Kemungkinan Emas Masih Lanjutkan Alami Tekanan

gold bricks 6Pada sesi perdagangan emas minggu lalu, harga emas diperdagangkan melemah tajam.Harga emas tercatatkan mengalami kerugian mingguan lebih dari $30 US. Emas mengalami tekanan tajam akibat menguatan mata uang USD pada level tertinggi sejak Juni tahun lalu menjelang pertemuan FOMC pada hari Kamis mendatang. Tercatat bahwa indeks USD stabil pada kisaran 84.00.

Gerak harga emas melemah kuat pada level terendah sejak Januari setelah sempat rebound di level harga level $1,322 US pada Agustus. Hal itu karena meredanya ketegangan konflik Geopolitik Ukraina-Rusia. Pelemahan pada pasar semakin buruk menyusul adanya rumor pasar atas kebijakan suku bunga Amerika dan Referendum Scotlandia. Di Divisi Comex New York Mercantile Exchange, harga emas berjangka kontrak Desember menyelesaikan sesi perdagangan Jum’at (12/ 09/ 2014) dengan kerugian sebesar $9.60 US atau 0.77% berakhir pada $1,231.50 US/ troy ons. Dipasar Spot, harga emas turun sebesar $7.50 US atau 0.60% berakhir pada $1,231.50 US, setelah sebelumnya harga sempat diperdagangkan hingga $1,241.50 US dan $1,227.40 US untuk terendahnya. Harga emas berjangka dan emas spot mencatatkan kerugian mingguan masing-masing sebesae $35.80 US atau sekitar 2.82%. Sejak awal kuartal ke-tiga tahun ini emas mencatatkan kerugian sebesar $95.50 US atau 7.20%. Pada sesi perdagangan akhir pecan, para pelaku pasar terfokus pada data Amerika yang menunjukkan hasil yang cukup baik. Data Retail Sales Amerika dirilis dengan kenaikan sebesar 0.6% pada periode Agustus, lebih rendah dari perkiraan dan data sebelumnya pada 0.3% (F) dan 0.3% (P).

Memasuki sesi perdagangan minggu ini, para pelaku pasar akan menunggu hasil pertemuan FOMC pada hari Kamis (18/ 09/ 2014) mendatang. Selain itu, para pelaku pasar juga akan perhatikan perkembangan dari penyelenggaraan Referendum Scotlandia pada sesi perdagangan pasar eropa. Gerak harga emas berpotensi menuju level support kuatnya pada kisaran level harga $1,180 US. Level harga tersebut adalah merupakan level terendah sejak tahun lalu. Terlebih lagi potensi itu bisa benar terjadi apabila ternyata Federal Reserve mengakhiri program QE dan menaikkan suku bunga sesegera mungkin. Dalam kondisi sementara, pasar emas akan mengalami shock dengan penurunan atau kenaikan tajam pada saat berita diumumkan. Jika Federal Reserve kembali memotong program pembelian asset pada pertemuan mendatang maka potensi penurunan akan lebih dominan terjadi. Level Resistance emas yang cukup kuat berada pada kisaran level harga $1,243.70 US, dengan potensial target emas pada kisaran $1,258.00 US. Pada sesi perdagangan hari ini, para pelaku pasar akan menunggu respons pada emas atas data dipasar Amerika, antara lain data NY Empire Manufacture dan Industrial Production. Pada sesi perdagangan pasar hari ini, harga emas diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran $1,243.70 US - $1,223.40 US.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Gerak Harga Emas Mulai Menggeliat, Arab Saudi Kampanyekan Hemat Energi

Pergerakan harga emas dalam perdagangan di pasar kembali dilaporkan telah mencatatkan angka keuntungan yang tajam selama sesi perdagangan ke dua minggu ini. Hal ini terjadi setelah Indeks USD kembali mengalami

Berita 0 Comments

Aussie Masih Tertekan Pasca Data Inflasi

Pasca di rilisnya data inflasi kuartal Australia yang menurun, kurs Aussie (AUDUSD) nampak masih tertekan di teritori negatif pada perdagangan hari Kamis (24/4). Mengacu pada data yang di rilis oleh

Forex News 0 Comments

Euro Menguat Jelang Data Inflasi Jerman

Euro menguat terhadap dollar pada perdagangan sesi Asia hari ini jelang dirilisnya data inflasi Jerman. Mata uang 18 negara tersebut pada perdagangan kemarin menguat setelah spekulasi European Central Bank akan menambah

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image