Loonie Menguat Atas Greenback, OPEC Bantah Iran Tunda Kerja Sama

Untitled-1Telah dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Kanada, Canadian Dollar, atau yang lazim disebut dengan istilah Loonie, berhasil menangkal dominasi dari gaerak nilai apresiasi Greenback. Hal tersebut terjadi, karena berkat dari hasil rilis data pertumbuhan ekonomi domestic. Hal pendukung lainnya adalah, karena kestabilan dari gerak nilai harga komoditas harga minyak mentah sehingga loonie mampu untuk menguat gerak nilai apresiasinya atas mata uang USD.

Telah dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang USD/ CAD pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat (30/ 01/ 2016) kemarin, gerak nilai apresiasi mata uang tersebut ditutup di level 1.3973 atau turun 0,36% dibandingkan dengan level penutupan sesi perdagangan pasar sebelumnya. Mayoritas major currencies telah tertekan gerak nilai apresiasinya dengan mata uang USD. Gerak penguatan USD terdukung oleh adanya divergensi kebijakan moneter dengan Bank of Japan (BoJ).

Telah dilaporkan bahwa, BoJ menetapkan suku bunga negatif mulai pertengahan bulan Februari. Data domestik juga memberikan dukungan besar pada gerak nilai apresiasi Greenback, termasuk data Growth Domestic Product (GDP) kuartal ke empat Amerika yang memenuhi ekspektasi. Faktor pendukung lainnya adalah, adanya kenaikan indeks PMI Chicago bulan Januari yang mensinyalkan ketangguhan sektor manufaktur Amerika menghadapi dampak penguatan gerak nilai apresiasi Greenback.

Penguatan tajam gerak nilai apresiasi mata uang USD pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat minggu lalu adalah terhadap mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro, mata uang Inggris, yaitu mata uang Poundsterling atau Sterling, dan pada mata uang Swiss, yaitu mata uang Franc. Kondisi penguatan gerak apresiasi mata uang USD yang dominan tersebut, tidak terjadi pada gerak nilai apresiasi Loonie.

Faktor pendukung dari gerak penguatan nilai apresiasi Loonie, salah satunya adalah imbas dari rilis data laporan pertumbuhan ekonomi dari negara Kanada untuk pertama kalinya dalam tiga bulan. GDP bulanan Kanada dilaporkan naik 0,3% pada bulan November dari stagnasi pada bulan sebelumnya. Data rilis tersebut telah menambahkan sentimen positif pada laju perekonomian Kanada setelah pada sepekan sebelumnya Bank of Canada (BoC) mengejutkan pasar dengan mempertahankan tingkat suku bunga acuan.

Pendukung gerak penguatan nilai apresiasi Loonie lainnya adalah berasal dari kestabilan dari gerak nilai harga komoditas minyak mentah. Gerak nilai harga minyak mentah dilaporkan berakhir stabil pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat minggu lalu. Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga komoditas minyak telah mengakhiri perdagangan hariannya tidak jauh berbeda dibandingkan harga penutupan sebelumnya yaitu di level $33.74 US/ barel.

Kondisi tersebut terjadi, setelah sentimen sempat tergerus penolakan Iran untuk langsung ikut serta dalam rencana pemangkasan produksi. Perlu hendaknya untuk diketahui bahwa, komoditas minyak mentah merupakan hasil komoditas utama dari negara Kanada.

Para pelaku pasar tampaknya sempat dikecewakan di awal sesi perdagangan pasar, ketika pihak negara Iran mengatakan, untuk tidak akan langsung berpartisipasi dalam rencana untuk sama-sama memangkas produksi dengan anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) yang lain.  Pernyataan ini karena terkait dengan laporan kesediaan Rusia untuk mendiskusikan pemangkasan produksi sebesar 5% dalam pertemuan bulan Februari.

Dilaporkan bahwa, beberapa delegasi dari OPEC langsung menyangkal pemberitaan tersebut dan banyak analis yang masih skeptis akan adanya peluang kesepakatan. Meski demikian, namun berita mengenai seputar rencana pembahasan pemangkasan produksi ini telah membantu mendongkrak gerak nilai harga komoditas minyak dalam dalam hampir sepanjang pekan terakhir bulan Januari.

Para pelaku pasar juga telah mencerna rilis data dari Baker Hughes. Rilis data dari Baker Huges telah menunjukkan bahwa, jumlah rig minyak aktif di Amerika yang terus berkurang dan data bulanan dari lembaga Energy Information Administration (EIA) Amerika. Laporan yang dirilis oleh EIAg menunjukkan adanya penurunan tipis atas produksi minyak di Amerika pada bulan November.

Pada kurun waktu sepekan terakhir di bulan Januari, terdapat penurunan 12 rig minyak aktif di Amerika sehingga total menjadi 498 rig. Produksi minyak Amerika pada bulan November dilaporkan telah turun menjadi 9,318 juta barel dibandingkan laporan 9,370 juta barel/ hari pada bulan Oktober, demikian laporan disampaikan berdasarkan dari data EIA.

Gerak nilai harga di bursa Wall Street dilaporkan telah ditutup menguat lebih dari 2% pada sesi perdaganagn pasar di hari Jumat, yang merupakan sesi perdagangan pasar terakhir bulan Januari. Hal tersebut terjadi, setelah BoJ secara mengejutkan mengadopsi kebijakan suku bunga negatif untuk pertama kalinya.

