Kiwi Menggeliat Kian Kuat, Batubara Terjerembab Akibat Murahnya Minyak

world regionsDilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang New Zealand, yang lazim disebut dengan istilah Kiwi, bergerak menguat terhadap Greenback. Gerak nilai apresiasi mata uang NZD/ USD telah bergerak menguat, naik sekitar 130 pips ke kisaran level 0.7137.

Hal tersebut terjadi, setelah Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga untuk 2-pertemuan beruntun. Meski demikian, namun pihak berwenang RBNZ tetap membuka peluang pelonggaran moneter lanjutan demi mencapai target inflasi.

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang NZD/ USD telah sempat berada di kisaran level 0.7122 atau naik 119 pips dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya. Level resisten terdekat Kiwi berada di kisaran level 0.7160 dan level support terdekat Kiwi berada di kisaran level 0.7100.

Dilaporkan bahwa RBNZ telah memutuskan untuk tidak kembali menurunkan suku bunga acuannya dari rekor terendah 2,25%. Para pelaku pasar sempat menduga bahwa RBNZ akan memangkas suku bunga acuan menjadi 2,0%.

Meski demikian, namun ekspektasi berubah menjadi mempertahankan suku bunga setelah Reverse Bank of Australia (RBA), memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya. RBNZ terakhir memangkas suku bunga acuannya pada bulan Maret seiring perlambatan pertumbuhan di China, pesimisme ekspektasi inflasi dan kebutuhan eksportir akan valuasi mata uang yang rendah.

Gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225, dilaporkan telah bergerak melemah. Gerak nilai harga indeks saham Jepang telah mengakhiri gerak rally-nya selama kurun waktu 2 sesi berturut-turut.

Gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225 telah bergerak melemah sekitar 1%. Hal tersebut terjadi, seiring pelemahan gerak nilai apresiasi mata uang USD yang telah mendorong naik Gerak nilai apresiasi mata uang Yen dan menekan gerak nilai harga saham perusahaan di sektor eksportir.

Dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY telah sempat diperdagangkan di kisaran level 106.60. gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY telah sempat bergerak turun sekitar 0.33%.

Dilaporkan juga bahwa, hasil data pesanan mesin Jepang tengah mengalami penurunan, anjlok di bulan tajam di bulan April. Hal tersebut terjadi di tengah kondisi perlambatan ekonomi global dan penguatan gerak nilai apresiasi mata uang Yen.

Pesanan mesin inti Jepang turun 11% dari bulan sebelumnya, jauh lebih tajam dari ekspektasi penurunan sebesar 3.7%. Untuk tingkat tahunan, pesanan mesin inti dilaporkan telah turun sekitar 8.2%.

Menurut hasil review tahunan BP Plc mengenai tren penggunaan energi. Konsumsi batu bara global dilaporkan tengah menurun tajam di tahun lalu.

Hal tersebut terjadi, seiring langkah dari Amerika dan negara dengan perekonomian besar lainnya beralih menggunakan sumber energi lain yang lebih ramah lingkungan. Berbarengan dengan kesepakatan iklim di Paris tahun lalu, berita pengurangan penggunaan batu bara didorong fakta meningkatnya pemakaian minyak mentah karena harganya yang murah telah meningkatkan permintaan dari industri dan negara-negara maju.

“Permintaan minyak tumbuh kuat karena ketika harganya turun, permintaan naik,” jelas Spencer Dale, Kepala ekonom BP. Penggunaan batu bara anjlok 1,8% di tahun lalu. Hasil dari laporan tersebut, merupakan angka penurunan terbesar seperti pertengahan 1960, jelas Spencer Dale. Konsumsi batu bara mencapai 29,2% dari total pemakaian energi tahun lalu, level terndah sejak 2005.

Penurunan gerak nilai harga komoditas minyak mentah dalam kurun dua tahun terakhir, telah membuat gerak nilai harga bensin dan solar menjadi lebih terjangkau, meningkatkan konsumsi lebih banyak lagi. Pangsa pasar minyak naik menjadi sepertiga karena permintaan baru dua kali lipat dibanding 2014.

About author

You might also like

CFD News 0 Comments

Yen Bergerak Menguat, Kondisi Politik Amerika Pengaruhi Pasar

Dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang Yen telah bergerak menguat ke kisaran level 103.45. Penguatan gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY tersebut, mengabaikan sinyal pelonggaran lebih lanjut dari

Rilis Data Amerika Kemarin Mampu Dongkrak Kembali USD

Mata uang USD mempertahankan gain terhadap sebagian besar mata uang utama menjelang laporan tenaga kerja Amerika hari ini. Apalagi setelah data rilis kemarin menunjukkan perekonomian berekspansi lebih dari perkiraan, memicu

Fundamental 0 Comments

Minggu Ini USD Dominasi Pasar, Voting Ditunggu Pasar

Di hari Jumat (19/ 09/ 2014) ini, gerak apresiasi mata uang USD telah diperdagangkan menguat terhadap sebagian besar major currencies. Namun apresiasi USD jatuh terhadap sterling, karena para pelaku pasar

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image