Gerak Nilai Harga Di Bursa China Melemah, Brexit Hantui Inggris

281864_680509852023048_505415134662824767_nGerak nilai apresiasi mata uang Inggris, yaitu mata uang poundsterling dilaporkan bergerak melemah dan mendekati level terendah dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir terhadap Greenback. Sterling juga tengah bergerak meenuju level terendah dalam kurun waktu 2 1/2 tahun gerak nilai apresiasi crossnya terhadap mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen pada sesi perdagangan pasar hari Kamis.

Hal tersebut terjadi, adalah karena ketakutan para pelaku pasar bahwa Inggris mungkin akan keluar dari Uni Eropa. Perdana Menteri Inggris David Cameron mengumumkan bahwa refrendum keanggotaan Inggris pada tanggal 23 Juni telah memicu ketakutan “Brexit” di Uni Eropa, dengan hasil jajak pendapat menunjukkan tipisnya selisih perbedaan keinginan yang ingin bertahan atau keluar dari Uni Eropa.

Analis di Resona Bank mengatakan bahwa, dengan melihat reaksi para pelaku pasar, anda dapat mengatakan bahwa bagaimana para profesional keuangan tidak menyukai “Brexit.” Pada tingkat maksimum, ketidakpastian mungkin akan masih berlangsung sampai refrendum.

Mata uang Poundsterling telah tergelincir ke level $1.3878 gerak nilai apresiasinya pada sesi perdagangan pasar hari Rabu. Pencapaian gerak nilai apresiasi mata uang Inggris tersebut, adalah level terendah sejak awal 2009. Gerak nilai apresiasi mata uang Sterling dilaporkan telah sempat bergerak di $1.3931 pada hari ini, turun sebesar 3.3% pada pekan ini, dengan menguji ke level terendah 2009 di $1.35.

Gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling terhadap mata uang Yen, dilaporkan telah pula sempat bergerak di level 156.50. Dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu kemarin, pasangan mata uang tersebut turun ke level 154.87. Pencapaian gerak nilai apresiasi tersebut adalah level terendah sejak Oktober 2013.

Dilaporkan bahwa rencana investasi tahunan dari perusahaan Australia turun ke level terendah dalam sembilan tahun. Hal tersebut terjadi, di tengah perkiraan para pelaku pasar bahwa aka nada kenaikan belanja dari industri non pertambangan masih sulit dipahami.

Perusahaan yang berencana untuk berinvestasi sebesar A$82.6 miliar dalam tahun keuangan yang dimulai 1 Juli, adalah yang terlemah sejak tahun 2007-2008. Hal tersebut telah ditunjukkan dalam data pemerintah pada hari Rabu.

Reserve Bank of Australia (RBA) berharap bahwa, ketika investasi pertambangan dan gerak nilai harga komoditas yang melemah dari rekor tertinggi, maka kebijakan moneter yang lebih longgar dan mata uang yang lebih rendah. Hal tersebut akan mampu mendorong perusahaan non pertambangan untuk membuka buku kas mereka untuk meningkatkan jumlah belanja.

Glenn Stevens dalam sesi tanya jawab dengan juri parlemen pada tanggal 12 Februari mengatakan bahwa belanja modal diluar pertambangan saat ini lebih lemah daripada yang saya akan perkirakan. Ada sangat sedikit tanda-tanda pada titik ini untuk niat berinvestasi lebih banyak.

Meski demikian, namun tampaknya keadaan tidak sesederhana itu. Gubernur Glenn Stevens pada bulan ini telah mengakui bahwa dia gagal terhadap ekspektasi tersebut karena masih melemahnya ekonomi domestik.

Gerak nilai harga saham di bursa saham China dilaporkan telah bergerak melemah pada awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis. Kondisi tersebut terjadi, di tengah spekulasi para pelaku pasar bahwa kenaikan baru-baru ini untuk indeks patokan relatif berlebihan terhadap outlook untuk ekonomi dan earnings.