Faktor lain yang juga turut melambungkan gerak nilai harga di bursa saham Wall street adalah, rilis laporan earnings yang positif, yaitu data Chicago PMI yang lebih baik dari ekspektasi serta stabilnya gerak nilai harga komoditas minyak.

Gerak nilai harga saham di bursa Wall Street dilaporkan melanjutkan gerak rally menjelang penutupan. Dilaporkan bahwa, gerak nilai indeks saham Dow Jones ditutup secara menguat hampir sebanyak 400 poin.

Gerak nilai harga indeks saham S&P 500 juga dilaporkan bergerak menguat lebih dari 2% untuk diperdagangkan dalam jarak 10% dari level tinggi 52-pekan. Pencapaian gerak nilai harga tersebut, telah keluar dari area koreksi harian.

Gerak nilai harga indeks saham Nasdaq dilaporkan juga bergerak positif, bergerak menguat sekitar 2%. Meski demikian, namun gerak nilai harga indeks saham Nasdaq berada di bawah tekanan. Hal tersebut terjadi, seiring gerak nilai harga saham Amazon yang melemah sekitar 8% pada sesi perdagangan pasar di tengah hari.

Gerak nilai harga saham di bursa Wall Street tampak melanjutkan gerak penguatan rally pasca data Chicago PMI. Rilis data PMI Chicago telah berada pada 55.6 di bulan Januari, dimana angka tersebut telah melebihi estimasi para pelaku pasar yaitu pada kisaran 45.0 dan 42.9 di bulan Desember. Para pelaku pasar juga mengatakan aksi short-covering serta month-end buying juga turut menopang gerak penguatan nilai harga saham.

Telah dilaporkan bahwa pagi hari Jumat, pihak berwenang Bank of Japan mengumumkan kebijakan suku bunga negatif. Langkah tersebut diambil setelah pihak Federal Reserve mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan ini dan mengingatkan bahwa bank sentral memantai perkembangan ekonomi dan keuangan gloval secara seksama serta menilai dampaknya terhadap outlook.

Berbicara pada pekan lalu, Presiden European Central Bank (ECB), Mario Draghi, menguatkan harapan adanya stimulus tambahan sesegera pada pertemuan bulan Maret. Presiden The Fed bagian Dallas, telah mengatakan pada hari Jumat bahwa, The Fed membutuhkan lebih banyak waktu untuk menilai resiko global terhadap perekonomian Amerika. Ia juga mengatakan bahwa stimulus dari BoJ sudah jelas akan berdampak pada Greenback dan para petinggi bank sentral sadar akan hal tersebut.

Dilaporkan bahwa PMI sektor manufaktur China mensinyalkan kondisi yang memburuk untuk keenam bulan berturut-turut seiring indeks sektor jasa yang terus bertahan, menandakan perbedaan yang melebar antara dua mesin penggerak pertumbuhan tersebut. Dilaporkan bahwa nilai PMI turun menjadi 49.4 di bulan Januari, demikian menurut National Bureau of Statistics pada hari Senin. Angka PMI China lebih rendah jika dibandingkan dengan estimasi para pelaku pasar sebelumnya, yaitu sebesar 49.6. Angka PMI China berada dalam kurun waktu yang paling lama untuk berada di bawah level 50.

Sektor manufaktur China tengah menghadapi lebih banyak hambatan di tahun ini. Kondisi tersebut terjadi, seiring pemerintah berencana untuk mengurangi kapasitas industri yang berlebih dan membersihkan perusahaan mayat hidup yang tidak menguntungkan, yang mana hanya bertahan berkat pinjaman dari bank serta subsidi pemeirntah.
Dilaporkan bahwa pada sektor jasa, yang mencakup lebih dari separuh perekonomian tahun lalu, terus menunjukkan sinyal yang kokoh dan menciptakan lapangan kerja.

Ekspektasi penambahan stimulus di tahun 2016 tidak akan cukup untuk menodonrg investasi infrastruktur atau menghentikan trend penurunan angka investasi sektor manufaktur dan real estat, demikian menurut ekonom. PMI sektor jasa dilaporkan turun menjadi 53.5 bulan lalu dari level tinggi 16-bulan 54.4 di bulan Desember.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Sterling Kokoh di Level Tertinggi 8 Pekan

Hingga akhir perdagangan sesi Asia, pound sterling kokoh di level tertinggi delapan pekan terhadap dollar jelang rilis data produk domestik bruto Inggris estimasi kedua hari ini. Sterling mencapai level tertinggi

CFD News 0 Comments

Yen Terkoreksi Greenback, Minyak Naik Tipis

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi Greenback telah bergerak di dekat level tertinggi dalam kurun waktu dua bulan terhadap major currencies pada sesi perdagangan pasar hari Rabu. Hal tersebut terjadi, setelah

Forex News 0 Comments

Aussie Kembali Ke Area Diatas 1.0420

Aussie saat ini memulihkan area harga pembukaan untuk pekan ini di angka 1.0421, melepas level rendah 4 pekan di angka 1.0383 yang terjadi di awal sesi AS. “Laporan antar bank

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image