Kebijakan RBNZ Bikin Pasar Shock, Gerak Wall Street Terdorong Minyak

258741_321456_789654_258963147_nDilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang Selandia Baru/ New Zealand, yang lazim disebut dengan istilah Kiwi, telah bergerak melemah. Gerak nilai apresiasi Kiwi terkoreksi kuat dan bergerak terjun bebas dari level tertinggi hariannya terhadap Greenback, setelah secara mengejutkan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) berkebijakan dengan memangkas suku bunga acuan.

Dilaporkan bahwa, pihak berwenang dari Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) telah memutuskan untuk memberlakukan kebijakan, yaitu dengan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Suku bunga acuan New Zealand sejak diterapkannya kebijakan RBNZ adalah menjadi 2,25%. Para pelaku pasar menduga bahwa pihak berwenang RBNZ masih akan mempertahankan suku bunga acuan pada 2,50%.

Kebijakan tersebut diambil oleh para pejabat berwenang RBNZ, adalah oleh karena beberapa hal. Telah disampaikan dalam pernyataan kebijakan moneter RBNZ yang dirilis bersamaan dengan keputusan suku bunga, bahwa faktor dari perlambatan di China dan negara berkembang lain, serta laju pertumbuhan yang lebih lambat di Eropa memuramkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) tidak menutup kemungkinan akan penambahan stimulus demi mencapai kestabilan inflasi pada target.

Pihak berwenang dari Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) mengejutkan pasar dengan menurunkan suku bunga pada rapat moneter yang berakhir dini hari tadi. Tidak hanya itu Gubernur RBNZ, Graeme Wheeler, juga mengatakan suku bunga kemungkinan akan diturunkan lagi. Gerak nilai apresiasi mata uang NZD/ USD pun terliihat terus tertekan.

Kebijakan yang diambil oleh RBNZ dengan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 2,25%. Langkah yang diambil oleh RBNZ tersebut terbilang mengejutkan setelah hasil survei Bloomberg menunjukkan hanya 2 dari 17 ekonom yang memperkirakan suku bunga akan diturunkan.

Rendahnya inflasi dan pelambatan ekonomi global menjadi alasan RBNZ menurunkan suku bunga. Dalam beberapa pekan terakhir, ekspektasi inflasi Selandia Baru turun ke level terendah 22 tahun. Inflasi Selandi Baru masih di bawah target 1% - 3%, dan RBNZ memberikan sinyal penurunan suku bunga satu kali lagi guna mendorong perekonomian dan menaikkan inflasi menjadi 2% di awal 2018.

Dilaporkan bahwa, hingga pukul 8.54 WIB, gerak nilai apresiasi mata uang NZD/ USD terus melemah. Gerak nilai apresiasi mata uang NZD/ USD telah sempat diperdagangkan di kisaran 0.6627, dibandingkan dengan penutupan sesi perdagangan pasar di hari Rabu 0.6651.

Gerak nilai apresiasi mata uang Kiwi anjlok sekitar 1% terhadap mata uang USD tidak lama setelah informasi kebijakan RBNZ dirilis. Koreksi atas nilai apresiasi Kiwi terjadi dari dekat level tertinggi harian 0.6808 ke dekat level terendah harian 0.6649. Batas support Kiwi terdekat berada di kisaran level 0.6640, dan untuk batasan reissten terdekat di kisaran level 0.6700.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga di bursa saham Wall Street telah ditutup dengan kondisi menguat pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu. Kondisi perdagangan yang bervolume sempit, terbantu oleh kenaikan yang telah terjadi pada gerak nilai hrga komoditas minyak.

Sentimen positif dari Wall Steret berpotensi menular ke sesi Asia, ditambah dengan langkah dari bank sentral Selandia Baru yang memangkas suku bunga diperkirakan akan mempercerah outlook bursa saham Asia hari Kamis pagi.
Karena kondisi tersebut terjadi, maka para pelaku pasar bersiap untuk menantikan hasil keputusan atas langkah kebijakan moneter yang akan diambil oleh pihak European Central Bank (ECB) pada hari Kamis. Presiden ECB Mario Draghi diperkirakan akan mengumumkan kebijakan yang lebih bersifat stimulus.

