Nikkei Menggeliat Saat Yen Tertekan, Para Pelaku Pasar Waspada FOMC

0a0a_0a0_0002_12751_0a0aaa01_00111504_06765435_nGerak nilai apresiasi mata uang USD dilaporkan bergerak menguat terhadap para oposannya pada awal sesi perdagangan pasar di hari Rabu. Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks USD telah bergerak di kisaran 98.15. Gerak nilai harga indeks USD telah menguat sebesar 0.6% pada hari Selasa. Gerak nilai apresiasi mata uang USD terhadap mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, telah kembali menguat pada kiasaran level 121.70, menjauh dari level harga di sesi perdagangan pasar hari Senin kemarin, yaitu di kisaran level 120.35.

Gerak nilai apresiasi Greenback tampak kembali rebound dibalik tingginya yield treasury Amerika di tengah kondisi, dimana para pelaku pasar tengah bersiap merespons kebijakan The Fed. Kebijakan The Fed tersebut, akan dirilis dalam kurun waktu beberapa jam ke depan, apakah kemungkinan untuk kenaikan tingkat suku bunga Amerika bakal terjadi atau tidak.

Pihak berwenang Federal Reserve diperkirakan akan melakukan kebijakan menaikkan suku bunga Amerika, dimana langkah tersebut merupakan kenaikan pertama untuk suku bunga Amerika dalam kurun waktu hampir satu dekade pada malam nanti. Namun setelah antisipasi setelah lebih dari setahun, para pelaku pasar saat ini ingin mengetahui lebih jauh untuk seberapa ketat The Fed akan mengikuti langkah awal mereka.

Gerak nilai apresiasi mata uang USD tampak menguat tajam terhadap mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa kemarin. Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY berada dekat level tertinggi dalam kurun waktu satu pekan. Gerak nilai apresiasi mata aung USD/ JPY dilaporkan sempat diperdagangkan di kisaran level 121.70 pagi tadi, dengan level terendah harian 121.58, dan tertinggi 121.89.

Gerak penguatan mata uang USD ini terjadi, menjelang saat dimana akan dirilis hasil rapat moneter Federal Open Market Committee (FOMC) pada Kamis dini hari. Rilis data indeks harga konsumen Amerika membuat gerak nilai apresiasi Greenback masih kokoh pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu ini.

Depnaker Amerika pada hari Selasa kemarin, telah melaporkan inflasi bulan November stagnan 0% dari bulan sebelumnya, sementara inflasi inti naik 0,2%. Jika dibandingkan dengan November 2014, inflasi naik 0,5% dan inflasi inti naik 2,0%. Inflasi merupakan salah satu acuan The Fed untuk menaikkan suku bunga.

Dilaporkan bahwa, indeks sektor manufaktur di area New York telah menunjukkan kontraksi yang lebih kecil pada bulan Desember, mengindikasikan pelemahan aktivitas pabrik tidak semakin memburuk. Laporan The Fed’s Bank of New York hari Selasa kemarin, menunjukkan indeks kondisi bisnis Empire State naik menjadi -4,6, dari -10,7 sebelumnya, yang merupakan level terbaik sejak bulan Juli. Meskipun lebih baik dibandingkan estimasi -7,5, indeks telah berada di teritori negatif untuk 5-bulan berturut-turut.

Para ekonom mengatakan bahwa apresiasimata uang USD, ekonomi global yang lemah, serta harga minyak dan komoditas lainnya yang lebih rendah masih terus membebani sektor manufaktur Amerika. Pandangan tersebut diperkuat oleh hasil survey Institute for Supply Management (ISM) di awal bulan ini. hasil survey Institute for Supply Management (ISM) di awal bulan ini menunjukkan bahwa, indeks manufaktur Amerika berkontraksi dengan turun menjadi 48,6 pada bulan November. Yang menjadi level terendah sejak bulan Juni 2009.

Sejak awal tahun 2015, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed terus berhembus, namun juga terus tertunda akibat beberapa faktor seperti rendahnya inflasi dan gejolak finansial di luar Amerika, khususnya China. Baru pada rapat moneter bulan ini Federal Reserve berpeluang menaikkan suku bunga. Para pelaku pasar berasumsi, melihat peluang untuk kenaikan suku bunga dilakukan, adalah sebesar 85%.

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi Kiwi, sebutan lazim bagi mata uang Dollar Selandia Baru (New Zealand Dollar), yang menguat sekitar 6% sejak bulan September telah melukai sentimen di kalangan para pelaku pasar, demikian yang diucapkan olehBill English, Menteri Keuangan New Zealand. Bill English cenderung lebih menyukai nilai apresiasi Kiwi beberapa sen lebih rendah.

Bill English telah mengatakan dalam sebuah wawancara di Wellington pada hari Selasa malam bahwa, gerak nilai mata uang yang telah naik ke level tertingginya, yaitu di kisaran level $0.6826, telah merusak zona nyaman untuk banyak pengusaha dan “melemahkan tingkat kepercayaan mereka yang mungkin jatuh ke level terendahnya di level 60an. Gerak nilai apresiasi mata uang NZD telah bergerak reli lebih dari satu sen, setelah Graeme Wheeler, Gubernur Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), pada tanggal 10 Desember lalu mengatakan bahwa di perkirakan akan mencapai target inflasinya tanpa harus memangkas suku bunga lebih lanjut.

