PBoC dan Arab Saudi Beri Angin Segar, Aussie Tertekan Kuat

0a0aaa000233759Gerak nilai apresiasi mata uang Australia, yang lazim disesbut dengan istilah Aussie, dilaporkan bergerak melemah terhadap mata uang USD di awal sesi perdagangan pasar hari Selasa ini. Kondisi tersebut terjadi, akibat dari mata uang Aussie yang terbebani buruknya data ekonomi Australia. Selain karena hal tersebut, factor lain yang berpengaruh adalah karena para pelaku pasar saat ini menanti hasil rapat moneter dari Reserve Bank of Australia (RBA).

Gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD dilaporkan telah diperdagangkan di kisaran level 0.7125. Gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD sempat menyentuh level terendah harian 0.7118, dengan level tertinggi 0.7151.

Telah dilaporkan oleh Biro Statistik Australia bahwa, ijin membangun di bulan Januari turun sekitar 7,5% dari bulan sebelumnya. Penurunan tersebut, adalah jauh di bawah perkiraan penurunan 2,9% oleh para pelaku pasar. Sementara kenaikan bulan Desember juga direvisi menjadi turun sekitar 8,6% dari rilis awal sebelumnya, yaitu sebesar 9,2%.

Biro Statistik Australia juga telah melaporkan bahwa, angka defisit neraca berjalan Australia bulan kuartal IV 2015 melebar menjadi A$21,1 milyar. Hasil laporan tersebut, lebih lebar dari kuartal sebelumnya yaitu defisit sebesar A$18,1 milyar, dan lebih besar dari estimasi sebelumnya, yaitu angka defisit sebesar A$19,8 milyar.

Pihak berwenang dari RBA merilis hasil rapat moneter, diikuti dengan konfrensi pers oleh sang Gubernur Gleen Stevens. RBA diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga sebesar 2,0%. Meski demikian, namun kali terakhir RBA mengatakan memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga akibat rendahnya inflasi di Australia.

Gerak nilai harga di bursa saham China dilaporkan, tampak cenderung bergerak stabil pada sesi perdagangan pasar Asia pada hari Selasa ini. Juga dilaporkan bahwa gerak nilai harga di bursa Hong Kong tampak bergerak cenderung menguat. Para pelaku pasar bereaksi terhadap langkah PBoC pada hari Senin kemarin, serta atas rilis data ekonomi China beberapa saat lalu.

Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga Indeks saham Shanghai China terkoreksi melemah 0,15% menjadi 2683.81. Dilaporkan juga bahwa, gerak nilai harga indeks saham Hang Seng Hong Kong menguat 0,4% menjadi 19171.86. Gerak nilai harga indeks saham Hang Seng Futures diperdagangkan di kisaran level harga 19098, dengan level tertinggi harian 19191, dan terendah 19068.

Dilaporkan bahwa pihak berwenang PBoC telah memangkas giro wajib minimum sebesar 50 basis poin menjadi 17%. Pemangkasan tersebut oleh PBoC diperkirakan akan menambah likuditas sebesar $100 milyar. Pemangkasan tersebut juga merupakan yang kelima kali dalam satu tahun terakhir, yang bertujuan untuk meningkatkan pinjaman dan konsumsi.

Dilaporkan bahwa rilis data dari pemerintah China telah menunjukkan bahwa, indeks aktivitas manufaktur perusahaan besar bulan Februari turun menjadi 49,0, dari bulan Januari sebesar 49,4. Begitu juga hasil laporan data dari Caixin yang telah pula menunjukkan hal yang sama, dimana aktivitas perusahaan manufaktur perusahaan sedang dan kecil turun menjadi 48,0 dibandingkan bulan sebelumnya 8,4%. Pemerintah China juga melaporkan data indeks aktivitas non-manufaktur sebesar 52,7, turun dari bulan Januari sebesar 53,5.

Aktivitas perusahaan manufaktur besar di China masih berkontraksi, bahkan semakin dalam. Bahkan hingga Februari, kontraksi telah terjadi dalam tujuh bulan beruntun. Data dari pemerintah China menunjukkan indeks aktivitas manufaktur bulan Februari turun menjadi 49,0, dari bulan Januari sebesar 49,4.

Meski demikian, rilis data bulan Februari biasanya terpengaruh karena adanya libur Tahun Baru Imlek, dimana perusahaan libur selama sepekan. Para analis mengatakan data bulan Maret akan lebih tepat untuk menggambarkan aktivitas manufaktur ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga komoditas minyak mentah bergerak menguat. Gerak nilai harga komoditas minyak menguat, bergerak melesat pasca China mengumumkan usaha terbarunya untuk menangkal perlambatan ekonomi. Dilaprokan bahwa gerak nilai harga komoditas minyak telah mengakhiri sesi perdagangannya dengan bergerak naik sekitar 3,3% dibandingkan harga penutupan sebelumnya yaitu di level $33.90 US/ barel.

Langkah yang diambil oleh pihak berwenang PBoC untuk memangkas Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan telah mengangkat gerak nilai harga komoditas minyak, mengharapkan peningkatan dana untuk pinjaman yang lebih besar di negara konsumen energi terbesar di dunia. Langkah ini dianggap sebagai stimulus yang cukup untuk memicu aksi beli dalam perdagangan di pasar komoditas minyak, meskipun langkah ini merupakan yang kelima kalinya oleh People’s Bank of China (PBoC) melakukan aksi yang sama dalam setahun belakangan.

Hal lain yang mempengaruhi kondisi tersebut adalah, pihak Arab Saudi tampaknya menyambut langkah kooperatif untuk menstabilkan pasar. Negara Arab Saudi, yang adalah merupakan produsen minyak terbesar dalam OPEC, telah menjadi perhatian setelah menyiratkan keterbukaan untuk solusi terkoordinasi untuk menstabilkan pasar, meski belum mengubah kebijakannya untuk tidak memangkas produksi. Pihak Arab Saudi menyatakan akan mengusahkan ketabilan dalam pasar minyak dan akan tetap berkomunikasi dengan produsen utama dalam rangka menjaga volatilitas dan terbuka dengan aksi kooperatif.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Aussie Terkoreksi dari Level Tertinggi Sejak Juni

Pada sesi perdagangan pagi hari ini nilai tukar aussie tampak terkoreksi sedikit setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak bulan Juni (11/09). Aussie masih berada dalam pola bullish di tengah optimisme

Berita 0 Comments

Aussie Melemah, Fokus Pertemuan RBA

Aussie melemah terhadap Greenback dengan pasar fokus pada pertemuan Reserve Bank of Australia (RBA) esok hari dan data perekonomian lokal yang mengecewakan. Pasar memprediksi bank sentral Australia akan kembali memotong

Komoditas 0 Comments

Laporan Amerika Tidak Sesuai Perkiraan Pasar Minggu Lalu, Bursa Eropa Turut Terimbas

Gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD dilaporkan telah diperdagangkan secara melemah. Hal tersebut terjadi, setelah indikator inflasi Australia dari Melbourne Institute (MI) telah menurun pada bulan Mei. Indikator inflasi

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image