Tekanan Atas USD Terjadi, Emas Punya Kesempatan

Tekanan Atas USD Terjadi, Emas Punya Kesempatan

10629717_695935227147177_9147485534134758324_nPada sesi pasar Asia di hari Rabu(12/ 11/ 2014) ini, harga emas masih cenderung bergerak naik. Selama sesi perdagangan pasar hari Selasa (11/ 11/ 2014) kemarin, gerak harga emas diperdagangkan menguat. Penguatan gerak harga terjadi setelah indeks USD kembali diperdagangkan melemah selama sesi perdagangan Amerika. Penurunan sebesar 0,4% atas indeks USD telah berimbas positif mendukung gerak harga emas. Mata uang USD melemah setelah sebelumnya rally ke titik puncak dalam 7 tahun.

Di sesi sebelumnya harga emas bergerak rebound juga karena meningkatnya permintaan di wilayah zona eropa serta di China. Selain itu, penjualan koin investasi emas dan perak dan batangan juga melonjak setelah bullion turun ke level terendah dalam 41/2-tahun di posisi $ 1.131,85 US/ ons pada pekan lalu. “Permintaan retail sangat kuat karena harga turun. Secara keseluruhan, permintaan fisik memberikan support. Para pelaku pasar di Asia juga menunjukkan minat beli yang stabil,” kata pedagang emas Heraeus, Alexander Zumpfe. Gerak harga emas berjangka kontrak Desember pada sesi perdagangan pasar hari Selasa (11/ 11/ 2014) kemarin di Divisi Comex New York Mercantile Exchange dilaporkan ditutup dengan menorehkan angka keuntungan sebesar $3.20 US atau 0.3% berakhir pada $1,163.00 US/ troy ons. Dalam seminggu terakhir, harga emas berjangka telah mencatatkan angka keuntungan sebesar $1.81 US atau 0.15%. Harga spot emas ditutup naik sebesar $11.60 US atau 1.01% berakhir pada $1,163.00 US/ troy ons, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,173.05 dan serendah $1,146.00. Para pelaku pasar dalam minggu ini hanya mencoba memanfaatkan keuntungan dan kerugian USD untuk dapat berspekulasi dalam perdagangan pasar emas. Minimnya data ekonomi sejak awal minggu telah mendorong pasar saham global tidak diperdagangkan pada volatilitas yang besar. Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya, bahwa stimulus tambahan oleh BOJ pada awal November dalam kaitannya dengan apresiasi mata uang USD/JPY belumlah mengalami koreksi yang cukup besar. Momentum pemilu di Jepang diperkirakan akan membawa mata uang yen akan bergerak menguat menyusul respons para pelaku pasar dalam menghadapi kemungkinan pemimpin baru dengan stimulus yang berbeda. Penguatan mata uang yen akan membawa mata uang USD bergerak melemah, dan secara tidak langsung membawa harga emas untuk berpotensi menguat. Dilaporkan juga dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, harga jual emas PT. Aneka Tambang, Tbk. (Antam), tetap stabil di Rp 521 ribu/ gram pada hari Rabu (12/ 11/ 2014) ini. Namun untuk harga buyback, emas Antam telah naik sebesar Rp 5.000 menjadi Rp 454 ribu/ gram. Berikut merupakan daftar harga emas yang dijual Antam, yaitu untuk pecahan 500 gram - Rp 240.800.000, pecahan 250 gram - Rp 120.500.000, pecahan 100 gram - Rp 48.250.000, pecahan 50 gram - Rp 24.150.0000, pecahan 25 gram - Rp 12.100.000, pecahan 10 gram - Rp 4.870.000, pecahan 5 gram - Rp 2.460.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 521.000. Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal 150 nomor antrean per hari.

Memasuki sesi perdagangan hari ini, gerak harga emas diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran $1,167.00 - $1,146.00. Harga emas diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran yang lebih besar, menyusul adanya beberapa data ekonomi yang berdampak besar yang akan dirilis pada sesi perdagangan hari ini. Para pelaku pasar sebaiknya juga pergerakkan indeks dolar AS untuk melihat kelanjutan tren emas berikutnya. Siang ini, USD diperkirakan akan melemah disesi perdagangan zona eropa dengan kisaran 87.80 - .87.40. Gerak penembusan harga emas level kritis pada $1,180.00 telah membawa potensi bagi pergerakan harga untuk meneruskan pada kisaran level $984 US. Level harga emas pada $1,180.00 yang sebelumnya menjadi support yang kuat, saat ini telah berubah menjadi level resistance yang cukup kuat pada kisaran $1,180.00 - $1,183.00. Apabila ternyata gerak harga mampu menembus level supports $1,180.00 maka harga emas akan berpotensi untuk melanjutkan gerak penurunan hingga ke target jangka panjang yaitu pada kisaran level $926.70 - $984.00. Level harga kisaran $800 US - $900 US/ ons tidak terlihat sejak krisis keuangan tahun 2008/2009, karena tidak lagi dianggap sebagai diversifier portofolio yang layak. Para pelaku pasar sebaiknya juga memperhatikan perkembangan di Jepang yang dalam waktu dekat pemilu akan digelar pada bulan Desember mendatang.

About author

You might also like

USD Respons Negatif Apresiasi Major Jelang Persiapan Rilis Data Amerika

Mata uang USD diperdagangkan melemah terhadap mata uang yen setelah diterpa aksi profit taking setelah menyentuh level tertinggi dalam enam bulan terakhir, mejelang dirilisnya data-data ekonomi penting Amerika. USD menyentuh

Berita 0 Comments

Gerak Harga Saham Asia Terkoreksi Di Awal Bulan, Kebijakan China Berimbas Kuat Kembali

Pergerakan nilai apresiasi mata uang negara Australia, yaitu yang lazim disebut dengan mata uang Aussie, telah dilaporkan pada sesi perdagangan pasar di hari Senin (31/ 08/ 2015) kemarin, kembali dipengaruhi

Logam Mulia Dan Minyak Cenderung Wait And See, Kegigihan Rusia Atas Suriah Tetap

Perdagangan bursa komoditi emas pada hari Senin kemarin (09/ 09/ 2013), pergerakan harga emas telah berada diantara kenaikan dan penuruna. Kecenderungan ini karena para pelaku pasar telah mempertimbangkan atas rencana

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image