Graeme Wheeler, yang kembali meletakan suku bunga di rekor terendahnya, masih membuka pilihan untuk pelonggaran moneter yang lebih besar jika outlook ekonomi melemah. Ketika ditanya apa yang dia pikirkan untuk kemungkinan suku bunga yang lebih rendah, English mengatakan bahwa “jika anda memiliki sedikit kesulitan, mungkin itu akan tepat. Dia juga mengatakan bahwa “tanggapan yang banyak” dari perusahaan adalah mereka lebih suka untuk nilai tukar yang “relatif stabil”, dimana pun itu berada.

Gerak nilai harga di lantai bursa saham Jepang dilaporkan bergerak positif, melonjak untuk pertama kalinya dalam tiga hari. Kondisi tersebut terjadi, setelah gerak nilai apresiasi mata uang Yen terkoreksi melemah atas Greenback. Gerak nilai apresiasi mata uang Yen diperdagangkan di kisaran 121.80, setelah tergelincir sebesar 0.5% pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa kemarin. Kondisi tersebut tentunya berdampak, dengan meningkatnya outlook untuk earnings untuk eksportir.

Selain kondisi tersebut, hal lain yang turut memberikan kontribusi penguatan gerak nilai harga di bursa saham Jepang adalah, setelah reboundnya gerak nilai harga minyak. Gerak nilai harga minyak mentah yang berada di level terendah tujuh tahun tidak akan bertahan dan dapat bergerak ke atas dalam waktu setahun kedepan, demikian yang dikatakan oleh Abdullah al-Badri, Sekretaris Jenderal OPEC, pada hari Selasa kemarin. Pernyataan tersebut disapaikan oleh Abdullah al-Badri, di tengah siklus harga yang rendah telah menyebabkan pemangkasan output di beberapa produsen.

Gerak nilai harga minyak telah jatuh sekitar dua pertiga sejak 2014, dengan harga minyak Brent pada hari Senin menyentuh level terendah sejak 2004 untuk hanya sedikit di atas $36 US/ barel. Namun, sebagian besar pelaku pasar mengatakan supaya jangan berharap untuk naik kembali ke level $100 US sampai 2017 atau kedepannya, berpendapat bahwa produsen akan terus memompa lebih banyak dari yang di konsumsi.

Abdullah al-Badri dalam dialog pertama OPEC-India Energy di New Delhi mengatakan bahwa saya sudah cukup lama di bisnis minyak, saya pernah melihat harga yang sangat tinggi dan sangat rendah dan saat ini adalah salah satunya, saya pikir kondisi ini tidak akan berlangsung lama. Abdullah al-Badri juga menambahkan bahwa dalam beberpa bulan atau tahun kondisi ini akan berubah. Abdullah al-Badri juga mengatakan bahwa OPEC tidak memiliki target harga tapi sedang mencari harga yang wajar yang berarti “beberapa negara anggota” dapat memiliki penghasilan yang layak dan dimana dapat berinvestasi untuk (berikan) lebih banyak suplai ke konsumen.

Para pelaku pasar juga dalam kondisi siaga dan bersiap, menunggu kenaikan suku bunga Amerika untuk pertama kalinya dalam hampir sedekade akan terjadi atau tidak dalam pengumuman FOMC yang akan dirilis pada hari Kamis dini hari. Analis di SMBC Nikko Securities Inc. di Tokyo mengatakan bahwa pasar Jepang akan rebound pada hari ini. Minyak telah menjadi penopang pasar. Gerak nilai harga minyak saat ini sudah membaik dan gerak nilai apresiasi mata uang Yen melemah. Bagi para pelaku pasar, keputusan The Fed sangat penting.

Gerak nilai harga indeks saham Nikkei225 dilaporkan telah bergerak naik sebesar 280 poin atau 1.51% menjadi 18865 pagi tadi. Gerak nilai harga saham Toyota Motor Corp, yang merupakan produsen mobil terbesar di dunia, dilaporkan menguat sebesar 2.3%. Gerak nilai harga saham operator mobile NTT Docomo Inc. juga dilaporkan menguat, bergerak melonjak sebesar 6.4%.

Gerak nilai harga saham dari KDDI Corp turut bergerak melesat kuat sekitar 5.6% dan memimpin gerak penguatan harga di indeks Nikkei225. Gerak nilai harga saham produsen minyak Inpex Corp bergerak menguat sebesar 2.4%, menuju kenaikan bulanan terbesar dalam sebulan. Dilaporkan juga bahwa, gerak nilai harga saham perusahaan Taiyo Yuden Co. bergerak sebaliknya, menyusut sekitar 3.1%. Hal tersebut terjadi, setelah pihak dari JP Morgan Chase & Co memangkas peringkat produsen komponen elektronik tersebut.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Rilis NFP TaK Dukung USD, Pasar Cepat Respons Kondisi

Pada sesi perdagangan pasar minggu lalu, gerak nilai apresiasi mata uang USD telah dibalikkan arahnya, melemah kuat dan lepas dominasinya terhadap major cureencies. Telah dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata

CFD News 0 Comments

Lapoan China Dirilis Positif, Minyak Mulai Merangkak Naik

Gerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, telah dilaporkan tampak masih mempertahankan gerak penguatannya atas Greenback sampai dengan sesi perdagangan pasar Amerika. Hal tersebut terjadi, adalah karena

Berita 0 Comments

Yen Melempem ke 1 Pekan Terendah terhadap Dollar AS

Mata uang yen Jepang terpantau melanjutkan penurunannya terhadap dollar AS pada perdagangan Rabu ini (16/4). Yen melempem dan mencapai posisi paling rendah dalam lebih dari satu minggu belakangan di tengah