Gerak Nilai Harga Komoditas Rebound, Aussie dan Indeks Saham Turut Menggeliat

0Dilaporkan pada sesi perdagangan pasar Asia hari Rabu (27/ 01/ 2016) ini bahwa, hasil rilis data inflasi Australia membuat dampak positif bagi gerak nilai apresiasi mata uang Australia. Gerak nilai apresiasi mata uang Aussie yang sempat terkoreksi telah berbalik menguat, melanjutkan gerak rally di sesi perdagangan pasar hari Selasa kemarin. Gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD dilaporkan telah sempat diperdagangkan di kisaran level 0.7039, menjauhi level terendah harian di kisaran 0.6992.

Biro Statistik Australia telah melaporkan bahwa angka inflasi Australia di kuartal IV tercatat naik 0,4%, lebih rendah dari kuartal III sebesar 0,5%. Meski demikian, namun masih lebih tinggi dari perkiraan 0,3%. Jika dibandingkan dengan kuartal IV 2014, inflasi naik 1,7% lebih tinggi dari estimasi 1,6%.

Reserve Bank of Australia (RBA) sebelumnya mengatakan rendahnya inflasi membuat bank sentral tersebut memiliki ruang untuk melonggarkan moneter, inflasi di kuartal IV tidak serendah yang diperkirakan, sehingga menjadi sentimen positif bagi gerak nilai apresiasi mata uang Aussie.

Pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa kemarin, gerak nilai apresiasi mata uang Aussie yang melemah di perdagangan sesi Asia, berhasil berbalik menguat. Gerak penguatan nilai apresiasi mata uang Aussie tersebut terjadi, sebab mengikuti pergerakan positif dari gerak nilai harga minyak, dan penguatan gerak nilai harga indeks saham di bursa Eropa dan Amerika.

Gerak nilai harga saham di bursa Wall Street dilaporkan telah berhasil meraih rally pada sesi perdagangan pasar Amerika di hari Selasa kemarin. Hal tersebut terjadi, karena terbantu oleh rebound dari gerak nilai harga komoditas minyak dan sejumlah hasil earnings yang positif. Kondisi tersebut terjadi, menjelang dirilisnya pernyataan dari pihak berwenang The Fed pada hari Kamis dini hari mendatang.

Gerak nilai harga indeks saham terlepas dari level tinggi sesi namun ditutup menguat sekitar 1%. Kondisi tersebut terjadi, seiring gerak nilai harga komoditas minyak yang bergerak kembali ke atas level $31 US/ barel.

Gerak nilai harga minyak melonjak ke atas $32 US/ barel pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa, seiring spekulasi para pelaku pasar pasar bahwa produsen besar mungkin akan bersedia memangkas produksinya, yang dapat meringankan banjir suplai minyak global. Perdagangan minyak mentah berakhir naik 2,38% di level $30.51 US/ barel dibandingkan harga penutupan sesi sebelumnya.

Menteri perminyakan Irak pada hari Selasa kemarin dalam konferensi energi menilai bahwa, Arab Saudi dan Rusia kini lebih “fleksibel” dalam pemangkasan suplai. Perwakilan Kuwait untuk Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) menambahkan bahwa kartel bersedia bekerja sama dengan produsen lain untuk menstabilkan pasar minyak.

Meski demikian, namun produsen non-OPEC harus menunjukkan keseriusannya dalam bekerja sama dengan OPEC. Nawal al-Fuzaia juga menilai bahwa, gerak nilai harga komoditas minyak mentah masih akan tetap rendah pada tahun ini.

Diperkirakan bahwasannya, gerak nilai harga komoditas minyak kemungkinan akan diperdagangkan di antara kisaran harga $40 US dan $60 US/ barel sampai dengan tahun 2020. Kondisi tersebut terjadi, karena banjir suplai dan melambatnya permintaan.

Gerak rally nilai harga komoditas minyak mentah memudar menjelang penutupan perdagangan dan menuju hari pelaporan mingguan suplai minyak Amerika. Minyak mentah menghapuskan sebagian besar keuntungannya mendekati akhir sesi setelah American Petroleum Institute (API) melaporkan terdapat penambahan 11,4 juta barel minyak mentah pada pekan yang berakhir tanggal 22 Januari.

Dilaporkan bahwa persediaan di pusat pengiriman minyak mentah Amerika Cushing, Oklahoma, turun 664.000 barel. Sedangkan untuk data resmi dari pemerintah Amerika juga diprediksi akan ada peningkatan dibandingkan pekan lalu yang dilaporkan bertambah 4 juta barel.

