Pasar Harapkan The Fed, Tokyo Terimbas Wall Street

18263_555676661231164_78780644529032127110_nDilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD telah bergerak menguat pada awal sesi perdagangan pasar di hari Jumat. Penguatan gerak nilai apresiasi Greenback tampak masih di trend kenaikan yang solid pada meningkatnya ekspektasi Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga pada bulan ini, kondisi tersebut telah mendorong kenaikan dalam yield obligasi Amerika.

Gerak nilai indeks USD dilaporkan telah bergerak naik sekitar 0.1% di 102.20, berada di dekat level tertinggi sejak 11 Januari di level 102.26. Gerak nilai indeks USD merupakan indeks yang mengukur kekuatan gerak nilai apresiasi Greenback terhadap enam major currencies.

Analis kepala mata uang di Daiwa Securities di Tokyo mengatakan bahwa saat ini mayoritas pelaku pasar tengah memposisikan kemungkinan untuk kenaikan suku bunga pada bulan ini, dan itu berikan keuntungan terhadap Greenback. Berdasarkan data dari program CME Group’s FedWatch, Fed fund futures pada hari Kamis menunjukkan bahwa para trader melihat 79.7 % kemungkinan kenaikan suku bunga Fed pada pertemuan kebijakan 14-15 Maret, naik dari 66.4% di hari Rabu.

Gerak nilai harga di bursa saham Tokyo jatuh pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis, karena disebabkan oleh adanya aksi ambil untung dan pelemahan gerak nilai harga saham emiten otomotif karena gerak nilai apresiasi mata uang Yen. Kondisi tersebut sehingga telah menahan gerak nilai harga di bursa saham Tokyo untuk bisa mencetak rekor lagi mengikuti gerak nilai harga di bursa saham Wall Street.

Telah dilaporkan bahwa pada penutupan sesi perdagangan pasar, gerak nilai harga indeks saham Nikkei telah terkoreksi sebesar 0,47 % atau sekitar 90,45 poin, sehingga menjadi 19.347,53. Indeks Nikkei 225 turun karena profit taking saat mendekati level “psikologis penting” di kisaran level harga 19.500.

Juga telah dilaporkan pada penutupan sesi perdagangan pasar bahwa, gerak nilai harga indeks Topix terkoreksi turun. Gerak nilai harga indeks Topix terkoreksi turun sebesar 0,17 %, atau sekitar 2,62 poin, sehingga menjadi 1.551,07.
Sebelumnya, pada sesi perdagangan pasar Amerika semalam, gerak nilai harga di bursa saham Wall Street telah bergerak melesat. Hal tersebut terjadi, setelah data menunjukkan inflasi Amerika Serikat mencapai level tertinggi empat tahun sepanjang Januari.

Kondisi tersebut telah memicu keyakinan para pelaku pasar akan adanya kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Meski demikian, namun gerak nilai harga indeks saham Dow Jones tengah rawan terkena aksi profit taking, ketika Presiden Trump benar-benar mengumumkan rencana pemotongan pajak karena dinilai sudah terlalu tinggi, demikian pernyataan Mitsushige Akino, fund manager di Ichiyoshi Asset Management.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah bergerak menguat tipis ke level $52.73 pada awal sesi perdagangan hari Jumat. Hal tersebut terjadi, karena para pelaku pasar nampaknya masih mengambil nafas setelah adanya gerak penurunan dari gerak nilai harga komoditas minyak mentah selama kurun waktu tiga hari terakhir.

Meski demikian kondisinya, namun kenaikan gerak nilai harga komoditas minyak mentah tertahan oleh adanya output Rusia yang masih belum berubah di Februari, indikasikan lemahnya tingkat kepatuhan pada kesepakatan global untuk pengurangan produksi. Berdasarkan data dari menteri energi, produksi minyak Rusia di bulan Februari tidak berubah dari bulan Januari di 11.11 juta barel/ hari, dengan pengurangan masih 100.000 barel/ hari atau hanya sepertiga dari janji Moskow di bawah kesepakatan dengan OPEC.

Pelemahan gerak nilai harga komoditas minyak mentah juga didorong oleh penguatan gerak nilai apresiasi mata uang USD. Analis dari ANZ mengatakan bahwa gerak nilai harga komoditas minyak mentah turun ke level terendah tiga bulan dibalik penguatan gerak nilai apresiasi Greenback yang dikombinasi dengan kecemasan terhadap kenaikan cadangan minyak mentah Amerika yang telah mengurangi minat para investor.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

BOK Rilis Kebijakan Defensif, Kondisi China Masih Jadi Perhatian Global

Gerak nilai apresiasi mata uang Australia dan Selandia Baru/ New Zealand, yang lazim disebut dengan istilah Aussie dan Kiwi, dilaporkan bergerak menguat terhadap Greenback. Gerak penguatan nilai apresiasi ke dua

Berita 0 Comments

Euro Bergerak Terbatas, Berpotensi Turun oleh Kebijakan Moneter Longgar ECB

Mata uang euro terpantau bergerak cenderung sideways pada perdagangan hari ini (9/6). Euro masih belum memperoleh arahan pergerakan yang jelas Pekan lalu ECB telah mengeluarkan keputusan untuk menurunkan suku bunga

Berita 0 Comments

Data Release Amerika Minggu Ini, Impact Bearish Atas Emas Sangat Bisa Terjadi

Pasar emas kembali diperdagangkan flat selama sesi perdagangan hari Jum’at (11/ 07/ 2014) setelah pasar sepi dari pemberitaan ataupun isu politik. Pasar emas nampak tenang selama sesi perdagangan berlangsung mencatatkan