Mayoritas Bursa Asia Masih Libur, Pasar Lebih Melirik Yen

0a0a_0a0_0002_12751_0a0aaa01_00211604_06765544_nDilaporkan bahwa para pemberi pinjaman pada negara Yunani masih perlu dipersuasi. Hal tersebut perlu dilakukan, karena kondisi yang masih terjadi. Kondisi tersebut adalah, bahwa Athena dapat mengatasi kesenjangan fiskal yang lebih besar dari perkiraan ketika melakukan pembicaraan tentang reformasi yang diperlukan di bawah bailout internasional pada pekan depan, demikian yang telah diucapkan Euclid Tsakalotos, menteri keuangan Yunani pada hari Senin kemarin.

Pembicaraan antara kepala misi Uni Eropa/ IMF yang mengkaji ulang kemajuan Yunani dan pemerintah atas rencana reformasi dana pensiun yang sulit, target fiskal dan kredit macet, mengambil istirahat pada hari Jumat setelah melakukan pertemuan selama empat hari. Euclid Tsakalotos, menteri keuangan Yunani telah mengatakan bahwa, mereka akan terus lanjutkan “beberapa yang belum selesai pada pekan depan’ dan kemudian akan berikan kesimpulan pada dua pekan selanjutnya. Euclid Tsakalotos juga menambahkan bahwa, tim teknis sedang mendiskusikan ukuran dari kesenjangan fiskal untuk tahun 2016 dan kinerja negara tersebut pada tahun lalu.

Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga di bursa pasar saham Yunani anjlok sekitar 8% pada hari Senin. Hal tersebut terjadi, karena adanya kecemasan para pelaku pasar bahwa pengkajian bailout akan dapati halangan. Negara federasi industri memperingatkan bahwa penundaan dalam penyelesaian peninjuan dapat melukai ekonomi.

Kondisi adanya kecemasan para pelaku pasar akan laju pertumbuhan ekonomi global membuat gerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, telah mampu mencetak penguatan mingguan terbaik sejak 2009 pada sesi perdagangan pasar di pekan lalu. Bahkan, tidak hanya itu, di awal pekan ini gerak nilai apresiasi mata uang Yen kembali bergerak rally dan menyentuh level tertinggi dalam kurun waktu satu tahun.

Bank of Japan (BoJ), yang menerapkan suku bunga negatif dua pekan lalu, telah gagal membendung gerak rally mata uang Yen, dan menjadi indikasi sentimen risk aversion masih lebih dominan di benak para pelaku pasar daripada perbedaan kebijakan moneter antara BoJ dengan Federal Reserve Amerika. Dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY telah diperdagangkan di kisaran 115.73, setelah menyentuh level terendah harian 115.17, dengan level tertinggi 117.52.

Volatilitas gerak nilai apresiasi mata uang yang naik ke level tertinggi empat bulan tersebut terjadi, karena akibat anjloknya bursa perdagangan pasar Eropa ke level terendah sejak Oktober 2015. Kondisi tersebut juga diikuti pula oleh adanya kondisi perdagangan di bursa pasar saham Amerika. Para pelaku pasar telah kehilangan daya tarik terhadap aset berisiko akibat keraguan akan kelayakan kredit korporasi, kecemasan akan laju pelambatan ekomomi global, serta rendahnya angka inflasi.

Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) mengatakan berdasarkan leading indicators yang digunakan, ekonomi Jepang. Amerika, Inggris, dan Rusia diperkirakan akan melambat, sementara ekonomi China menunjukkan tanda-tanda kestabilan, dan berlanjutnya ekonomi zona Eropa.

Penguatan tajam gerak nilai apresiasi mata uang Yen yang meroket ke level tertinggi dalam lebih dari setahun terhadap Greenback, juga telah menjatuhkan valuasi saham-saham eksportir Jepang. Gerak nilai harga di indeks saham Nikkei telah terkoreksi anjlok pada awal sesi perdagangan pasar Asia hari ini, dalam sentimen risk aversion yang menjatuhkan gerak nilai harga di pasar saham dan gerak nilai harga komoditas minyak mentah.

Gerak nilai harga indeks saham Nikkei dilaporkan terkoreksi melemah, turun sampai dengan sekitar 750 poin dalam satu jam sejak sesi perdagangan bursa dibuka. Gerak nilai harga saham di sektor perbankan masih menjadi incaran aksi jual para pelaku pasar. Salah satunya saham Mitsubishi UFJ Financial Group yang turun lebih dari 7%.

Fluktuasi gerak nilai harga komoditas minyak pun ikut direspon oleh gerak nilai harga saham sektor energi Jepang seperti Inpex yang telah terkoreksi turun 5,3% gerak nilai harga sahamnya. Beberapa bursa dan indeks saham pasar Asia masih libur tahun baru China pada hari ini, termasuk di antaranya Shanghai Composite China, Hang Seng Hong Kong, dan Kospi Korea Selatan.

Dilaporkan bahwa kemarin, gerak nilai harga di bursa Eropa dan Amerika diperdagangkan dalam zona merah. Kondisi tersebut terjadi, karena para pelaku pasar mencemaskan outlook Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) yang menilai perekonomian akan melambat dalam beberapa bulan mendatang.

Pandangan OECD ini menjadikan para pelaku pasar menjauhi aset berisiko seperti saham dan komoditas miyak, dan mencari aset-aset safe haven seperti mata uang Yen, Franc, dan komoditas Emas. Kondisi tersebut terjadi, meskipun gerak nilai harga indeks saham Nikkei telah berhasil menutup sesi perdagangan pasar Asia dengan penguatan tajam. Dimana kondisi tersebut terjadi, adalah karena berkat pelemahan gerak nilai apresiasi mata uang Yen yang sempat tertekan aksi dip buying mata uang USD.

