Rendahnya TLTRO Bebani Euro

Rendahnya TLTRO Bebani Euro

Sempat menguat tajam pada Kamis kemarin, euro berbalik turun dan berakhir melemah terhadap dollar. Pelemahan tersebut terlihat berlanjut di awal perdagangan sesi Asia hari ini Jumat (25/9), mata uang 19 negara tersebut kini menuju penurunan dua pekan beruntun.
Penguatan euro sebelumnya ditopang komentar Presiden European Central Bank (ECB), Mario Draghi, serta data keyakinan bisnis Jerman yang secara mengejutkan naik di bulan ini. Namun rendahnya Targeted Long Term Refinancing Option (TLTRO) yang berhasil disalurkan ECB, membebani sentimen euro. ECB melaporkan TLTRO sebesar €15,5 milyar, jauh dibawah ekspektasi ekonom sebesar €50,3 milyar.
Program pinjaman dengan bunga rendah oleh ECB tersebut dimaksudkan untuk dapat disalurkan oleh bank umum ke dunia usaha, sehingga menstimulasi pertumbuhan dan menaikkan inflasi. Rendahnya TLTRO menjadi indikasi lemahnya investasi di zona euro.
Disisi lain, Chairwomen Federal Reserve AS, Janet Yellen, dalam pidatonya dini hari mengatakan suku bunga akan naik di tahun ini, selama inflasi masih stabil dan ekonomi AS cukup tangguh untuk menciptakan lapangan pekerjaan.
EURUSD diperdagangkan dikisaran 1.1178 pada pukul 09.17 WIB, dengan level terendah harian 1.1160, dan tertinggi 1.1188

About author

You might also like

Komoditas

Euro Masih Terdampak Pernyataan Draghi, Amerika Genjot Produksi Minyak

louis vuitton outlet online Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang EUR/ USD tampak masih terkena dampak dari pernyataan Gubernur ECB, Mario Draghi, berkaitan dengan kebijakan moneter ECB. Mario Draghi

Forex News 0 Comments

Wall Street Terkapar Pada Akhir Sesi Perdagangan Pasar Minggu Lalu, Pasar Global Terimbas Minyak

Loonie, sebutan lazim bagi mata uang Dollar Kanada, dilaporkan telah bergerak melemah, anjlok ke kisaran C$1.40 US gerak nilai apresiasinya terhadap mata uang USD. Kondisi tersebut terjadi untuk pertama kalinya

Forex News 0 Comments

Rentan Koreksi Di USD, Pasar Pilih Major Lainnya

Mata uang USD mengalami kondisi koreksi tertahan cenderung lemah terhadap mata uang major lainnya. Merebaknya spekulasi pasar yang masih dominan, bahwa para petinggi The Fed, termasuk Ben Bernanke, yang masih

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image