Minyak Merangkak Naik, Gerak Euro Tunggu ECB

9842848747272722_779892498928298_94922498448280_nGerak nilai apresiasi mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro, tampak masih berat dan dalam tekanan yang kuat. Telah dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang Euro pada sesi perdagangan pasar pagi ini, tampak bergerak sedikit lebih tinggi di kisaran level $1.1345 US. Gerak nilai apresiasi mata uang Euro ini, tampak masih bertahan di atas level terendah 10 hari di $1,1306 US yang telah tersentuh pada sesi perdagangan pasar hari Senin lalu. Meski demikian, namun gerak nilai apresiasi mata uang Euro masih ragu untuk menggapai level pekan lalu yang mencapai $1,400 US.

Gerak nilai apresiasi mata uang Euro masih berjuang untuk menembus kisaran level pergerakan akhir-akhir ini, menjelang pertemuan European Central Bank (ECB) pada hari Kamis malam. Hasil pertemuan ECB pada hari Kamis malam yang bisa saja membuka jalan perpanjang langkah pelonggaran kuantitatif bank. Pihak berwenang ECB kemungkinan akan masih menahan diri sementara ini untuk mengambil langkah kebijakan terbaru. Hal tersebut kemungkinan dilakukan oleh pihak berwenang ECB, karena mereka masih menunggu indikasi terbaru terhadap outlook untuk inflasi yang lesu di zona Eropa.

Kepala analis di IG Ltd. di Melbourne mengatakan bahwa menurut hasil survei, kami tidak melihat adanya tambahan stimulus dalam waktu dekat, namun itu masih ada kemungkinan untuk terjadi. Dia juga menambahkan bahwa Mario Draghi tampaknya akan mencoba untuk mempertahankan pergerakan mata uang Euro saat ini jadi mungkin akan sulit atau beresiko untuk membeli EUR/ USD.

ECB kemungkinan masih akan membuka peluang untuk stimulus moneter yang lebih besar. Meski demikian, namun sementara ini mereka akan menahan diri dari mengambil langkah kebijakan baru pada pertemuan hari Kamis karena mereka masih menunggu indikasi terbaru terhadap outlook inflasi zona Euro.

Dilaporkan bahwa, consumer price di 19 negara di kawasan zona Eropa turun di bulan September. Kondisi tersebut tentunya mendorong seruan bagi pihak ECB untuk memperluas atau memperpanjang program pembalian aset bulanan yang sebesar 60 miliar Euro, atau setara dengan $68.09 miliar US. Program yang diluncurkan di bulan Maret tersebut bertujuan untuk mendorong inflasi kembali ke target ECB untuk disekitar 2%.

Di saat para pembuat kebijakan menekankan kesediaannya untuk bertindak, para pembuat kebijakan bank sentral mengatakan bahwa penurunan di dalam harga sebagian besar disebabkan penurunan harga energi, yang mana itu tidak dapat pengaruhi oleh ECB, dan masih belum jelasnya apakah perlambatan di dalam ekonomi negara berkembang akan berikan dampak yang besar terhadap zona Eropa.

Probabilitas median dari perpanjang program pembelian aset ECB saat ini yang sebesar 1 triliun euro yang akan berakhir September 2016 adalah sebesar 70%, menurut hasil survei Reuters terhadap ekonom. Polling yang sama menunjukkan sebesar 40% peluang bahwa ECB akan naikan pembelian aset bulanan dalam enam bulan kedepan.

Angin segar tampaknya tengah dirasakan oleh pergerakan nilai harga komoditas emas hitam. Telah dilaporkan bahwa, gerak nilai kontrak minyak mentah berjangka Amerika sedikit menguat pada awal sesi perdagangan pasar Asia hari Kamis ini, bertahan di atas level terendah tiga pekan yang disentuh pada sesi sebelumnya. Hal tersebut terjadi, karena setelah adanya kenaikan cadangan yang lebih besar dari perkiraan semakin meningkatkan kekhawatiran terhadap suplai minyak global yang sudah berlebihhan. Pelemahan gerak nilai apresiasi turut pula memberikan beberapa dukungan terhadap gerak nilai harga minyak.

Dilaporkan bahwa gerak nilai kontrak minyak WTI untuk kontrak bulan Desember telah sempat bergerak naik sebesar 12 sen menjadi $45.42 US/ barel setelah berakhir turun $1,09 US, atau 2.4% di sesi sebelumnya. Minyak WTI sempat menyentuh level terendah tiga pekan di $44.86. Sementara itu nilai kontrak minyak Brent untuk bulan Desember naik sekitar 13 sen menjadi $47.98 US/ barel setelah mereka berakhir turun 86 sen, atau 1.8%, setelah menyentuh level terendah di awal Oktober di $47.50 US.

Cadangan minyak mentah Amerika melonjak tajam untuk pekan kedua, naik sebanyak 8 juta barel menjadi 476.6 juta barel dalam pekan yang berakhir 16 Oktober, data ditunjukkan oleh Departemen energi Amerika pada hari Rabu. Kenaikan ini dua kali lipat dari perkiraan analis untuk kenaikan 3.9 juta barel.

Cadangan bensin turun sebesar 1.5 juta barel menjadi 219.8 juta barel dalam pekan yang berakhir 16 Oktober, dilaporkan oleh EIA, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk penurunan 850.000 barel, sementara itu minyak suling naik sebanyak 78.000 barel perhari, ini adalah kenaikan pertama dalam limam pekan karena kilang mulai beroperasi setelah perawatan.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Memburuknya Data Sektor Konstruksi Picu Lesu Aussie

Pada perdagangan hari ini mata uang aussie terpantau mengalami pergerakan yang cenderung melemah terhadap dollar AS (26/2). Aussie terpukul mundur seiring dengan lesunya bursa-bursa saham di kawasan Asia pagi ini.

CFD News

GreenbacK Sedang Koreksi, Taking Profit Terjadi Di Minyak

Air Jordan 12 Wolf Grey/White/Black-Wolf GreyAir Jordan 12 Ovo For SaleAir Jordan 12 Ovo White And Gold Release Datejordan 7 olympic for saleAir Jordan 12 Ovo For SaleAir Jordan 12

Berita 0 Comments

Data The Fed Minggu Ini Akan Berimbas Pada Gerak Harga Emas Di Akhir Bulan

Pada sesi perdagangan pasar di hari Senin (27/ 04/ 2015) ini, dilaporkan bahwa gerak harga emas dan perak terlihat mengalami gerak kenaikan. Gerak harga kedua logam tersebut diperdagangkan dengan angka

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image