Gonjang – ganjing Di Seputar Komoditas Minyak, BoJ Siap Untuk Bertindak

bearish2Gerak nilai apresiasi mata uang Inggris, yaitu mata uang Poundsterling dilaporkan tampak berusaha untuk mengerem gerak penurunannya pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa. Hal tersebut terjadi, setelah debat mengenai ‘Brexit’ memicu penurunan harian terbesar selama 6-tahun kepemimpinan David Cameron.

Gerak nilai apresiasi mata uang Inggris tersebut telah terkoreksi kuat, bergerak melemah anjlok hampir sebanyak 2% pada sesi perdagangan pasar di hari Senin lalu. Hal tersebut terjadi setelah petinggi senior parta Konservatif beralih mendukung kampanye “Brexit”, menguatkan ekspektasi bahwa referendum bulan Juni nanti setidaknya akan berlangsung ketat.

Gerak nilai apresiasi Sterling mampu untuk pulih tipis pada sesi perdagangan pasar Amerika semalam. Dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling diperdagangkan melemah sekitar 0.2% terhadap USD.
Meski demikian, namun gerak nilai apresiasi cross Sterling mampu menguat terhadap mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro. Kondisi tersebut terjadi, seiring rilis data sentimen bisnis Jerman yang mengecewakan.

Diperkirakan bahwa, dalam jangka waktu menengah, gerak nilai apresiasi Stelring akan sulit untuk bisa menguat kembali menuju level $1.4250-$1.4300. Menurut analis ada support psikologis untuk pound di kisaran area $1.40.
Gerak penguatan nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen pada bulan ini telah membuat bank terbesar kedua di Jepang Angkat bicara. Dia mengatakan bahwa penguatan gerak nilai apresiasi mata uang Yen dapat melampaui level 110/ USD untuk pertama kalinya sejak Haruhiko Kuroda, Gubernur Bank of Japan (BoJ), memberlakukan langkah kebijakannya.

Haruhiko Kuroda dilaporkan telah memberlakukan kebijakan BoJ, yaitu memperbesar pelonggaran di tahun 2014. Kepala analis di Sumitomo mengatakan bahwa kita perlu untuk waspada jika gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY bergerak menembus ke bawah 110 pada pekan ini.

Gerak nilai apresiasi mata uang Yen dilaporkan telah menguat terhadap 31 major currencies di bulan Februari. Kondisi tersebut terjadi, karena gerak penurunan harga ekuitas dan komoditas yang membuat para pelaku pasar untuk memburu aset safe haven.

Gerak nilai apresiasi mata uang Yen dilaporkan telah bergerak menguat sebesar 0.3% menjadi 111.73 pada hari ini dan bergerak sekitar 111.94. Gerak nilai apresiasi mata uang Yen dilaporkan telah mencapai level 110.99 pada tanggal 11 Februari, dimana pencapaian tersebut adalah level tertinggi sejak 31 Oktober 2014.

Pembelian pada akhir bulan dan prospek bahwa para pembuat kebijakan Jepang akan absen pada intervensi dalam pertemuan G-20 pada pekan ini mungkin akan menambah penguatan yen, ucap kepala analis di Sumitomo Mitsui Banking Corp di New York. Gerak nilai apresiasi Greenback terkoreksi melemah sekitar 7.7% sejak 29 Januari, dan para pelaku pasar saat ini sedang menunggu pidato dari Wakil Ketua Fed Stanley Fischer untuk pedoman outlook kebijakan.

Juga telah dilaporkan bahwa, gerak nilai harga di bursa saham Jepang bergerak melemah. Kondisi tersebut terjadi, seiring gerak nilai apresiasi mata uang Yen yang bergerak menguat. Hal lain yang mempengaruhi lemahnya gerak nilai harga di bursa saham Jepang adalah, kondisi dimana negara Arab Saudi dan Iran telah mengikis harapan para pelakiu pasar global.

Negara raksasa minyak dunia tersebut diharapkan peranannya oleh para pelaku pasar global untuk menjadi penyulut reboundnya gerak nilai harga komoditas minyak. Gerak nilai harga komoditas minyak dilaporkan telah turun sebesar 4.6% pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa.

Menteri perminyakan Arab Saudi, Ali Al-Naimi, mengatakan bahwa, kesepakatan penahanan level produksi tidak akan memangkas produksi minyak karena negara lain tidak mungkin untuk membantu dalam penahanan output. Ia juga menegaskan niat Arab Saudi untuk mempertahankan jumlah produksi dan memperkirakan permintaan akan meningkat.

Pihak Iran menyebut bahwa kesepakatan tersebut adalah sesuatu yang “konyol.” Pada pekan lalu proposal untuk membatasi output di level bulan Januari menempatkan “tuntutan yang tidak realistis” terhadap Iran, demikian ucap kementrian perminyakan Iran pada hari Selasa.

