Zona Eropa Terimbas Kondisi Referendum Italia, Perdagangan Pasar Zona Asia Tengah Tertekan

the-tower-of-pisa-italiDilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi Greenback telah bergerak melemah terhadap mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen. Hal tersebut terjadi, karena akibat ketidakpastian risiko politik sehingga membuat para pelaku pasar mengkonsolidasikan Greenback yang menguat tajam setelah Pemilu Amerika.

Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY dilaporkan telah sempat bergerak turun dari level tertinggi 8 bulan. Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY dilaporkan telah sempat diperdagangkan di kisaran level 112.35, dengan level terendah harian 111.35, dan tertinggi 112.97.

Dilaporkan bahwa pihak Italia akan mengadakan referendum konstitusional pada 4 Desember mendatang. Para pelaku pasar mulai cemas akan hasil refenrendum yang berpotensi menjatuhkan pemerintahan Italia setelah Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi, mengatakan akan mundur jika pilihan “no” berhasil memenangi referendum.

Finansial Times mengutip para bankir melaporkan jika “no”, yang saat ini masih unggul enam poin terhadap “yes”, memenangi referendum, maka gerak nilai harga dalam perdagangan pasar global akan berpotensi bergejolak. Hal tersebut terjadi, seperti halnya ketika kondisi tejadinya Brexit dan kemenangan dari Donald Trump sebagai Presiden Amerika yang baru pada beberapa waktu yang lalu.

Perdagangan pasar modal zona Asia memasuki zona merah pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa. Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Jepang, yaitu indeks saham Nikkei 225 telah memimpin gerak pelemahan nilai harga pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa ini.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Korea Selatan, yaitu indeks saham Kospi, telah pula bergerak melemah tipis. Gerak nilai harga indeks saham Kospi telah bergerak melemah sekitar 0.03%.

Hal tersebut terjadi, walaupun sentimen politik terkait masih tengah bergejolak. Situasi politik tersebut berkenaan dengan skandal presiden Park Geun-hye.

Gerak nilai harga indeks saham Hang Seng 33, Hong kong, dilaporkan juga telah pula bergerak melemah. Gerak nilai harga indeks saham Hang Seng 33 dilaporkan bergerak melemah tipis sekitar 0.05%.

Gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225 tampak masih memimpin gerak pelemahan zona perdagangan Asia. Gerak pelemahan nilai harga indeks saham Nikkei 225 dilaporkan sekitar 0.29%, karena akibat ditekan oleh penguatan gerak nilai apresiasi mata uang Yen.

Berdasarkan proyeksi pergerakan harga tersebut, pelemahan bursa Asia dinilai masih flat, kecuali Nikkei 225. Hal ini mengikuti tersendatnya gerak rally nilai apresiasi Greenback, seiring menyusutnya sensasi setelah pemilu Amerika.

Para pelaku pasar juga tengah memantau perkembangan beberapa momen global yang dinilai menjadi pemicu pergerakan pasar saham minggu ini. Perkembangan kondisi yang tengah diperhatikan oleh para pelaku pasar antara lain adalah, meliputi dirilisnya hasil laporan Gross Domestic Product (GDP) Amerika nanti malam, dan pertemuan Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) pada hari Rabu 30 November 2016 mendatang.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah masih berada dalam arus tekanan kekhawatiran para pelaku pasar terhadap hasil kesuksesan rencana Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) untuk membatasi tingkat produksi minyak yang bertujuan utama untuk kembali menguatkan harga minyak mentah. Dilaporkan bahwa gerak nilai harga komoditas minyak mentah telah diperdagangkan di kisaran level harga $46.72 US/ barel dengan level support terdekat di kisaran $45.31 US/ bartel, dan resisten terdekat di kisaran $47.64 US/ barel.

Dalam kurun waktu selama pekan lalu, para pelaku pasar menantikan hasil dari negosiasi antara pihak OPEC dengan pihak dari Iran. Hasil negoisasi yang tengah dinantikan tersebut, terkait level pembatasan tingkat produksi untuk masing - masing dari pihak tersebut.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah yang cenderung tertekan, juga dipengaruhi oleh pernyataan dari pihak Arab Saudi hari Minggu kemarin. Pernyataan dari pihak Arab Saudi hari Minggu kemarin terkait tidak pentingnya program pembatasan tingkat produksi komoditas minyak mentah, optimisme pasar akan kenaikan harga minyak mentah merosot dan membawa harga minyak mentah jatuh kembali ke level sebelum adanya rencana OPEC tersebut.

Belum ada konfirmasi dari pihak Iran terkait hasil negosiasi dari OPEC. Dilaporkan juga bahwa pada hari Senin kemarin, beberapa produsen OPEC dan non-OPEC telah berkumpul untuk membicarakan finalisasi rencana pembatasan produksi OPEC pada tanggal 30 November 2016.

Meski demikian, namun pihak Arab Saudi tidak tampak hadir dalam pertemuan tersebut. Rencana pihak OPEC ini dinilai oleh para pelaku pasar, tidak akan sukses, dan berdampak negatif kepada pergerakan harga minyak mentah, walaupun sebagian pihak dalam pasar juga masih cukup optimis dan berharap adanya penguatan gerak nilai harga komoditas minyak mentah menjelang finalisasi keputusan OPEC.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Badai Joaquin Bikin Ketar-Ketir Para Pelaku Pasar, Ekonomi Zona Eropa dan Amerika Masih Negatif

Pada sesi perdagangan pasar Asia hari Jumat (02/ 10/ 2015) ini, dilaporkan bahwa tingkat belanja konsumen/ Consumer Spending di Jepang bergerak naik di bulan Agustus untuk pertama kalinya dalam 3

Forex News 0 Comments

Poundsterling Rebound Setelah Dua Hari Terpukul

Pada sesi perdagangan di Asia hari ini mata uang poundsterling terhadap dollar AS mengalami peningkatan terbatas (23/12). Poundsterling menguat setelah pada perdagangan pekan lalu melemah selama dua hari berturut-turut terhadap

Forex News 0 Comments

Meski Stabil, Angin Belum Berpihak ke Rupiah

Rupiah hari ini (Jumat 06/03) nyaris tidak bergeming dari posisi penutupannya kemarin terhadap US Dollar. Terbuka kemungkinan pelemahan susulan dalam beberapa hari ke depan seiring dengan menguatnya indikasi pengetatan moneter

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image