Greenback Tekan Kuat Sterling, Pasar Cermati Kondisi Ekonomi Global

analisa forex mata uang Dollar ASGerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling dilaporkan telah bergerak melemah terhadap Greenback, sejak pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat minggu lalu. Gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD telah bergerak melemah sekitar 100 pips hingga di sesi perdagangan pasar di awal pekan ini.

Gerak nilai apresiasi Sterling dilaporkan telah menyentuh kisaran level 1.4157, karena tekanan yang ada dari kelanjutan gerak reli nilai apresiasi mata uang USD. Hal lain yang turut berkontribusi besar atas pelemahan gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD adalah, setelah jajak pendapat Brexit yang terbaru.

Dilaporkan bahwa, pada jajak pendapat Brexit yang terbaru menunjukkan selisih dukungan yang lebar. Jajak pendapat dari ORB yang dipublikasikan koran The Independent menunjukkan 55% responden mendukung Inggris untuk keluar dari Uni Eropa atau Brexit.

Dari laporan tersebut juga dilaporkan bahwa, untuk jumlah pendukung dari kondisi Inggris tetap bertahan di Uni Eropa hanya sekitar 45% responden. Dukungan Brexit ini dituliskan menjadi yang terbesar sejak ORB memulai jajak pendapatnya pada tahun lalu.

Gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD dilaporkan telah sempat berada di kisaran level 1.4183, atau turun sekitar 73 pips dibandingkan level penutupan sesi perdagangan pasar sebelumnya. Kisaran level support dari gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD yang terdekat berada di kisaran level 1.4150, dan untuk level resisten terdekat berada di kisaran level 1.4235.

Gerak nilai apresiasi Greenback telah menguat terhadap major currencies, kecuali terhadap mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen. Penguatan gerak nilai apresiasi mata uang Yen terjadi, karena didukung sentimen risk aversion dalam pelemahan dari gerak nilai harga saham dan gerak nilai harga komoditas minyak.

Gerak nilai harga di bursa saham Wall Street, Amerika, dilaporkan telah ditutup lebih rendah pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat. Hal tersebut terjadi, karena gerak nilai hartga saham dibebani oleh sentiment karena kecemasan para pelaku pasar.

Kecemasan para pelaku pasar yang tengah terjadi, adalah terhadap kondisi pertumbuhan global terbaru dari catatan turunnya yield patokan. Selain itu, para pelaku pasar juga dirundung rasa kekhawatiran menjelang pemungutan suara Inggris tentang apakah mereka akan meninggalkan Uni Eropa atau tidak.

Gerak nilai harga di bursa saham Wall Street dilaporkan telah tercatat melemah, turun ke level terendah sesi. Hal tersebut terjadi, setelah jajak pendapat “Brexit” terbaru dari The Independent menunjukkan pendukung untuk “meninggalkan” naik menjadi 55% dari responden, versus 45% yang memilih untuk bertahan di Uni Eropa.

Hal tersebut telah menandai porsi terbesar dari responden yang memilih untuk keluar sejak perusahaan riset ORB mulai melakukan jajak pendapat terhadap masalah sejak tahun lalu. Analis pasar global di Barclays mengatakan kondisi tersebutlah yang melukai pasar. Euro dan sterling keduanya turun ke level terendah sesi terhadap Greenback ditengah perilisan hasil jajak pendapat .

Dia juga menambahkan bahwa jajak pendapat ini istimewa, namun jajak pendapat ini tidak berikan sesuatu yang spesifik jika dibandingkan dengan lainnya. Hal ini hanya yang terbaru dan kita mendekati acara tersebut.

Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga indeks saham Dow Jones Industrial Average telah ditutup di kisaran level 119.85 poin. Angka tersebut tercatat lebih rendah, atau 0.67%, di kisaran level harga 17,865.34, dengan gerak nilai harga saham dari Goldman Sachs memimpin pelemahan dan gerak nilai harga saham dari Verizon memimpin penguatan.

Gerak nilai harga indeks saham S&P 500 dilaporkan telah ditutup turun sekitar 19.41 poin, atau 0.92%, di kisaran level harga 2,096.07. Perusahaan di sektor energi dan keuangan memimpin delapan sektor lebih rendah dan hanya telekomunikasi dan kebutuhan konsumen yang menguat.

Gerak nilai harga indeks saham Nasdaq Composit dilaporkan telajh juga ditutup melemah. Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Nasdaq Composit telah bergerak turun sekitar 64.07 poin, atau 1.29%, di kisaran level harga 4,894.55.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah pada awal sesi perdagangan pasar di hari Senin ini, dilaporkan telah tertekan oleh data buruk dari kondisi perekonomian dari sejumlah negara Asia dan karena adanya sentimen dari penguatan gerak nilai apresiasai Greenback, yang akan membuat nilai harga minyak di negara importir menjadi bertambah mahal.

Gerak nilai harga kontrak berjangka minyak Brent dilaporkan telah berada di bawah $50 US/ barrel, tepatnya $49.89 US, turun 65 sen, atau 1,29 %, dari harga penutupan sebelumnya. Juga dilaporkan bahwa gerak nilai harga minyak WTI telah turun 78 sen, atau lebih dari 1,5 persen, di angka $48.29 US/ barel.

Pihak dari ANZ bank melaporkan bahwa, karena risiko angka produksi yang telah berkurang dan adanya gerak reli dari nilai aparesiasi dari mata uang USD serta adanya US Treasuries menyebabkan gerak nilai harga komoditas minyak menjadi tertekan. Gerak nilai apresiasi Greenback dilaporkan telah pulih sekitar 1,3 % terhadap major currencies dari posisi rendahnya di Juni. Hal tersebut terjadi, karena ditopang oleh adanya prospek kenaikan bunga acuan dari The Fed.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Kecemasan Pasar Masih Topang Yen, Fokus pada ECB

Yen masih bertahan di dekat level tinggi dalam berbulan-bulan terhadap dollar dan euro pada awal sesi hari Kamis, menunjukkan kehati-hatian investor mengenai aksi jual pada pasar negara berkembang belakangan ini.

Berita 0 Comments

Apresiasi Euro Kembali Terhempas, Minyak Turun Gugah Selera Pasar Ke Saham

Telah dilaporkan bahwa kondisi pergerakan nilai apresiasi mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro, tengah kembali terkoreksi pada sesi perdagangan pasar hari Rabu (30/ 09/ 2015) kemarin. Bahkan di

Berita 0 Comments

Euro Tertahan di Level Terendah 8 Bulan

Euro belum banyak bergerak pada perdagangan sesi Asia pagi ini, setelah merosot tajam pada perdagangan kemarin dan menembus di bawah level 1.3500. Mata uang 18 negara tersebut kini berada pada

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image