Yen Bergerak Menguat, Kondisi Politik Amerika Pengaruhi Pasar

67207_820802597993772_4206871762351445813_nDilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang Yen telah bergerak menguat ke kisaran level 103.45. Penguatan gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY tersebut, mengabaikan sinyal pelonggaran lebih lanjut dari Haruhiko Kuroda, setelah sempat naik ke atas level 104.00 pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa.

Telah dilaporkan bahwa Haruhiko Kuroda, Gubernur Bank of Japan (BoJ) pada hari Rabu mengatakan bahwa dirinya siap untuk kembali melonggarkan kebijakan jika diperlukan. Pelonggaran kebijakan BoJ tersebut juga termasuk mendorong tingkat suku bunga lebih dalam lagi ke area negatif.

Menurut Haruhiko Kuroda, langkah tersebut dilakukan, untuk mendongkrak perekonomian yang lesu dan memicu laju inflasi. Haruhiko Kuroda, berbicara di hadapan lower house budget committee, telah mengatakan bahwa pembelian obligasi pemerintah oleh BoJ mungkin akan berfluktuasi di sekitar 80 trilyun Yen, atau setara dengan $778 milyar US.

Meski demikian, namun menekankan bahwa bank sentral akan terus membeli obligasi dalam jumlah besar untuk mempengaruhi yield curve. Kami siap untuk kembali melonggarkan kebijakan, termasuk memangkas suku bunga, jika dinilai manfaatnya melebihi biaya, ucap Haruhiko Kuroda.

Haruhiko Kuroda pada kesempatan di hari Rabu tersebut kembali menegaskan bahwa BoJ akan mempertahankan laju pembelian obligasi pemerintah saat ini. Langkah pembelian obligasi oleh BoJ tersebut, akan tetap dalam jumlah besar di bawah kerangka kerja kebijakan baru miliknya.

Dukungan lain untuk penguatan gerak nilai apresiasi mata uang Yen adalah datang dari hasil rilis data pesanan mesin Jepang. Dilaporkan bahwa hasil rilis data pesanan mesin Jepang hanya menunjukkan penurunan sebesar 2.2% di bulan Agustus, mensinyalkan rebound yang cukup kuat pada tingkat belanja modal yang dianggap penting bagi laju pertumbuhan ekonomi.

Gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225 dilaporkan juga telah bergerak melemah. Gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225 sekitar 0.58%, atau sebanyak 98 poin, ke kisaran level harga 16926.32.

Gerak nilai harga di bursa saham Wall Street dilaporkan telah bergerak melemah anjlok pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa. Hal tersebut terjadi, seiring adanya rilis laporan mengenai laju perkembangan perusahaan yang mengecewakan di awal musim earnings dan investor mencerna potensi perubahan dinamika dalam pemilu Amerika di bulan depan.

Gerak nilai harga saham Alcoa dilaporkan telah terkoreksi anjlok lebih dari 11%. Hal tersebut terjadi, setelah pihak Alcoa melaporkan laba kuartalan yang meleset dari estimasi dan memangkas proyeksi pendapatan.

Adanya imbas dari faktor politik di Amerika, terlihat kian mempengaruhi sentimen para pelaku pasar mendekati pemilu Amerika pada 8 November mendatang. Perseteruan internal Partai Republik telah memicu beberapa spekulasi bahwa kemenangan kandidat Presiden dari Partai Demokrat, yaitu Hillary Clinton, juga akan disertai dengan kemenangan partainya di Kongres.

Hasil debat capres terbaru juga telah memperlihatkan jika ke 2 kandidat Capres Amerika tersebut melontarkan wacana untuk memangkas biaya perawatan kesehatan. Sehingga hal tersebut mendatangkan tekanan jual pada saham-saham perusahaan di sektor kesehatan.

Gerak nilai harga indeks saham Dow Jones Industrial Average dilaporkan telah bergerak merosot sekitar 1,09% dengan ditutup di level harga 18128.66. Hal tersebut terjadi, karena gerak nilai harga indeks saham Dow Jones Industrial Average terbebani oleh adanya gerak penurunan tajam dari nilai harga saham Merck & Co. dan dari nilai harga saham UnitedHealth Group Inc.

Gerak nilai harga indeks saham Indeks S&P 500 juga dilaporkan telah bergerak turun sekitar 1,24%. Gerak nilai harga indeks saham Indeks S&P 500 dilaporkan telah ditutup dengan berkhir di kisaran level harga 2136.73, dengan ke-11 sektor utama bergerak negatif.

Gerak nilai harga indeks saham Nasdaq Composite dilaporkan telah turut pula bergerak melemah. Gerak nilai harga indeks saham Nasdaq Composite bergerak anjlok sekitar 1,54% dengan ditutup pada kisaran level harga 5246.79.
Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah bergerak melemah pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa. Hal tersebut terjadi, karena laporan produksi OPEC di bulan September yang mencapai rekor tertinggi telah berikan dorongan penurunan terhadap harga setelah reli di sesi sebelumnya.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah telah mendapatkan dukungan penguatan gerak nilai harga pada sesi perdagangan pasar di hari Senin. Dukungan tersebut adalah dengan adanya berita bahwa pihak Rusia berencana untuk mendukung usulan dari OPEC untuk mengurangi output minyak mentah.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah Amerika dilaporkan telah berakhir turun sebesar 56 sen, atau sekitar 1.1%, di kisaran level harga $50.79 US/ barel. Hal tersebut terjadi, setelah pada hari Senin gerak nilai harga komoditas minyak mentah Amerika ditutup di kisaran level harga $51.35, yang adalah merupakan level harga tertinggi sejak 15 Juli 2015.

Pihak dari International Energy Agency (IEA) pada hari Selasa mengatakan bahwa OPEC meningkatkan output mereka sebanyak 160.000 barel/ hari ke rekor 33.64 juta barel/ hari di bulan September. Pada pertemuan di Aljazair pada bulan lalu, OPEC sepakat untuk menurunkan output untuk maksimal 33 juta barel/ hari namun kemudian mengatakakan bahwa mereka akan kerjakan rincian proposal tentatif pada pertemuan OPEC selanjutnya pada pertemuan di tanggal 30 November.

Analis di Capital Economics dalam catatannya pada hari Selasa mengatakan bahwa mereka masih skeptis bahwa OPEC akan mampu untuk menyelesaikan perubahan kesepakatan pada pertemuan di bulan November mendatang. Mereka juga mengatakan bahwa gerak nilai harga komoditas minyak global (Brent dan WTI) akan akhiri tahun ini dikisaran $45 US/ barel.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Dollar Bergerak Dekat $1.10 Vs. Euro Setelah Data Yang Buruk Semalam

Dollar AS diperdagangkan di dekat level $1.10 per euro seiring mengecewakannya data ekonomi yang mendorong investor untuk menyesuaikan outlook mereka setelah pertemuan Federal Reserve pekan lalu. Laporan ekonomi AS pada

Rilis FOMC Gerus Kekuatan USD Terhadap Major

Mata uang USD diperdagangkan melemah hampir seluruh mata uang major setelah Federal Reserve mempertahankan program pembelian obligasi perbulan sebesar 85 miliar USD. Keputusan tersebut merupakan sebuah kejutan dari Federal Reserve

Forex News 0 Comments

Yen Koreksi, Aussie Terimbas China

Mata uang yen mencatatkan penguatan tipis setelah komentar Perdana Menteri Shinzo Abe mengisyaratkan bahwa pemerintah Jepang tidak terlalu suka jika mata uang yen melemah sedemikian rupa. Telah dilaporkan oleh harian

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image