Gerak nilai harga indeks saham Dow Jones dilaporkan telah berhasil menguat, ditutup menguat lebih dari 1.5%. Kondisi tersebut terjadi, seiring kenaikan tajam pada saham 3M pasca melaporkan hasil earnings yang melampaui estimasi. Gerak nilai harga indeks saham Dow Jones dilaporkan telah ditutup menguat sekitar 250 poin setelah sempat menguat sebanyak 300 poin, dengan dipimpin oleh 3M dan Goldman Sachs.

Gerak nilai harga saham di sektor energi bergerak menguat sebanyak 3% untuk memimpin penguatan pada indeks saham S&P 500. Gerajk nilai harga indeks saham S&P 500 dilaporkan telah bertahan di atas level harga 1,900.
Gerak nilai harga indeks saham Nasdaq juga telah dilaporkan turut bergerak menguat lebih dari 1%. Kondisi tersebut terjadi, seiring saham Apple yang berbalik naik dan mencetak penguatan sebesar 1%.

Federal Open Market Committee (FOMC) memulai pertemuan 2-harian pada hari Selasa dan akan merilis pernyataannya hari Kamis dini hari mendatang. Tingkat suku bunga diperkirakan akan tetap dipertahankan. Meski demikian, namun fokus para pelaku pasar tertuju pada pernyataan, mengenai pandangan para petinggi The Fed mengenai situasi perekonomian dan jalur pengetatan di masa mendatang.

Dari data ekonomi, PMI sektor jasa bulan Januari oleh Markit berada pada 53.7 dibandingkan dengan 54.3 di bulan Desember. Indeks kepercayaan konsumen berada pada 98.1, naik dari revisi turun menjadi 96.3 di bulan Desember. Indeks sektor manufaktur oleh Richmond Fed berada pada 2 di bulan Januari, dibandingkan 6 di bulan Desember.

Dilaporkan bahwa, setelah bergerak merosot lebih dari 2% pada perdagangan pasar di hari Selasa kemarin, gerak nilai harga indeks saham Jepang, yaitu indeks saham Nikkei225 sempat melesat lebih dari 3% pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu (27/ 01/ 2016) ini. Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga indeks saham spot Nikkei terpantau telah bergerak menguat sekitar 2,9% menjadi 17193,21. Gerak nilai harga indeks saham Nikkei Futures juga dilaporkan telah diperdagangkan di kisaran level harga 17120, dengan level terendah harian 16985, dan terendah 17240.

Kondisi tersebut terjadi, karena terimbas oleh beberapa factor yang telah terjadi di sesi perdagangan pasar sebelumnya. Beberapa faktor penting tersebut seperti gerak nilai harga komoditas minyak yang berhasil rebound, gerak nilai harga saham di bursa Wall Street Amerika yang menguat, serta gerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen yang berbalik melemah ke kisaran level 118 pada perdagangan pasar di hari Selasa kemarin, telah menjadi sentimen positif bagi gerak nilai harga indeks saham Nikkei225 di hari Rabu (27/ 01/ 2016) ini.

Pihak berwenang di Bank of Japan (BoJ) akan segera mengumumkan hasil rapat moneter pada hari Jumat mendatang. Hal tersebut telah dinantikan hasil rilisnya oleh para pelaku pasar. Fokus para pelaku pasar selanjutnya tertuju pada rapat moneter pertama Federal Reserve Amerika di tahun ini.

Para pelaku pasar akan mencari sinyal kapan suku bunga akan kembali dinaikkan. Pergerakan harga minyak masih menjadi sorotan, terlebih laporan dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan penambahan persediaan minyak Amerika sebanyak 11,4 juta barel dalam sepekan tang berakhir 22 Januari.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Response Pasar Saham Setelah The Fed Release

Sebagian besar saham Asia naik pada hari Senin (26/ 08/ 2013), setelah penurunan yang terjadi pada penjualan rumah hari Jum’at kemarin yang membuat sebagian kalangan berharap the Fed akan menunda

Komoditas 0 Comments

Data Ekonomi Jepang Dirilis Mix, Ada Peluang Kerjasama Di Sektor Besi Baja Antara China dan Jepang

Telah dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang negara Inggris, yaitu mata uang Poundsterling, atau Sterling, tengah mengalami gerak koreksi bearish. Gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling tampak tertekan, bergerak

Forex News 0 Comments

Apresiasi Poundsterling Masih Berpotensi Berlanjut

Nilai tukar poundsterling Inggris pada sesi perdagangan hari ini tampak mengalami koreksi tipis (6/6). Poundsterling masih berada di kisaran tertinggi dalam 1.5 minggu belakangan terhadap dollar AS setelah kemarin terangkat

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image