Mata Uang USD Kembali Menggeliat

Mata Uang USD Kembali Menggeliat

1613975_678907712167263_2080419318_nPada sesi perdaganga di hari Kamis (23/ 10/ 2014) ini, apresiasi mata uang USD diperdagangkan menguat hampir pada semua major currencies. Pengauatan apresiasi mata uang USD ini karena menjelang data ekonomi global hari ini. Telah dilaporkan hari ini bahwa indeks USD telah diperdagangkan menguat 0.08% di level 85.93. Apresiasi mata uang USD berlanjut pada hari Rabu (22/ 10/ 2014) kemarin karena adanya rilis laporan tentang kenaikan tipis data inflasi membantu mendorong yield Treasury. Dilaporkan bahwa CPI Amerika bulan September naik sebesar 0,1%, yang mematahkan ekspektasi para pelaku pasar yaitu tidak berubah.

Data dirilis tersebut ternyata sama dari perkiraan para pelaku pasar dan juga dari data sebelumnya pada +0.1% (F) dan -0.2% (P). Dibandingkan dengan data pada September tahun lalu, CPI Amerika mencatatkan angka kenaikan sebesar 1.7%. Data dirilis tersebut lebih tinggi dari perkiraan para pelaku pasar dan juga dari data sebelumnya yaitu pada 1.6% (F) dan 1.7%(P). Selain itu, kekhawatiran baru para pelaku pasar berkenaan dengan kondisi perbankan zona eropa juga turut menguatkan apresiasi mata uang USD ke level tertinggi mingguan atas mata uang euro. Kantor berita Spanyol EFE memberitakan jika 11 bank zona Euro kemungkinan tidak akan lulus stress test, yang hasilnya secara resmi baru akan diumumkan ECB pada akhir pekan nanti. “Pergerakan mata uang USD sebagian besar masih didominasi oleh yield Amerika. Pada minggu lalu kita telah melihat yield Amerika merosot tajam akibat kekhawatiran atas perlambatan pemulihan dan tekanan disinflasi. Tidak ada kejutan besar dalam data CPI, mskipun fakta bahwa angka mengalami sedikit perbaikan telah membantu mendorong ekspektasi pasar mendekati proyeksi The Fed. Bagaimanapun, gap masih cukup besar,” demikian kata analis mata uang BNP Paribas, Vassili Serebriakov, di New York. Dengan adanya kebijakan ECB berkenaan dengan kebijakan QE pada hari Senin lalu serta adanya stimulus tambahan pada hari Selasa lalu jugalah yang turut serta mendukung penguatan mata uang USD pada hari Rabu (22/ 10/ 2014) kemarin.

Memasuki sesi perdagangan pada hari Kamis (23/ 10/ 2014) ini, para pelaku pasar akan fokus pada rilis data selama sesi perdagangan zona eropa dan pasar Amerika. Data Klaim Pengangguran AS dan serentetan data Survei PMI Manufaktur dan Service Eropa akan menjadi fokus pasar hari ini. Para pelaku pasar akan kembali memperhatikan perkembangan seputar pertemuan FOMC pada akhir Oktober mendatang.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Emas Minggu Lalu Menekan Kuat Terdongkrak Minyak

Pada sesi pasar Asia pagi ini, gerak harga emas kembali menguat setelah adanya laporan mengenai buruknya pertumbuhan ekonomi Jepang. Penguatan harga emas juga terdukung oleh imbas kondisi akhir minggu lalu,

Fundamental 0 Comments

Potensi Penguatan USD Cukup Tinggi, Cadangan Minyak Amerika Turun

Pada sesi perdagangan pasar komoditas berjangka di hari Kamis (30/ 07/ 2015) ini, dilaporkan bahwa gerak harga emas dan perak terpantau diperdagangkan lebih tinggi dengan mencatat kenaikan pada sesi perdagangan

Forex News 0 Comments

Minyak Masih Terjungkal, Pemilu Juga Turut Gencet Loonie

Dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar hari Selasa ini, gerak nilai apresiasi Aussie bergerak menguat lebih lanjut. Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD sempat diperdagangkan di kisaran level

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image