Gerak Nilai Harga Bursa Saham Asia Terkoreksi, Iran Kembali Lempakan Isu Tekan Harga Hingga Minyak Kembali

0_natural_gas_10152999_567681066709603_18183414619373903_nGerak nilai apresiasi dari mata uang Australia, yang lazim disebut dengan Aussie, dan mata uang Selandia Baru, yang lazim disebut dengan istilah Kiwi, dilaporkan telah bergerak secara melemah. Hal tersebut terjadi, seiring pelemahan dari gerak nilai harga saham di bursa Asia. Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Aussie sempat berada di kisaran level 0.7489 terhadap mata uang USD, melemah sekitar 0.36%.

Kondisi tersebut telah mengikis tingkat permintaan untuk aset ber-yield tinggi di tengah prospek sinyal di Federal Reserve atas kesediaan untuk menaikkan tingkat suku bunga Amerika di sesi perdagangan pasar pekan ini. Gerak rebound nilai apresiasi Greenback menjelang pengumuman kebijakan moneter The Fed hari Kamis dini hari mendatang, juga turut menyudutkan gerak nilai apresiasi Aussie.

Gerak nilai apresiasi mata uang Aussie juga kembali tertekan setelah pernyataan oleh pihak berwenang dari Reserve Bank of Australia (RBA) dalam minutes pertemuan tanggal 1 Maret lalu. Telah dilaporkan bahwa, pihak berwenang RBA mengatakan apabila laju pertumbuhan upah yang lemah di Australia, telah memberikan ruang untuk pemangkasan tingkat suku bunga lebih lanjut.

Sektor industri Eurozone dilaporkan telah mencatatkan angka bulan terbaik dalam kurun waktu lebih dari 6-tahun pada bulan Januari. Telah dilaporkan bahwa output dengan secara tak terduga telah bergerak melonjak ke level yang mengindikasikan ketahanan dalam menghadapi perlambatan pertumbuhan di bagian lain ekonomi global.

Output industri dilaporkan telah mencatatkan angka kenaikan bulanan terkuat sejak September 2009 dengan tumbuh 2,1%, demikian menurut lembaga statistik Uni Eropa Eurostat hari Senin. Pada basis tahunan, produksi dilaporkan juga meningkat 2,8% dari bulan Januari 2015. Angka tersebut menjadi angka kenaikan tahunan terbesar sejak Agustus 2011. Sedangkan angka bulan Desember direvisi lebih baik menjadi -0,5% dari publikasi awal minus -1%.

Gerak lonjakan yang terjadi pada bulan Januari tidak hanya karena dipicu oleh hasil positif dari hasil rilis data Jerman semata, dimana output telah membukukan angka kenaikan sebesar 2,9%. Gerak lonjakan terjadi juga oleh adanya pertumbuhan Perancis sebesar 1,4% dalam output pabrik, utilitas dan sektor pertambangan.

Dari wilayah Belanda telah pula dilaporkan bahwa, angka produksi dari negara kincir angin tersebut telah meningkat sekitar 2,1%. Sementara beberapa angka pelemahan masih terlihat seiring produksi tergelincir 0,2% di wilayah Spanyol dan sebesar 0,9% di wilayah Yunani.

Data rilis yang cukup solid tersebut, ternyata tampaknya masih belum mampu untuk mengangkat gerak nilai apresiasi mata uang Euro. Gerak nilai apresiasi mata uang Uni Eropa ini masih terbebani oleh imbas dari hasil keputusan dari pihak berwenang ECB pada sesi perdagangan pasar di pekan lalu. Tekanan atas gerak nilai apresiasi mata uang Euro juga berasal dari adanya penguatan atas gerak nilai apresiasi mata uang USD menjelang rapat kebijakan Federal Reserve.

