Nikkei Tampak Cenderung Lemah, Keputusan Yellen Dinantikan Pasar

0a0a_0a0_0002_12651_0a0aaa01_00100504_02665418_nGerak nilai apressiasi mata uang USD/ JPY dilaporkan tidak banyak bergerak pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis kemarin. Tampak adanya kemungkinan bahwa kondisi hal yang sama juga terjadi di sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat (26/ 08/ 2016) ini. Telah dilaporkan bahwa, gerak nilai apressiasi mata uang USD/ JPY telah sempat diperdagangkan di kisaran level 100.56.

Para pelaku pasar tampak lebih banyak mengambil aksi stand aside, karena menanti pidato Ketua Federal Reserve, Janet Yellen, pada pertemuan tahunan bank sentral global di Jackson Hole, Wyoming, pada hari ini. Para pelaku pasar berharap bahwa Janet Yellen akan memberikan sinyal yang jelas akan laju kenaikan suku bunga.

Pertemuan tahunan tersebut telah dimulai sejak Kamis, dan beberapa pejabat dari Federal Reserve kembali mendukung adanya kenaikan suku bunga, karena melihat peningkatan kondisi pasar tenaga kerja dan inflasi. Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME Group, pasar kini memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga di bulan September sebesar 24% dan sekitar 50% di bulan Desember.

Hasil rilis data - data ekonomi Amerika yang positif, bahkan tidak berdampak pada gerak nilai apresiasi Greenback. Hal tersebut adalah dampak dari langkah para pelaku pasar yang cenderung tidak ambil resiko.

Telah dilaporkan bahwa, klaim tunjangan pengangguran mingguan turun menjadi 261.000 pada pekan lalu dari hasil laporan yang sama pada pekan sebelumnya yaitu sebesar 262.000. Pesanan barang tahan lama inti dilaporkan telah melesat 1,5% di bulan Juli, dari sebelumnya -0,4%, dan jauh di atas perkiraan 0,4%, dan pada hari ini akan dilaporkan hasil laporan data produk domestik bruto Amerika kuartal kedua.

Gerak nilai harga indeks saham acuan Nikkei, Jepang, dilaporkan tampak bergerak cenderung melemah pada awal sesi perdagangan pasar di hari Jumat. Hal tersebut terjadi, setelah data pemerintah yang yang dirilis sebelum pembukaan pasar menunjukkan harga konsumen nasional turun di bulan Juli.

Hal tersebut telah memicu keraguan para pelaku pasar mengenai efektivitas program stimulus pemerintah. Sentimen pasar juga terbebani oleh kehati-hatian menjelang pidato Ketua Fed Janet Yellen, yang diperkirakan akan mensinyalkan kemungkinan untuk kenaikan suku bunga di tahun ini.

Telah dilaporkan bahwa, gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225 terpantau bergerak merosot sekitar 0,65% di kisaran level harga 16448.00. Pelemahan gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225 dipimpin oleh penurunan gerak nilai harga saham perusahaan asuransi dan produsen mobil.

Penurunan hasil laporan harga konsumen tersebut diperkirakan akan menambah tekanan pada pemerintah dan Bank of Japan (BoJ) untuk bertindak lebih agresif guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi Jepang yang lesu. Pada akhir bulan Juli lalu, Perdana Menteri Shinzo Abe telah mengumumkan paket stimulus pemerintah senilai ¥ 28 trilyun atau setara dengan $265,30 milyar US.

Pemerintah Jepang di awal bulan Agustus, juga telah menyetujui kebijakan fiskal senilai ¥13,5 trilyun. Hal tersebut adalah mencakup belanja pemerintah pusat dan daerah yaitu sebesar ¥7,5 trilyun.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah berbalik melemah pada awal sesi perdagangan pasar di hari Jumat. Telah dilaporkan bahwa, gerak nilai harga komoditas minyak mentah WTI untuk kontrak pengiriman bulan Oktober bergerak di kisaran level $47.28 US/ barrel atau sekitar 0,11% di bawah harga penutupan sesi perdagangan pasar di hari Kamis.

Hal tersebut terjadi, setelah komentar Menteri Energi Arab Saudi yang telah meredam harapan para pelaku pasar. Para pelaku pasar berharap akan adanya kesepakatan untuk melakukan intervensi pasar dalam pertemuan bulan depan.

Khalid Al-Falih, Menteri Energi Arab Saudi, pada Kamis malam telah mengatakan jika dirinya tidak yakin intervensi pasar yang signifikan akan diperlukan. Khalid Al-Falih lebih berharap penguatan penawaran dan permintaan untuk membantu menopang harga minyak.

Komentar Khalid Al-Falih tersebut, telah mengikis harapan para pelaku pasar bahwa para produsen utama komoditas minyak akan bersedia bekerjasama untuk mengendalikan kelebihan pasokan di pasar global. Negara-negara anggota Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) akan melakukan pembicaraan dengan negara-negara non-OPEC di sela-sela International Energy Forum (IEF) yang akan berlangsung di Aljazair pada tanggal 26-28 September mendatang.

About author

You might also like

Yen Terdukung Perkembangan di Perancis, Laporan EIA Dinantikan Pasar

Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY dilaporkan telah diperdagangkan stabil pada awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis ini. Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Yen telah

Berita 0 Comments

ECB Dirilis Emas Melaju, GDP Dirilis Koreksi Terjadi Kembali

Harga emas diperdagangkan lebih tinggi secara moderat dalam sekejab setelah gerakan yang mengejutkan dari European Central Bank yang memangkas tingkat suku bunga kuncinya pada hari Kamis. Namun, keuntungan di emas

CFD News 0 Comments

Nilai Saham Twitter Diprediksikan Turun

Twitter Inc., yang nilai sahamnya melonjak pada saat penawaran pertama ke publik (IPO), sahamnya akan turun dalam enam bulan mendatang, menurut hasil jajak pendapat Bloomberg terhadap investor. Nilai saham dari

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image