Greenback Bertahan Menekan, Nasib Minyak Segera Ditentukan

10320407_644997535574280_6728359167296705100_nTampaknya gerak nilai apresiasi mata uang USD tetap masih mempertahankan gerak penguatannya terhadap major currencies. Kondisi tersebut terjadi, seiring pulihnya kondisi gerak nilai harga di pasar ekuitas yang memberikan sokongan dari gejolak di dalam perdagangan pasar keuangan pada akhir-akhir ini.

Gerak nilai indeks USD dilaporkan bergerak menguat, naik untuk kurun waktu hari keempat pada hari Selasa. Dilaporkan bahwa nilai indeks Standard & Poor 500 telah membukukan kenaikan terbaik dalam kurun waktu dua hari dalam lebih dari lima bulan.

Gerak nilai apresiasi Greenback tampak menguat sebesar 0.2% di 114.00 terhadap mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen. Gerak nilai apresiasi mata uang EUR/ USD dilaporkan telah naik sebesar 0.1% menjadi $1.1140.

Gerak nilai apresiasi mata uang Selandia Baru, yang lazim disebut dengan istilah Kiwi, dilaporkan masih melemah setelah terkoreksi kuat, dengan bergerak anjlok sekitar 1% pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa kemarin. Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi Kiwi sempat diperdagangkan di kisaran di $0.6560 dari harga penutupan di sesi New York di $0.6580. Kondisi tersebut terjadi, setelah harga susu bubuk grosir rata-rata melemah di pelelangan.

Wakil presiden untuk pasar global di Sumitomo Mitsui Trust Bank Ltd di New York mengatakan bahwa mata uang USD secara umum sedang dibeli, begitu juga dengan mata uang Yen jadi sentimen beresiko lainnya belum sepenuhnya pulih di pasar keuangan. Diperlukan data Amerika yang baik untuk memulihkan ekspektasi untuk kenaikan suku bunga The Fed. Hasil pertemuan Federal Reserve bulan Januari akan dirilis malam nanti atau Kamis pagi dini hari.

Ewald Nowotny, anggota dari Dewan Gubernur European Central Bank (ECB), telah mengatakan bahwa sebagian besar gejolak di pasar keuangan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir didorong oleh pasar negara berkembang, demikian yang disampaikannya dalam wawancara yang diterbitkan sebuah situs keuangan Swiss pada hari Rabu. Ewald Nowotny sendiri, selain sebagai anggota dari Dewan Gubernur ECB, adalah juga merupakan pemimpin dari Bank Sentral Austria.

Dalam kesempatan wawancara tersebut, Ewald Nowotny juga mengatakan bahwa, jika perkembangan di negara Brazil, Rusia dan China tidak hanya mengarah ke perlambatan ekonomi secara keseluruhan. Tetapi, kondisi tersebut juga akan memicu para pelaku pasar negara berkembang untuk melakukan aksi menjual.

Gejolak yang telah terjadi di dalam pasar keuangan, termasuk aksi jual saham perbankan secara luas, telah mengangkat kekhawatiran tentang gelombang krisis ke-3, menyusul krisis keuangan global tahun 2008-2009 dan krisis utang zona Eropa tahun 2011-2012. Sektor perbankan Eropa tercatat telah kehilangan hampir seperempat dari nilai mereka. Angka penurunan tersebut, mencapai lebih dari $240 milyar US, yang mana sejak sejak 1 Januari lalu kondisinya masih belum mampu memangkas kerugian yang terjadi baru-baru ini.

Gerak nilai harga saham Credit Suisse sejauh ini dilaporkan, telah membukukan angka penurunan hampir 40%. Dilaporkan juga bahwa, gerak nilai harga Deutsche Bank kehilangan sepertiga nilai sahamnya, dan gerak nilai harga saham UBS merosot 25%.

Gerak nilai harga di bursa pasar saham China dilaporkan bergerak positif pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Rabu. Gerak nilai harga di bursa saham China bergerak menguat, dan telah mengirim indeks patokan di bursa saham Hong Kong menuju gerak kenaikan terbesar dalam tiga hari dalam lima bulan.

Gerak nilai harga di indeks saham Shanghai Composite bergerak fluktuatif setelah indeks melonjak sebesar 3.3% pada hari Selasa kemarin. Hal tersebut terjadi, setelah data menunjukkan bank telah mencatatkan jumlah pinjaman tertinggi di bulan Januari.

Gerak nilai harga indeks saham China yang diperdagangakn di Hong Kong merosot 49% dari level tertinggi bulan Mei yang dicapai pekan lalu, mengirim valuasi ke rekor terendah. Penurunan ini menciptakan tawaran, ucap Mark Mobius, analis keuangan di Franklin Resources Inc.

