Imbas Pernyataan Para Petinggi The Fed Atas Apresiasi USD

Imbas Pernyataan Para Petinggi The Fed Atas Apresiasi USD

Apresiasi USD mencatatkan pelemahan tipis di awal sesi Asia setelah petinggi The Fed mencoba meredakan kekhawatiran pasar akan segera berakhirnya stimulus. Pada minggu lalu, Gubernur Bank Sentral Amerika, Ben Bernanke, menyatakan bahwa mereka bisa memperlambat atau mengurangi kebijakan rangsangan di tahun ini jika perekonomian AS menunjukkan kondisi yang membaik. The Fed memiliki program pembelian Obligasi senilai 85 milyar USD setiap bulan sebagai upaya merangsang perekonomiannya. Hal ini menjadi sumber tekanan bagi melemahnyan USD saat ini. Kenaikan USD sejalan dengan isyarat akan ditariknya kebijakan ini mendapat sandungan dari pernyataan beberapa pejabat tinggi the Fed lainnya.

Presiden Fed of Minneapolis, Narayana Kocherlakota, mengatakan persepsi pasar salah bahwa Fed kini menjadi lebih hawkish. Presiden Fed of Dallas, Richard Fisher, mengutarakan bahwa The Fed masih akan menjalankan kebijakan moneter longgar meskipun jika bank sentral memutuskan untuk mengurangi stimulus. Presiden Fed of New York, William C. Dudley, mengatakan kebijakan Fed saat ini tidak begitu akomodatif jika dibandingkan dengan kondisi perekonomian. Komentar dari petinggi Fed tersebut juga berhasil membantu penurunan biaya pinjaman obligasi pemerintah Amerika dari level tinggi 2 tahun. Kocherlakota mengatakan bahwa, jika yield obligasi terus meningkat maka ini dapat menjadi penghambat bagi perekonomian karena akan turut menekan harga dan sektor tenaga kerja. USD memang mendapat tekanan dari pasar pendapatan tetap. Trend atas pergerakan harga mata uang USD diperkirakan masih akan berlanjut dengan dorongan arus masuk modal. Repatrisiasi dari pasar-pasar negara berkembang akan membuat USD menguat kembali. Indeks USD kini diperdagangkan 82.39 menjauhi level tinggi 2 minggu yang diraih kemarin di 82.84. “Saya tidak nyaman dengan yield obligasi pemerintah Amerika saat ini. Investor seharusnya tidak bereaksi berlebihan atas rencana Fed untuk mengurangi jumlah pembelian obligasi,” demikian ungkapan dari Richard Fisher.

Diluar batasan safe haven, selama pekan ini diperkirakan dominasi arus repatrisiasi ini akan berlanjut. Pada perdagangan awal pekan ini USD terkoreksi atas Yen di 97.66 dari sebelumnya di 97.73. Apresiasi EUR/ USD terjadi gerakan turun ke level harga 1.3122 dari sebelumnya di level harga 1.3138. Sedangkan untuk mata uang Poundsterling terjadi kenaikan ke 1.5439 dari sebelumnya di 1.5428. Pada perdagangan AUD/ USD, naik ke level harga 92.74 dari sebelumnya di level harga 92.45. Goldman Sachs menurunkan peringkat pertumbuhan ekonomi Cina dengan melihat kondisi ekonomi terkini. Peringkat pertumbuhan Cina turun menjadi sebesar 7.4% dan 7.7% di tahun 2013 dan 2014 dari sebelumnya sebesar 7.8% dan 8.4%. Kenaikan suku bunga interbank menjadi sinyal penguatan kredit di tahun lalu tidak akan berlanjut di tahun ini.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Inggris Berkutat Dengan Kondisi Brexit, Emas Merangkak Naik

Telah dilaporkan bahwa sektor perbankan di Inggris dapat bertahan jika Inggris menarik diri dari Uni Eropa dengan “disorderly Brexit” pada tahun 2019, menurut Bank of England. Semua pemberi pinjaman terbesar

USD Masih Perkasa, Pasar Perhatikan Zona Eropa

Mata uang USD pada hari ini (Senin, 06/ 05/ 2013), masih berada di kisaran level harga penutupan hari Jumat (03/ 05/ 2013) lalu, sekaligus mempertahankan penguatan yang diraihnya akhir pekan

Forex News 0 Comments

Pasca Fiscal Cliff, AS Hadapi Pertarungan Besar

Kantor berita analisadaily melaporkan, Presiden Barack Obama dan para anggota Kongres AS dari Republikan kini menghadapi “pertarungan” lebih besar tentang aggaran dalam dua bulan ke depan setelah dicapainya deal “fiscal

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image