Hal tersebut dilakukan, dengan harapan penambahan program pembelian aset dan pemangkasan suku bunga tabungan lebih dalam lagi ke area negatif. Pihak dai Federal Reserve dan Bank of Japan (BoJ) akan menggelar pertemuan kebijakan mereka pada pekan depan.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga saham untuk sektor energi telah bergerak menguat lebih dari 2% dan memimpin gerak penguatan nilai harga pada indeks saham S&P 500. Gerak nilai harga indeks saham S&P 500 naik sebanyak 9.85 poin, atau sebesar 0.5%, di kisaran level harga 1,989.11.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Dow Jones telah ditutup dengan kondisi menguat. Gerak nilai harga indeks saham Dow Jones bergerak menguat sebesar 34.48 poin, atau sebesar 0.2% sehingga menjadi 16,998.58.

Telah juga dilaporkan bahwa gerak nilai harga di indeks saham Nasdaq turut bergerak naik. Gerak nilai harga indeks saham Nasdaq bergerak menguat naik sebanyak 25.55 poin, atau sebesar 0.55%, menuju level 4,674.38. Kondisi tersebut terjadi pada setiap gerak nilai harga indeks saham, seiring kenaikan gerak nilai harga komoditas minyak terus memicu aksi short-covering dan posisi jangka panjang.

Gerak nilai harga komoditsa minyak mentah menguat dan bergerak meroket hampir 6% pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah bergerak dan tampaknya akan menyentuh level tertinggi tahunan yang baru.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah ditutup di level $38.18 US/ barel pada sesi predagangan pasar hari Rabu (09/ 03/ 2016) kemarin, atau 5,09% lebih tinggi dibandingkan harga penutupan pada sesi perdagangan pasar sebelumnya.

Bias perdagangan masih tampak bullish, namun waspada dengan potensi koreksi dari indikator stochastic yang memasuki area overbought. Diperkirakan bahwa batas resisten terdekat komoditas minyak mentah terlihat di kisaran level harga 39.50 dan untuk batas support terdekat di kisaran level harga 37.00.

Kondisi tersebut terjadi setelah adanya laporan tentang penurunan tajam atas suplai bensin. Hal tersebut mengindikasikan adanya kenaikan permintaan dari negara konsumen minyak mentah terbesar dunia. Sementara peningkatan suplai minyak di Amerika dapat menegaskan pentingnya kesepakatan antara produsen utama untuk menstabilkan produksi pada bulan ini.

Laporan mingguan dari pihak Energy Information Administration (EIA) telah menunjukkan bahwa penurunan suplai bensin Amerika tiga kali lebih besar dibandingkan ekspektasi untuk periode pekan lalu. Kondisi tersebut telah mensiyalkan bahwa prospek permintaan untuk minyak mentah yang menjadi bahan utama produksinya.

Selain itu suplai minyak mentah meningkat 3,9 juta barel pada pekan lalu menjadi total 522 juta barel, sedikit lebih tinggi dibandingkan ekspektasi mayoritas para analis. Perhatian para pelaku pasar selanjutnya akan tertuju pada laporan inflasi tahunan China, konsumen minyak mentah terbesar kedua dunia, yang dijadwalkan dirilis pada hari Kamis pagi.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Jepang Tengah Gusar Dan Inggris Diperkirakan Siap Menggeliat Kembali, Meski Pasar Masih Lirik USD

Bulan September ini rupanya merupakan bulan cemelang dan berjayanya mata uang negeri paman Sam. Banyak rilis data ekonomi, yang sangat mendukung mata uang USD untuk menguat dan menekan baik mata

Komoditas 0 Comments

Aussie Terkendala Data Ekonomi, China Masih Suram

Mata uang Negara Australia, yang lazim disebut dengan istilah Aussie, dilaporkan pada sesi perdagangan pasar hari Selasa (27/ 10/ 2015) kemarin bergerak melemah. Aussie pada sesi perdagangan pasar kemarin bergerak

Forex News 0 Comments

Yen Masih Berpotensi Melemah, Coba Tes 100 Per Dollar

Pada sesi perdagangan di Asia hari ini pasangan dollar-yen tampak berada di kisaran tertinggi dalam satu bulan belakangan (05/09). Melemahnya yen tersebut dipicu oleh spekulasi bahwa membaiknya ekonomi Amerika Serikat

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image