Greenback Tampak Tekan Poundsterling, OPEC Tampak Tak Terdukung

0_natural_gas_10152999_567681066709603_181834146193739011_nDilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD telah sempat bergerak sideways dalam beberapa hari terakhir. Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD telah sempat diperdagangkan dikisaran level 1.2214. Pada awal sesi perdagangan pasar di hari Kamis (27/ 10/ 2016) telah dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling terlihat melemah.

Pergerakan sideways dari nilai apresiasi mata uang Poundsterling tersebut terjadi, menjelang adanya rilis data produk domestik bruto (PDB) Inggris. Hasil rilis data PDB pada hari ini kemungkinan memberikan gambaran dampak dari Brexit Juni lalu.

Hasil rilis data PDB Inggris diperkirakan akan tumbuh sekitar 0,3% dari kuartal kedua sebesar 0,7%. Apabila ternyata hasil rilis data PDB dirilis seusai perkiraan, maka akan menjadi pertumbuhan kuartalan terendah sejak periode Januari - Maret 2013.

Pada awal bulan ini, media lokal Inggris mengutip dokumen pemerintah yang bocor menyebutkan Inggris kemungkinan akan mengalami kerugian £66 milyar dari pendapatan pajak setelah Brexit terealisasi. Kerugian tersebut berasal dari keluarnya Inggris dari Uni Eropa, serta kembali ke aturan World Trade Organization yang dapat membabani PDB sebesar 9,5%.

Gerak nilai harga di bursa saham Nikkei, Jepang, dilaporkan telah bergerak menguat tipis di awal sesi perdagangan pasar di hari Kamis (27/ 10/ 2016). Gerak nilai harga di bursa saham Nikkei tampak kokoh berada di level tertinggi enam bulan.

Gerak nilai apresiasi mata uang Yen yang kembali melemah terhadap Greenback di sesi perdagangan pasar hari ini memberikan dorongan bagi gerak nilai harga saham-saham eksportir Jepang. Sentimen positif juga datang dari Wall Street yang menguat di sesi perdagangan pasar di hari Rabu kemarin.

Gerak nilai harga di bursa saham Nikkei pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu juga berhasil menguat dan membukukan kenaikan tiga hari beruntun. Hal tersebut terjadi, berkat adanya pelemahan dari gerak nilai apresiasi mata uang Yen.

Gerak nilai harga di bursa saham Wall Street dilaporkan telah bergerak menguat pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu. Hal tersebut terjadi, setelah adanya hasil rilis data ekonomi yang solid membantu penguatan saham sektor finansial. Kenaikan gerak nilai harga saham Boeing juga membantu penguatan gerak nilai harga di indeks Dow Jones.

Gerak nilai harga spot Nikkei dilaporkan telah bergerak menguat sekitar 0,17% menjadi 18199,33. Gerak nilai harga Nikkei Futures dilaporkan telah sempat diperdagangkan di kisaran level harga 17370.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah bergerak melemah turun sekitar 2% pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu. Hal tersebut terjadi, karena dipicu oleh meningkatnya keraguan para pelaku pasar akan kebijakan pembatasan tingkat produksi oleh pihak OPEC, meskipun telah ada dorongan penguatan gerak nilai harga komoditas minyak mentah berdasarkan laporan penyusutan stok minyak Amerika.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah sempat diperdagangkan di kisaran level harga $49,17 US/ barel, dengan level harga support terdekat di kisaran level harga $49.00 US/ barel, dan level harga resisten terdekat di kisaran level harga $49.35 US/ barel. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah juga sempat menyentuh kisaran level harga $48.87, yang adalah merupakan pencapaian gerak nilai harga komoditas minyak mentah terendah sejak awal bulan Oktober ini.

Dilaporkan oleh pihak Energy Information Administration (EIA) Amerika bahwa, stok minyak Amerika menyusut 553,000 barel minggu lalu, setelah sempat diprediksi meningkat 1,7 juta barel oleh analis Reuters. Namun hal ini tidak cukup untuk mendorong harga minyak mentah naik, karena meningkatnya keraguan pasar akan hasil kesepakatan OPEC walaupun sudah adanya dukungan dari Rusia sebagai produsen minyak terbesar dunia diluar OPEC.

Negara Iran, Nigeria, dan Libya diprediksi tidak akan menyepakati kebijakan pihak OPEC ini. Hal ini juga diikuti oleh Venezuela dan Indonesia yang memberikan pernyataan pada hari Selasa mengenai target peningkatan produksi mereka sebesar 42% tahun depan.

Sebelumnya, pihak Irak juga turut membebani kesepakatan OPEC ini dengan menyatakan penolakannya untuk berkontribusi dalam kesepakatan ini. Penolakan tersebut terkait dengan kebutuhan dana Irak untuk memerangi militan Islamic State.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Pasar Global Tengah Tertekan, Kondisi China Perberat Tekanan

Mata uang Inggris, yaitu mata uang Poundsterling, dilaporkan merosot gerak nilai apresiasinya ke level terendah 4 setengah bulan terhadap Greenback di sesi perdagangan pasar hari Senin kemarin. Kondisi tersebut terjadi

Berita 0 Comments

Mata Uang Major Koreksi USD Akibat Laporan Perumahan

Di perdagangan awal pekan ini (Senin. 26/ 08/ 2013), apresiasi mata uang yen di transaksikan menguat terhadap USD. Hal ini dipicu seiring USD merosot dari level puncak 3-pekan pasca rilis

Forex News 0 Comments

Jelang Natal Tiba, Aussie Di Bawah 1.04 Jelang Natal

Dengan bursa S&P500 yang bergerak turun sebanyak 0.55% sejak pembukaan, seluruh pasar Asia ditutup, dengan bursa Singapura dan Hong Kong yang hanya dibuka setengah hari, bersiap menyambut Natal, bersama Aussie