Greenback kembali Tekan Sterling, Minyak Merangkak Naik

166752_458204154250995_1147090063_nDilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling, kembali mengalami tekanan dari Greenback. Gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD tengah mengalami tekanan di pasar Asia, dengan berada di kisaran level 1.3424.

Hal tersebut terjadi, seiring sentimen risiko mulai muncul pada satu jam pertama di pasar keuangan Asia. Pergerakan nilai apresiasi mata uang Sterling masih menjai fokus utama para pelaku pasar global. Para pelaku pasar tengah menunggu deklarasi dari pemimpin konservatif - Boris Johnson dan May menjelang deadline Kamis.

Dilaporkan juga bahwa, dilaporkan bahwa Mark Carney, Gubernur Bank of England (BOE), akan menyampaikan pidato pada hari Kamis ini. Mark Carney akan menyampaikan dalam pidatonya, mengenai hasil referendum Brexit dan langka-langka dari pihak berwenang BOE menangani dampak-dampaknya. Peristiwa ini akan menambah volatilias dari gerak nilai apresiasi mata uang Sterling.

Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga di indeks bursa saham Jepang, yaitu indeks saham Nikkei 225, telah mengalami gerak kenaikan. Gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225, telah mengalami gerak kenaikan sebesar 179 poin, atau sekitar 1.15% pada pembukaan sesi perdagangan pasar di hari Kamis ini.

Hal tersebut terjadi, menyusul redanya kekhawatiran para pelaku pasar atas dampak Brexit, selain juga dikarenakan adanya pelemahan gerak nilai apresiasi mata uang Yen. Kantor berita Xinhua telah melaporkan bahwa, gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225 bergerak menanjak ke kisaran level harga 15.746.

Dilaporkan juga bahwa indeks Topix bergerak naik sebanyak 13,06 poin atau sekitar 1,05% menuju ke kisaran level harga 1.260,75. Penguatan gerak nilai harga indeks Topics tersebut, karena ditopang oleh gerak nilai harga saham-saham emiten pertambangan, asuransi, dan transportasi laut.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah mencatatkan angka kenaikan terbesar sejak bulan April. Keadaan tersebut terjadi, seiring penurunan suplai minyak Amerika yang telah memancing risk appetite dari para pelaku pasar, untuk kembali aktif dalam perdagangan komoditas minyak mentah dan banyak komoditas lainnya.

Pihak berwenang dari Energy Information Administration (EIA) Amerika melaporkan bahwa, suplai minyak mentah domestik turun 4,1 juta barel. Suplai minyak mentah domestik Amerika dilaporkan turun sehingga menjadi total 526.6 juta barel untuk kurun waktu sepekan yang berakhir tanggal 24 Juni.

Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan ekspektasi, yaitu adanya penurunan suplai sebesar 2,3 juta barel. Angka tersebut juga berbeda dari hasil rilis data pihak American Petroleum Institute (API) yang melaporkan bahwa penurunan suplai minyak mentah Amerika adalah sebesar 3,9 juta barel. Meski demikian, namun terdapat kekhawatiran pada laporan EIA akan adanya kenaikan suplai bensin sebesar 1,4 juta barel yang jauh lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pengurangan 58.000 barel.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan ditutup di level $49.54 US/ barel pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu (29/ 06/ 2016). HAsil tersebut lebih tinggi, atau naik sekitar $1.43 US dari level penutupan pada sesi perdagangan pasar sebelumnya.

Bias bearish dalam jangka pendek dengan momentum bearish akan membutuhkan konfirmasi penembusan level harga support terdekat. Level harga support terdekat dari gerajk nilai harga komoditas minyak mentah adalah di kisaran level harga $48.80 US, dan level harga resisten terdekat adalah berada di kisaran level harga $50.00 US.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Aussie Lanjutan Kenaikan Setelah Rilis Catatan Rapat RBA

Mata uang aussie mengalami kenaikan lanjutan terhadap dollar AS pada perdagangan hari ini (18/3). Aussie kembali bergerak dalam trend bullish setelah dirilis catatan rapat RBA. Para pemangku kebijakan kembali menegaskan

Fundamental 0 Comments

Pasar Antisipasi Pidato Gubernur The Fed Ben S. Bernanke

Para pelaku pasar saat ini terfokus pada rilis nonfarm payrolls sebagai acuan sentiment pasar, terutama menjelang pidato dari Gubernur The Fed, Ben S. Bernanke, yang akan akan menyampaikan pandangannya tentang

Berita 0 Comments

Pernyataan RBA’s Stevens Bebani Kinerja Aussie

Aussie terlihat kesulitan mempertahankan momentum penguatan setelah RBA’s Stevens kembali memperingatkan resiko pelemahan Dollar Australia. “Pasar terlalu remeh menghadapi resiko pelemahan Dollar Australia. Akan cukup mengejutkan jika aussie dapat mempertahankan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image