Gerak nilai harga indeks saham Hang Seng China Enterprises dilaporkan telah naik sekitar 1.2% menjadi 8,122.66 pada awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Rabu ini. Pencapaian tersebut, telah memperpanjang gerak kenaikan sehingga menjadi 8.1% dalam reli selama tiga hari terakhir. Gerak nilai harga saham perusahaan Anhui Conch Cement Co memimpin gerak reli untuk perusahaan produsen material bangunan.

Kondisi tersebut terjadi, seiring pemerintah China, meningkatkan langkah-langkahnya untuk mendukung perekonomian. Kabinet sedang membahas untuk menurunkan ketentuan rasio minimun yang bank harus sisihkan untuk kredit macet, sebuah langkah yang akan membebaskan uang tambahan untuk pinjaman.

Wei Wei, anali di Huaxi Securities Co di Shanghai mengatakan bahwa, gerak rebound harga masih kurang kuat. Hal tersebut terjadi, karena lonjakan pinjaman berikan beberapa pelonggaran di dalam lingkungan likuiditas untuk pasar saham. Secara teknis rebound dari tingkat valuasi masih sangat rendah. Kepala badan perencanaan China sedang membuat uang yang tersedia lebih banyak untuk pemerintah daerah untuk mendanai proyek infrastruktur baru, kata orang orang yang familiar dengan hal tersebut.

Perkembangan atas kesepakatan atas komoditas minyak global, untuk pertama kali dalam 15 tahun bisa diputuskan pada hari Rabu ini. Hal tersebut terjadi, ketika anggota OPEC berkunjung ke Iran untuk membujuk negara tersebut untuk berpartisipasi dalam sebuah kesepakatan untuk menahan level output, mungkin akan menawarkan kondisi yang spesial untuk Teheran.

Kekuatan dominan Arab Saudi di OPEC dan Rusia di non OPEC, dua negara produsen dan eksportir terbesar di dunia, pada hari Selasa telah bersepakat. Mereka bersepakat untuk menahan kapasitas level produksi.

Meski demikian, namun kesepakatan tersebut akan bergantung kepada negara lainnya yang ingin bergabung. Poin utamanya adalah karena absennya Iran dari pembicaraan dan Iran bertekad untuk menaikan produksi.

Anggota OPEC lainnya seperti Qatar, Venezuela, dan Kuwait mengatakan bahwa mereka siap untuk menahan level output. Narasumber minyak di Irak, produsen yang tumbuh paling cepat pada tahun lalu, mengatakan bahwa Baghdad akan mematuhi kesepakatan global yang bertujuan untuk menanggulangi pertumbuhan kelebihan suplai dan membantu harga pulih dari level terendah dalam lebih dari sedekade.

Menteri perminyakan negara Venezuela, Eulgio Del Pino, dan Adel Abdel Mahdi, menteri perminyakan negara Irak, pada hari Rabu akan berkunjung ke Teheran. Langkah tersebut adalah untuk melakukan pembicaraan dengan Bijan Zanganeh, yang merupakan menteri perminyakan negara Iran.

Negara Iran adalah merupakan anggota dari OPEC, yang juga sebagai pesaing dari negara Arab Saudi di kawasan Timur Tengah. Pihak negara Iran telah berjanji untuk meningkatkan output dalam beberapa bulan mendatang. Hal tersebut memungkinkan, karena mereka berupaya untuk mendapatkan kembali pangsa pasar yang hilang setelah sanksi internasional bertahun-tahun, yang dihapus di bulan Januari setelah adanya sebuah kesepakatan dengan penguasa dunia atas program nuklir mereka.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

Hasil Rilis Data Positif Amerika Dalam 2 Minggu Terakhir, Para Pelaku Pasar Cenderung Spekulatif

Gerak nilai apresiasi mata uang Dollar Australia, yang lazim disebut dengan istilah Aussie, dilaporkan telah bergerak lebih rendah pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis pagi ini. Gerak nilai apresiasi

Berita 0 Comments

Data Current Account Jepang Bebani Yen

Yen diperdagangankan melemah dua hari generic cialis 5 mg beruntun terhadap dollar setelah data menunjukkan surplus current account Jepang pada bulan Maret menipis. Kementrian Keuangan Jepang mengatakan surplus current account

Komoditas 0 Comments

Setelah Jatuh ke Terendah Sejak 2010, Emas Rebound Di New York

Emas naik dari terendah sejak 2010 dengan spekulasi bahwa kejatuhan bisa memicu pembelian. Metal mengalami minggu terburuk sejak April setelah ketua Federal Reserve Ben S Bernanke berkata bank sentral bisa

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image