Kondisi ini telah berimbas, dengan mengirim gerak nilai harga saham perusahaan berbasis komoditas minyak global bergerak lebih rendah. Gerak nilai harga di indeks saham Nikkei dilaporkan telah bergerak melemah sebesar 190 poin atau 1.12%, sehingga menjadi 15900. Gerak nilai harga di bursa saham Wall Street Amerika dilaporkan juga bergerak melemah. Gerak nilai harga saham di bursa Wall Street terkoreksi melemah.

Sebelumnya, eksportir besar minyak, negara Arab Saudi dan Rusia akan membekukan jumlah produksi, yang berada dekat rekor tertinggi, jika produsen lainnya juga ikut melakukan hal tersebut. Berbicara pada konfrensi IHS CERAweek di Houston, Al-Naimi mengatakan pertemuan lanjutan untuk membahas penahanan level produksi akan diadakan pada bulan Maret, dan berharap produsen lainnya melakukan hal yang sama. Namun para analis masih skeptis hal tersebut akan membantu menyeimbangkan pasar.

Manajer investasi di SMBC Nikko Securities Inc. di Tokyo mengatakan bahwa Iran dan Arab Saudi hanya menunjukkan sedikit keinginan untuk menurunkan produksi. Oleh karena itu, sehingga meskipun ada perjanjian dengan negara-negara utama untuk menahan level produksi, jelas itu tidak mungkin dengan sendirinya untuk mendukung gerak nilai harga komoditas minyak kembali ke level $50 hingga $60 US/ barel.

Gerak nilai harga komoditas minyak pada sesi perdagangan pasar hari Selasa dilaporkan berakhir di level 31.35 dengan level tertinggi harian 33.50, dan terendah 31.21. Dilaporkan oleh American Petroleum Institute (API) bahwa, persediaan minyak mentah Amerika naik 7,1 juta barel dalam sepekan yang berakhir 19 Februari. Angka tersebut jauh lebih tinggi dari perkiraan analis yang disurvei Platts sebesar 3 juta barel.

Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda pada hari Rabu mengatakan bahwa BoJ tidak akan ragu-ragu untuk bertindak. BoJ akan bertindak, jika volatilitas pasar mengancam upaya penanggulangan deflasi. Pernyataan Haruhiko Kuroda tersebut mengindikasikan bahwa apresiasi mata uang Yen atau pelemahan gerak nilai harga di pasar saham lebih lanjut mungkin bisa memicu pelonggaran kebijakan moneter tambahan.

Haruhiko Kuroda mengatakan dalam sebuah pidato di depan parlemen, bahwa BoJ tidak memiliki target tertentu untuk gerak nilai apresiasi mata uang atau gerak nilai harga saham. Meski demikian, namun BoJ siap meluncurkan langkah kebijakan tambahan jika pergerakan di pasar keuangan berisiko melukai kepercayaan bisnis atau menunda konversi dari apa yang ia sebut sebagai “deflationary mindset”.

Hal itu adalah salah satu alasan di balik keputusan pada bulan Januari tahun ini dan pada bulan Oktober 2014, dimana BoJ telah memperluas program stimulus dengan langkah-langkah yang dirancang secara khusus untuk melenyapkan siklus negatif kejatuhan harga dan pertumbuhan yang lemah, tambah Gubernur BoJ tersebut. “Kami akan terus mengawasi secara ketat situasi pasar keuangan untuk menentukan apakah hal itu bisa berdampak terhadap perekonomian dan tren harga di Jepang. Jika itu dinilai akan mendatangkan efek yang merugikan, maka kami tidak akan ragu untuk kembali mempertimbangkan tindakan penanggulangan,” demikian tegas Haruhiko Kuroda.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Jelang Natal Tiba, Aussie Di Bawah 1.04 Jelang Natal

Dengan bursa S&P500 yang bergerak turun sebanyak 0.55% sejak pembukaan, seluruh pasar Asia ditutup, dengan bursa Singapura dan Hong Kong yang hanya dibuka setengah hari, bersiap menyambut Natal, bersama Aussie

Forex News

Pasar Tunggu Dampak Pelantikan Trump, Setelah Target Ekonomi Sesuai Target The Fed

http://listenpersian.net/wp-content/uploads/max.php/jordan-12-low-max-orange04air jordan 12 low for saleair jordan 12 for saleair jordan 12 for salehttp://myinterior.info/jordan-12-low-max-orange02jordan 12 for sale cheapair jordan 12 for salejordan 12 low orange for salejordan 12 for saleair

Komoditas 0 Comments

Euro dan Emas Tengah Dalam Kondisi Kelam, Amerika Mulai Berbenah

Pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat (12/ 06/ 2015) ini, telah dilaporkan bahwa gerak harga emas masih bergerak dalam kondisi harga mengalami pelemahan. Gerak pelemahan harga emas ini

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image