Pasar Amati Kebijakan Amerika, Minyak Bergerak Menguat

10981847_671899269621115_6016942494672919398_nGerak nilai apresiasi mata uang Sterling dilaporkan telah sempat bergerak melemah terhadap mata uang Euro dan Greenback pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat minggu lalu. Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD sempat etrkoreksi melelmah sekitar 0.37% di kisaran level 1.2475.

Gerak nilai apresiasi mata uang cross EUR/ GBP dilaporkan sempat bergerak naik sekitar 0.55% di kisaran level 0.8660. Para pelaku pasar tengah bersiap untuk dimulainya proses formal Inggris meninggalkan Uni Eropa pada minggu ini.

Gertjan Vlieghe, salah satu petinggi Bank of England (BoE), dalam wawancara dengan The Times juga membeberkan alasan BoE menantikan kenaikan lebih lanjut pada laju inflasi dalam beberapa bulan kedepan guna menopang perekonomian. Data inflasi dan penjualan ritel Inggris yang positif telah menguatkan ekspektasi bahwa BoE mungkin sedang mempertimbangkan untuk menopang sterling dengan menaikkan suku bunga tahun depan, mendorong pound untuk menguat terhadap Greenback di minggu ini.

Para pelaku pasar tengah mencemaskan dijalankannya Article 50 oleh Perdana Menteri Theresa May hari Rabu mendatang. Hal tersebut mungkin akan memicu periode debat politik dengan negara Uni Eropa yang akan menjadi risiko bagi perekonomian sepanjang diskusi selama 18 bulan.

Kongres Amerika Serikat akan mengadakan voting atas rencana pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Kesehatan yang akan menggantikan Obamacare. Usaha yang digagas Partai Republik, kubu presiden Amerika Donald Trump, ini jika gagal disetujui mayoritas anggota parlemen akan berpotensi menimbulkan hambatan pada kebijakan-kebijakan lain yang diusung Trump saat kampanye Pemikihan Presiden tahun lalu.

Optimisme pelaku pasar setelah Trump terpilih jadi presiden akan berubah menjadi pesimisme jika usulan perubahan undang-undang ini ditolak di Kongres. Pasalnya penolakan serupa juga bisa terjadi pada kebijakan Trump lainnya seperti pemotongan pajak yang ditujukan untuk menacu pertumbuhan ekonomi.

Para pelaku pasar tempak akan meragukan agenda-agenda Trump segera berlaku, dengan tes pertamanya adalah voting rancangan undang-undang kesehatan pada Kamis malam nanti. Pasalnya dari perkembangan terbaru tampaknya pimpinan kongres dari Partai Republik kehilangan dukungan.

Jika voting tidak meloloskan rancangan ini, atau ditunda, akan menyebabkan keraguan besar pada Trump,” demikian ujar investor obligasi paling berpengaruh Jeffrey Gundlach. Jeffrey Gundlach adalah juga merupakan chief executive dari DoubleLine Capital.

Gerak nilai dari harga saham-saham Amerika mengalami gerak reli setelah hasil pemilihan presiden yang menghasilkan pemenangnya yaitu Donald Trump, dengan indeks S&P 500 mencatat rekor tertinggi, dengan prediksi agenda pro pertumbuhan ekonomi Trump akan mulus di parlemen karena Partai Republik, partai yang mengusung Trump, merupakan mayoritas di parlemen Amerika. Para pelaku pasar memperkirakan penundaan usulan perubahan undang-undang kesehatan ini bisa menimbulkan pertentangan-pertentangan terhadap usulan kebijakan Trump lainnya.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah naik ke kisaran level harga $47.86 pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat. Hal tersebut terjadi, karena didukung oleh penurunan ekspor Arab Saudi ke Amerika Serikat.

Meskipun demikian, namun secara keseluruhan pasar masih berada di bawah tekanan dibalik kecemasan pasar terhadap tingginya pasokan global. Para pelaku pasar berasumsi bahwa kenaikan pada gerak nilai harga komoditas minyak mentah terjadi karena laporan ekspor minyak mentah Arab Saudi ke Amerika Serikat di bulan Maret.

Dilaporkan bahwa ekspor minyak mentah Arab Saudi ke Amerika Serikat di bulan Maret telah turun sekitar 300 barel/ hari dari bulan Februari, kondisi tersebut sejalan dengan perjanjian OPEC untuk mengurangi pasokan. Berdasarkan laporan dari Energy Information Administration (EIA), negara Amerika telah mengimpor sekitar 1.3 juta barel/ hari dari negara Arab Saudi di bulan Februari.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

Harga Harga Emas Sempat Menggeliat, USD Tekan Kembali di Sesi Dua Pasar Amerika Kemarin

Gerak harga emas ditutup melemah pada perdagangan hari Selasa pagi. Hal tersebut terjadi karena selain kondisi mata uang USD yang menguat nilai apresiasinya, juga ditunjang oleh adanya aksi jual yang

Forex News 0 Comments

Dollar Masih Terpuruk Vs. Yen Sebelum Testimoni Yellen

Greenback di perdagangkan di atas 0.3% dari level terendah dalam tujuh pekan terhadap yen sebelum ketua Fed Janet Yellen bertestimoni kepada anggota parlemen AS besok. Indeks dollar berada 0.3% di

Pasar Tunggu Kabar Rilis Data Amerika

Mata uang USD diperdagangkan dalam rentang yang sempit terhadap mata uang utama pada siang ini. Para pelaku pasar lebih banyak menunggu beberapa data dari Amerika hari ini, dan berfokus pada

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image