Minyak Menguat Tipis, Pasar Lebih Perhatikan Langkah BoJ

10689965_1470617203215320_3191280695750340552_nGerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY tampak tengah menuju ke arah pelemahan 2-pekan beruntun. Hal tersebut terjadi, karena fokus dari para pelaku pasar yang lebih besar pada hasil rapat moneter Bank of Japan (BoJ) dibandingkan Federal Open Market Committee (FOMC), yang sama-sama diumumkan pada hari Kamis, 22 September.

Credit Suisse, perusahaan finansial terkemuka, mengungkap hal ini berdasarkan hasil analisis korelasi tiga mata uang utama, yaitu mata uang Yen, Euro, dan Greenback. Peningkatan korelasi mata uang Yen terhadap dua mata uang lain menunjukkan dominasi mata uang Jepang tersebut, sebagai penggerak utama volatilitas.

Para pelaku pasar meragukan kemampuan BoJ untuk bisa memulihkan laju perekonomian terutama setelah keputusan mengadopsi kebijakan suku bunga negatif (Negative Interest Rate Policy) pada bulan Januari. Kebijakan tersebut, justru malah membuat gerak nilai apresiasi mata uang Yen lebih tinggi 15% dibandingkan sebelum NIRP.

Dari Reuters telah mengutip sumber yang mengatakan bahwa pihak berwenang BoJ tengah mempertimbangkan NIRP sebagai kunci dari langkah pelonggaran moneter. Hal tersebut direspon oleh para pelaku pasar sebagai keterbatasan BoJ dalam perencaaan stimulus ekonomi. Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY dapat melemah jika pasar menganggap kebijakan terbaru BOJ dianggap kurang agresif.

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY telah diperdagangkan di kisaran level 101.98.
Telah dilaporkan bahwa, hasil laporan penjualan ritel Amerika turun melebihi perkiraan di bulan Agustus. Hal tersebut mengindikasikan berkurangnya kekuatan belanja konsumen yang telah menopang perekonomian.

Laporan Departemen Perdagangan Amerika menunjukkan bahwa, angka pembelian mencatat penurunan pertama dalam 5-bulan dengan menyusut 0,3% di bulan lalu, setelah naik 0,1% di bulan Juli. Tanpa memperhitungkan sektor otomotif yang volatile, penjualan secara tak terduga juga menunjukkan penurunan 0,1%.

Terlepas dari penurunan penjualan ritel bulan Agustus, sebagian besar ekonom masih optismis jika perbaikan keuangan rumah tangga di Amerika akan membantu mendorong pengeluaran di bulan-bulan terakhir tahun 2016. Hal tersebut bisa memberikan dorongan tambahan bagi ekonomi setelah mencatat pertumbuhan yang lesu di semester pertama tahun ini.
Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah bergerak menguat tipis pada akhir sesi perdagangan pasar di Kamis. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah menyentuh level tinggi harian di kisaran level harga $44.32 US/ barel.

Hal tersebut terjadi, setelah penutupan pipa penyalur minyak di Amerika yang kemungkinan berlanjut sampai pekan depan. Penutupan sementara Jalur 1 pipa penyalur perusahaan Colonial Pipeline, yang mengirimkan 1,2 juta barel bensin per hari dari Texas ke New Jersey, dapat berujung pada kekurangan di area timur Amerika.
Gerak reli nilai harga di bursa saham Wall Street juga turut berperan dalam mendongkrak gerak nilai harga komoditas minyak mentah. Hal tersebut terjadi, setelah data ekonomi Amerika yang mayoritas lebih rendah dari ekspektasi menurunkan peluang kenaikan suku bunga The Fed bulan ini.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah sempat tertekan dengan penguatan gerak nilai apresiasi mata uang USD dan ekspektasi produksi minyak global yang lebih tinggi, serta lemahnya data ekonomi Amerika yang memicu kecemasan akan prospek permintaan energi. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah ditutup di level $43.70 US/ barel pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis (15/ 09/ 2016), atau naik $0.06 sen US/ barel dari level penutupan sesi sebelumnya.
Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dalam kurun waktu jangka pendek akan menguji level harga support terdekat, yaitu di kisaran level harga $43.00 US. Level harga resisten dari gerak nilai harga komoditas minyak mentah yang terdekat diperkirakan berada di kisaran level harga $ 44.70 US.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

PBoC dan Arab Saudi Beri Angin Segar, Aussie Tertekan Kuat

Gerak nilai apresiasi mata uang Australia, yang lazim disesbut dengan istilah Aussie, dilaporkan bergerak melemah terhadap mata uang USD di awal sesi perdagangan pasar hari Selasa ini. Kondisi tersebut terjadi,

Forex News 0 Comments

Minyak Kembali Melemah, FBI Mulai Investigasi

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD tampak telah bergerak menguat tipis pada sesi perdagangan pasar di hari Senin. Hal tersebut terjadi, karena didorong rendahnya imbal hasil obligasi pemerintahan

Forex News 0 Comments

Penurunan Harga Bijih Besi Seret Aussie

Setelah membukukan penurunan mingguan pada pekan lalu, aussie kembali melemah terhadap dollar di awal pekan ini. Penurunan harga bijih besi yang merupakan komoditas ekspor utama Australia kembali menyeret mata uang