USD Melambat Penguatan Atas Major Jelang FOMC

USD Melambat Penguatan Atas Major Jelang FOMC

285538_488353261222710_45250526_nPada sesi pasar hari Rabu (29/ 10/ 2014) siang ini, apresiasi mata uang USD tampak melemah terhadap major currencies. Para pelaku pasar tengah berhati-hat dalam mengambil sentiment, menunggu hasil dari pertemuan kebijakan FOMC. Pertemuan FOMC yang akan datang menjadi fokus para pelaku pasar secara global. Hal ini dikarenakan pertemuan tersebut sebagai penentuan apakah program pembelian oboligasi Federal Reserve (QE3) akan segera berakhir. Jika QE3 dihentikan maka, secara fundamental seharusnya emas akan mengalami penurunan tajam. Dilaporkan hari ini bahwa indeks USD telah bergerak melemah 0,02% di level $85.45.

Pada sesi pasar Amerika hari Selasa (28/ 10/ 2014) kemarin, terjadi gerak pelemahan dari mata uang USD, setelah beberapa data ekonomi Amerika yang dirilis dengan hasil yang tidak terlalu baik. Telah dilaporkan bahwa data Durables Goods dirilis dengan hasil yang mengecewakan. Data Durables Goods Amerika dilaporkan turun sebanyak 1.3% selama periode September. Lebih buruk dari perkiraan para pelaku pasar dan dari data sebelumnya yaitu pada pada +0.5% (F) dan -18.4% (P). Di luar penjualan alat transportasi, Durables Goods Amerika dilaporkan turun sebanyak 0.2% selama periode September. Lebih buruk dari perkiraan para pelaku pasar dan dari data sebelumnya yaitu pada +0.5% (F) dan +0.4% (P). Menurut pendapat dari kepala analis Daiwa Securities, Yuji Kameoka, mengatakan bahwa dampak dari FOMC ke pasar mata uang “kemungkinan akan kecil,” seiring the Fed kemungkinan tidak akan berikan jadwal yang jelas untuk setiap kenaikan suku bunga, dan sebagai gantinya mungkin akan menutup mata pada data ekonomi dalam membuat keputusan. “Karena suasana risk-on saat ini dapat menjadi alasan di balik aksi jual USD, kami tidak melihat pergerakan reli USD (di seluruh pasangannya) seperti yang kami lihat di sesi sebelumnya. Itu akan membantu mencegah perkiraan dari terdorong naiknya yield dan penguatan di USD,” demikian yang dikatakan oleh Kameoka. Telah dilaporkan bahwa aussie bergerak lebih tinggi terhadap mata uang USD pada hari Rabu (29/ 10/ 2014) ini, karena sentimen para pelaku pasar terhadap USD masih rapuh menjelang hasil keputusan dari pertemuan selama dua hari Federal Open Market Committee.

Para pelaku pasar saat ini fokus pada pertemuan FOMC yang akan memberitahukan kesimpulannya pada Rabu malam, di tengah kecemasan bahwa perlambatan pertumbuhan di zona eropa dan China dapat mendorong bank The Fed untuk tetap berhati-hati pada outlook kebijakan moneter mereka. The Fed kemungkinan akan umumkan berakhirnya program pembelian aset, atau yang di kenal dengan nama QE, namun para pelaku pasar juga memperkirakan bahwa suku bunga masih akan ditahan untuk beberapa waktu kedepan.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Minyak Tergencet Stock OPEC, Aussie Berangsur Tekan Greenback

Pergerakan nilai apresiasi mata unag Australia, yang lazim disebut dengan Aussie, pada sesi perdagangan pasar Asia hari Selasa (13/ 10/ 2015) ini, tampak masih melanjutkan gerak dominasinya atas Greenback, atau

Berita 0 Comments

Sterling Menguat di Awal Pekan

Meski akhir pekan kemarin berhasil menguat dua hari beruntun terhadap dollar, namun sterling tetap mencatat penurunan dalam dua minggu beruntun, setelah terbebani pernyataan Gubernur Bank of England, Mark Carney. Pada

Forex News 0 Comments

Yen Koreksi dari 5.5 Minggu Tertinggi

Pada perdagangan hari ini mata uang yen Jepang terpantau mengalami retreat yang cukup signifikan terhadap dollar AS (1/7). Mata uang yen Jepang tampak berbalik melemah setelah kemarin mengalami peningkatan hingga

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image