Gerak nilai harga indeks saham Shanghai Composite dilaporkan bergerak turun sekitar 0.9% menjadi 2.902,70. Gerak pelemahan nilai harga saham Shanghai Composite tersebut, dipimpin oleh gerak nilai harga saham dari perusahaan berbasis teknologi dan industri.

Indeks patokan rebound sebesar 10% gerak nilai harganya, dari level terendah bulan lalu sampai dengan hari Rabu. Kondisi tersebut terjadi, karena pemerintah yang meningkatkan kebijakan yang mendukung ekonomi menjelang pertemuan tahunan National People Congress.

Gerak reboundnya nilai harga di pasar saham China telah kehilangan momentum. Hal tersebut terjadi, karena para pejabar dari negara dengan tingkat ekonomi terbesar di dunia akan berkumpul di Shanghai pada pekan ini untuk pertemuan G-20. Pihak berwenang China telah mengakui bahwa resikon yang dihadapi dalam ekonomi global seharusnya tidak hanya mengandalkan kebijakan moneter saja, tetapi seharusnya bisa ditambahkan dengan kebijakan fiskal, demikian menurut wakil mentei keuangan Zhu Guangyao.

Analis di IG Asia Pte di Singapura mengatakan bahwa ada beberapa aksi taking profit karena indeks China telah bergerak naik dengan stabil sejak libur tahun baru Imlek. Area 3.000 adalah level psikologis untuk indeks Shanghai Composite.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga minyak WTI, minyak mentah WTI menguat pada hari Rabu, meskipun sempat melemah di awal sesi. Hal tersebut terjadi, karena naiknya permintaan akan bensin mampu mengimbangi persediaan minyak mentah Amerika yang berada di rekor tertinggi.

Pihak dari Energy Information Administration (EIA) telah melaporkan bahwa, persediaan minyak Amerika telah naik sekitar 3,5 juta barel pada pekan lalu. Pencapaian jumlah persediaan tersebut, mencapai rekor tertinggi 507 juga barel.

Laporan dari EIA tersebut masih lebih rendah jika dibanding dengan hasil rilis dari American Petroleum Institute (API), yaitu sebesar 7,1 juta barel. Permintaan bensin Amerika selama empat pekan terakhir naik lebih dari 5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, namun beberapa pelaku pasar memperkirakan bahwa, gerak nilai harga komoditas minyak akan kembali melemah pada hari Selasa. Hal tersebut terjadi, karena Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi mengesampingkan kemungkinan penurunan jumlah produksi. Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga komoditas minyak pada sesi perdagangan Rabu berakhir di level 32.21, dengan level terendah harian 30.54, dan tertinggi 32.38.

Skeptisme juga muncul dari kesepakatan Arab Saudi dan Rusia untuk membekukan level produksi akan mampu menstabilkan harga. Kesepakatan yang juga diikuti oleh Qatar dan Venezuela tersebut merupakan kerja sama antara OPEC dan non-OPEC untuk pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir. Dan selanjutnya, pertemuan akan kembali berlangsung pada pertengahan Maret.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Walau Tutup Nilai Masih Loss, Harga Emas Ada Perubahan Jelang Data Rilis

Pasar emas menyelesaikan sesi perdagangan Kamis (05/ 09/ 2013) dengan kerugian tajam, menandai kerugian besar selama dua sesi berturut-turut. Pasar yang nampak mulai gelisah menjelang beberapa data kunci Non-Farm Payrolls

Berita 0 Comments

USD Kemarin Sempat Koreksi, Data NFP Dinantikan Pasar

Pada sesi penutupan pasar hari Kamis (02/ 10/ 2014) kemarin, dilaporkan bahwa indeks USD terkoreksi tajam dari level tertinginya sejak setahun terakhir. Mata uang USD terkoreksi cukup besar untuk kedua

Fundamental 0 Comments

Sterling Menggeliat Kuat Usai Sesi Amerika, Referendum Inggris Imbas Kuat Pasar Global

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD telah bergerak menguat di awal sesi perdagangan pasar di hari Kamis (23/ 06/ 2016). Gerak nilai apresiasi mata uang Sterling dilaporkan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image