Gerak nilai apresiasi mata uang EUR/ USD dilaporkan telah sempat terpantau bergerak melemah untuk sesi ke-2 beruntun pada awal pekan ini. Gerak nilai apresiasi mata uang Euro dilaporkan telah sempat menyentuh level tertinggi 3-minggu pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis lalu.

Dilaporkan bahwa sebagian besar gerak nilai harga di bursa saham Shanghai China bergerak melemah. Kondisi tersebut terjadi, setelah pihak berwenang People’s Bank of China (PBoC) menurunkan tingkat referensi nilai tukar mata uang Yuan paling tajam sejak Januari. PBoC dilaporkan telah memangkas nilai fixing, yang membatasi pergerakan nilai apresiasi mata uang Yuan onshore sebanyak 2% pada masing-masing sisi, sebanyak 0.26% sehingga menjadi 6.5079.

Kondisi tersebut juga terjadi sejak adanya gerak penurunan dari nilai harga komoditas minyak yang telah menyeret turun gerak nilai harga saham produsen komoditas. Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham gabungan Shanghai telah bergerak melemah sekitar 0.8%. Juga dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Hang Seng di Hong Kong bergerak melemah sekitar 0.71%.

Kecemasan mengenai pelemahan mata uang akan memicu aliran dana keluar yang telah menyeret turun indeks Shanghai sebesar 19% tahun ini untuk memimpin pelemahan bursa saham global. Sementara itu, pelemahan pada bursa Shanghai kemungkinan juga akan berimbas pada bursa Hang Seng.

Gerak nilai harga komoditas minyak berjangka dilaporkan telah berakhir dengan kondisi merugi lebih dari 3% pada sesi perdagangan pasr di hari Senin, menyerahkan hampir setengah dari penguatan pekan lalu. Kondisi tersebut terjadi, karena Iran yang kembali melemparkan pernyataan pesimis pada spekulasi pasar untuk pemangkasan produksi dan data ekonomi yang lemah dari China yang meningkatkan ketakutan terhadap outlook permintaan energi.

Analis di CMC Markets mengatakan bahwa pada akhir pekan lalu, bahwa Iran dilaporkan masih berniat untuk menaikan level produksi kembali hingga 4 juta barel per hari untuk saat ini. Sementara itu anggota lain dari OPEC mengatakan bahwa mereka enggan untuk sepakat untuk menstabilkan produksi tanpa partisipasi dari produsen utama minyak lainnya.

Gerak nilai harga komoditas minyak West Texas Intermediate bulan April di New York Mercantile Exchange, dilaporkan bergerak turun $1.32, atau 3.4%, dengan berakhir di kisaran harga $37.18 US/ barel. Gerak nilai harga komoditas minyak West Texas Intermediate pada pekan lalu berakhir menguat hampir sekitar 7.2%. Level penutupan pada sesi perdagangan pasar hari Senin adalah merupakan angka yang terendah sejak 8 Maret.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Yen Jepang Menguat Akibat Tensi Tinggi Ukraina-Russia

Mata uang yen Jepang terpantau mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada sesi perdagangan hari ini (3/3). Yen terhadap dollar naik setelah para investor mulai was-was mengenai kemungkinan terjadinya perang antara

Berita 2 Comments

USD Melemah Setelah Rilis Data Fundamental, Euro Menggeliat Kembali Meski Sementara

Mata uang euro rebound setelah mencatat penurunan harian terbesar dalam 10 bulan terhadap mata uang USD, seiring bertambahnya sinyal perlambatan pemulihan ekonomi Amerika. Kendati demikian, meningkatnya potensi pemangkasan suku bunga

Fundamental 0 Comments

Kebijakan China Kembali Berimbas Kuat, Produksi Minyak Iran Segera Ditingkatkan

Mata uang USD dilaporkan masih cenderung melemah nilai apresiasinya terhadap mata uang Uni Eropa, Euro, dan mata uang Jepang, Yen, pada hari Rabu (26/ 08/ 2015) ini. Hal tersebut terjadi

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image