Hari Jumat, Aussie Gap Down Minyak Rebound

Gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD dilaporkan telah mencetak gerak penguatan nilai apresiasi yang tajam dalam kurun waktu di sepanjang sesi perdagangan pasar di minggu kemarin. Gerak nilai apresiasi

Segala Sektor Ekonomi Global Rentan Imbas China, Apresiasi USD Dominan Selain Terhadap Jepang

Dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar Amerika di hari Selasa kemarin bahwa, Greenback bergerak menguat naik nilai apresiasinya menuju ke level tertinggi terhadap mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image