Gerak nilai harga di bursa saham Amerika melemah pada hari Senin karena kecemasan para pelakum pasar terhadap pertumbuhan global. Gerak nilai harga di bursa saham Wall Street Amerika dilaporkan terkoreksi melemah, bergerak turun tajam pada sebagian besar perdagangan hari Senin.

Kondisi tersebut terjadi, karena kecemasan atas pertumbuhan membebani para pelaku pasar. Dengan tidak adanya data ekonomi penting pada hari Senin, para pelaku pasar terlihat fokus menjelang testimoni ketua The Fed, Janet Yellen, di Kongres pada hari Rabu dan Kamis mendatang. Kondisi tersebut telah memukul gerak nilai harga saham sektor perbankan dan gerak nilai harga saham lainnnya yang sensitif terhadap pereknomian. Meski demikian, namun gerak reli di akhir sesi perdagangan perdagangan, gerak nilai harga saham di sektor energi membuat pasar bangkit dari level terendah hari ini.

Gerak nilai harga indeks Dow Jones Industrial Average dilaporkan ditutup turun sekitar 177 poin, dengan saham Goldman Sachs dan Home Depot membebani sebagian besar indeks. Indeks saham Dow Jones sempat turun sebanyak 401.42 poin pada hari Senin. Gerak nilai harga saham Chevron ditutup di sesi tertinggi sebagai saham yang mengalami kenaikan terbesar di Dow.

Gerak nilai harga indeks saham S&P 500 dilaporkan terkoreksi turun. Gerak nilai harga indeks saham S&P 500 dilaporkan terkoreksi turun sekitar 1.4%. Kondis tersebut tejadi, dengan dibebani oleh sektor keuangan dan material. Namun, gerak nilai harga saham di sektor energi yang naik di akhir-akhir jam perdagangan, dan ditutup sebagai satu-satunya sektor yang menguat.

Gerak nilai harga indeks saham Nasdaq Composite dilaporkan terkoreksi melemah sekitar 3% di sesi terendahnya. Gerak nilai harga indeks saham Nasdaq Composite dilaporkan ditutup turun sekitar 1.8%, dimana gerak nilai harga saham perusahaan Apple menguat sekitar 1%.

Gerak nilai harga komoditas minyak dilaporkan turun hampir 4% pada hari Senin. Kondisi tersebut terjadi, karena masih tumbuhnya kecemasan tingginya suplai setelah pertemuan Saudi - Venezuela pada akhir pekan yang hanya sedikit menunnjukkan tanda-tanda koordinasi untuk meningkatkan harga.

Tidak ada tanda-tanda nyata yang hadir dari pertemuan hari Minggu antara Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi dan rekannya dari Venezuela bahwa pemasok OPEC dan Non OPEC siap untuk bertemu. Pertemuan tersebut dilakukan, adalah untuk membahas kejatuhan gerak nilai harga komoditas minyak.

Setelah kesibukan diplomasi selama dua pekan terakhir terhadap kemungkinan pemangkasan produksi yang cukup mengguncangkan pasar, pertemuan pada hari Minggu dilakukan. Pertemuan yang berlangsung antara pihak negara Venezuela yang sedang kekurangan uang dan pemimipin dari Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) tersebut, dipandang sebagai “membuat atau membatalkan” kemungkinan kesepakatan untuk meningkatkan harga yang telah anjlok sekitar 70% sejak pertengahan 2014.

Menteri Perminyakan Venezuela Eulogio Del Pino, yang sedang dalam perjalan ke para produsen minyak untuk melobi agar ada tindakan untuk menaikan harga, mengatakan bahwa pertemuannya dengan Naimi “terlihat produktif.” Phil Flynn, analis di Price Futures Group di Chicago mengatakan bahwa apakah arti dari “produktif” berarti pengurangan produksi?, saya pasar berpikir bukan itu, setidaknya untuk saat ini.

Gerak nilai harga komoditas minyak Amerika dilaporkan telah berakhir turun $1.20 US, atau 3.88%, di $29.69 US/ barel. Gerak nilai harga komoditas minyak yang sudah melemah sekitar 4.3% selama dua sesi perdagangan terakhir, telah menandai level penutupan terendah sejak 21 Januari.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Yunani Harapkan 5 Juli, Fundamental Amerika Berpotensi Tekan Pasar

Pada sesi perdagangan pasar hari Kamis (02/ 07/ 2015) hari ini, gerak harga emas spot dilaporkan telah mengalami pergerakan yang masih kuat di teritori negatif. Gerak harga emas dilaporkan telah

Forex News 0 Comments

Bearish Atau Bullish? Euro Masih Bertahan Dekat 1.3300

Setelah diperdagangkan dekat level 1.330 selama sepanjang sesi kemarin, termasuk penurunan ke 1.3250, Euro akhirnya mengikis kejatuhan untuk menutup sesi kemarin dekat 1.3290, 0.15% dibawah harga pembukaan. Euro melemah kemarin

Berita 0 Comments

Kemungkinan Harga Emas Bergerak Saat Sesi Pasar Eropa, Aussie Masih Tertekan

Gerak harga emas dilaporkan sedikit melemah pada pembukaan sesi perdagangan pasar Asia hari Selasa (19/ 05/ 2015) pagi ini. Adanya gerak perlemahan pada gerak harga emas karenai dipicu oleha adanya

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image